Program Penghijauan Greenline Dimulai di Kawasan Kaki Gunung Kerinci
Fukushimask.com – Kawasan konservasi di Provinsi Jambi kini memasuki babak baru dalam upaya pelestarian lingkungan. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat resmi menginisiasi program penghijauan yang menargetkan area sepanjang 15 kilometer di lereng Gunung Kerinci. Inisiatif ini melibatkan penanaman ribuan bibit pohon di zona yang sebelumnya merupakan area terbuka di antara tutupan vegetasi hutan.
Gunung Kerinci, yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 3.805 meter di atas permukaan laut, memiliki ekosistem yang sangat kaya. Program yang dinamakan greenline ini dirancang untuk menghubungkan kembali fragmen-fragmen hutan yang terputus akibat aktivitas manusia dan faktor alam lainnya. Dengan total penanaman sebanyak 9.000 batang pohon, program ini mencakup luas area sekitar 15 hektare.
Rincian Teknis dan Jadwal Pelaksanaan
Plt Kepala BBTNKS Delfi Andra menyampaikan detail teknis program kepada media di Kerinci pada hari Jumat. Penanaman akan dilaksanakan secara bertahap dengan kepadatan 600 batang per kilometer atau per hektare. Proses pengadaan bibit telah dimulai sejak bulan Juli hingga Agustus 2026, memastikan ketersediaan tanaman yang berkualitas untuk penanaman utama.
Totalnya ada 9.000 batang, panjangnya 15 kilometer, atau total luasnya 15 hektare. Per kilo atau per hektare jumlahnya 600 batang.
Jadwal penanaman utama ditetapkan pada awal September 2026. Tanggal ini dipilih dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan musim yang optimal untuk pertumbuhan bibit. Berbagai pihak akan terlibat dalam pelaksanaan program ini, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi konservasi internasional.
Komposisi Jenis Pohon yang Ditanam
Program penghijauan ini menggunakan tiga jenis pohon unggulan yang memiliki nilai ekologis dan ekonomi tinggi. Bambang lanang atau Michelia champaca menjadi komponen terbesar dengan jumlah 3.500 batang. Pohon ini dikenal dengan aroma bunganya yang harum dan memiliki nilai ekonomi sebagai tanaman hias dan penghasil minyak atsiri.
Jenis kedua adalah surian atau Toona sureni dengan jumlah 2.000 batang. Surian merupakan pohon besar yang tumbuh cepat dan memiliki kayu berkualitas tinggi untuk industri mebel. Jenis ketiga adalah gaharu atau Aquilaria malaccensis sebanyak 3.500 batang. Gaharu memiliki nilai ekonomi sangat tinggi karena resin yang dihasilkan digunakan dalam industri parfum dan obat-obatan tradisional.
Keterlibatan Masyarakat dan Stakeholder
Salah satu aspek penting dari program ini adalah pembentukan kelompok masyarakat yang memiliki akses atau berada di sepanjang jalur greenline. Proses ini sedang berlangsung untuk memastikan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam menjaga kawasan yang telah ditanami. Desa Giri Mulyo dan Kersik Tuo di Kecamatan Kayu Aro menjadi fokus utama karena lokasinya yang strategis di jalur penghijauan.
Organisasi bidang konservasi fauna dan flora internasional atau FFI juga dilibatkan sebagai mitra strategis. Kelompok tani hutan dari kedua desa tersebut akan berperan dalam pemeliharaan bibit setelah penanaman selesai. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat menciptakan sistem pengelolaan yang berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Tahap Prakondisi dan Sosialisasi
Saat ini program greenline masih berada dalam tahap prakondisi. Tim teknis BBTNKS melakukan identifikasi dan verifikasi lapangan untuk memastikan lokasi penanaman sesuai dengan rencana. Proses sosialisasi berjalan paralel untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya program ini bagi kelestarian lingkungan.
Pembentukan kelompok masyarakat juga menjadi prioritas dalam tahap ini. Kelompok-kelompok ini akan bertanggung jawab dalam pemeliharaan bibit dan monitoring pertumbuhan tanaman. Penyusunan rencana teknis program greenline sedang dilakukan untuk memastikan setiap aspek pelaksanaan terencana dengan baik.
Imbauan untuk Pelestarian Hutan
Melalui program ini, BBTNKS mengimbau masyarakat sekitar kaki Gunung Kerinci untuk menjaga kawasan hutan. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan hutan baru di area yang masih utuh. Langkah ini penting untuk memastikan ekosistem tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Gunung Kerinci merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa dengan ratusan spesies flora dan fauna endemik. Program penghijauan ini merupakan kontribusi nyata dalam menjaga warisan alam tersebut agar tetap lestari untuk anak cucu kita mendatang.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki?
BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki matter?
BBTNKS luncurkan program penghijauan di kaki matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

