Perbandingan Susunan Pemain Prancis dan Inggris dalam Perebutan Tempat Ketiga Piala Dunia 2026
Susunan pemain Prancis vs Inggris – Jakarta mencatatkan momen bersejarah ketika kedua tim nasional kuat Eropa, Prancis dan Inggris, bertemu di Stadion Miami pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Pertandingan perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 ini menghadirkan dinamika menarik dengan keputusan taktis yang diambil oleh kedua pelatih. Kylian Mbappe, sang kapten Prancis, memulai pertandingan dari posisi starter, sementara Jude Bellingham dan Harry Kane harus puas duduk di bangku cadangan untuk skuad Inggris.
Keunggulan Strategis Mbappe dan Ambisi Sejarah
Bagi Mbappe, laga ini memiliki makna ganda yang sangat penting. Selain memperjuangkan posisi ketiga, striker berusia muda ini juga memiliki kesempatan emas untuk menambah koleksi golnya. Target utamanya adalah meraih penghargaan Sepatu Emas Piala Dunia 2026. Lebih dari itu, ia juga berusaha melampaui Lionel Messi yang selama ini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Sementara itu, pertandingan ini menandai babak terakhir bagi Didier Deschamps dalam perannya sebagai pelatih timnas Prancis. Pelatih berusia 57 tahun ini akan mengakhiri masa jabatannya dengan cara yang membanggakan. Keputusan untuk melakukan rotasi besar-besaran diambil setelah Les Bleus mengalami kekalahan telak 0-2 dari Spanyol di babak semifinal. Deschamps tidak ragu untuk merombak hampir seluruh lini pertahanan timnya.
Transformasi Taktis Prancis dan Inggris
Di bawah arahan Deschamps, Mike Maignan tetap dipercaya menjaga gawang Prancis. Namun, empat bek di depannya mengalami perubahan signifikan. Malo Gusto, Ibrahima Konate, Maxence Lacroix, dan Theo Hernandez kini mengisi posisi-posisi pertahanan yang sebelumnya diisi pemain lain. Di lini tengah, kombinasi Warren Zaire-Emery, Rayan Cherki, dan Adrien Rabiot menjadi pilihan utama pelatih Prancis.
Michael Olise dan Desire Doue ditugaskan untuk mendukung Mbappe di lini depan. Formasi 4-3-3 yang digunakan Prancis menunjukkan pendekatan ofensif yang jelas. Di sisi lain, Thomas Tuchel juga tidak ragu mengubah komposisi skuad Inggris dibandingkan semifinal melawan Argentina. Dean Henderson dipercaya menjadi penjaga gawang, sementara Jarell Quansah, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Djed Spence mengisi lini belakang.
Peran Penting di Lini Tengah dan Depan
Lini tengah Inggris kini diisi oleh Eberechi Eze, Morgan Rogers, dan Declan Rice yang mengenakan ban kapten. Kehadiran Declan Rice sebagai pemimpin lini tengah menjadi krusial bagi strategi Inggris. Kobbie Mainoo gagal membuat penampilan pertamanya dalam Piala Dunia ini karena masalah cedera yang menghambat kemampuannya untuk bermain. Di lini depan, trisula Bukayo Saka, Ivan Toney, dan Marcus Rashford siap memberikan ancaman bagi pertahanan Prancis.
Keputusan untuk mencadangkan Harry Kane dan Jude Bellingham menunjukkan kepercayaan Tuchel terhadap pemain-pemain muda yang lebih segar. Bagi The Three Lions, kemenangan dalam pertandingan ini akan menjadi pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia sejak menjadi juara pada edisi 1966. Sejarah akan mencatat apakah Inggris mampu mengulang kejayaan masa lalu atau harus puas dengan hasil yang ada.
Detail Susunan Pemain Lengkap
Berdasarkan informasi dari laman FIFA, susunan pemain Prancis menggunakan formasi 4-3-3 dengan Mike Maignan sebagai kiper. Barisan pertahanan diisi oleh Malo Gusto, Ibrahima Konate, Maxence Lacroix, dan Theo Hernandez. Lini tengah diperkuat oleh Warren Zaire-Emery, Rayan Cherki, dan Adrien Rabiot. Di lini depan, Michael Olise, Kylian Mbappe sebagai kapten, dan Desire Doue menjadi trio penyerang.
Inggris juga menggunakan formasi serupa dengan Dean Henderson di gawang. Jarell Quansah, Ezri Konsa, Marc Guehi, dan Djed Spence membentuk pertahanan. Eberechi Eze, Morgan Rogers, dan Declan Rice (kapten) mengisi lini tengah. Bukayo Saka, Ivan Toney, dan Marcus Rashford menjadi trio penyerang utama.
Pertandingan ini bukan hanya tentang perebutan tempat ketiga, tetapi juga tentang warisan dan masa depan kedua tim nasional terkuat Eropa.
Dengan perubahan-perubahan strategis yang dilakukan kedua pelatih, pertandingan ini menjanjikan aksi sepak bola yang menarik dan penuh kejutan. Setiap keputusan taktis akan diuji dalam 90 menit penuh di Stadion Miami yang akan menjadi saksi sejarah baru dalam dunia sepak bola internasional.

