Gus Ipul: Muktamar NU ke-35 jadi momentum kembali ke akar pendiri

14 hours ago  ·  4 min read
By Richard Wilson - fukushimask.com

Muktamar NU ke-35 di Jombang: Momentum Historis di Tengah Tantangan Waktu dan Skala

Fukushimask.com – Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, tengah menjadi pusat perhatian jutaan umat Islam Indonesia. Untuk pertama kalinya dalam abad kedua berdirinya Nahdlatul Ulama, forum tertinggi organisasi tersebut digelar di tanah yang memiliki ikatan spiritual langsung dengan salah satu arsitek utama gerakan itu. Muktamar Ke-35 NU, yang dibuka pada Kamis dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, bukan sekadar agenda organisasi keagamaan berskala besar, melainkan juga ujian logistik, teknologi, dan solidaritas sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah organisasi.

Kenapa Tambakberas Dipilih

Pemilihan lokasi bukan keputusan administratif biasa. Pondok Pesantren Bahrul Ulum didirikan oleh K.H. Abdul Wahab Hasbullah, tokoh sentral yang bersama K.H. Hasyim Asy’ari meletakkan fondasi Nahdlatul Ulama pada 1926. Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul dan menjabat Ketua Panitia Pelaksana, menegaskan bahwa keputusan menggelar muktamar di pesantren ini membawa dimensi simbolik yang dalam.

“Muktamar ini adalah Muktamar NU pertama di abad kedua. Dan rasanya seperti ada yang menuntun kita untuk kembali ke pangkuan para muassis atau pendiri Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Ipul dalam laporan pembukaan.

Konteks historis di sini penting: NU telah melewati tiga dekade penuh dinamika politik, reformasi internal, dan ekspansi jaringan hingga ke luar negeri. Muktamar ke-35 menjadi titik jeda di mana organisasi diajak menengok kembali prinsip-prinsip awal — kehati-hatian dalam berfatwa, penghormatan terhadap tradisi keilmuan pesantren, dan komitmen pada kemaslahatan umat.

Tantangan Waktu Persiapan

Yang membuat penyelenggaraan kali ini berbeda dari muktamar-muktamar sebelumnya adalah ketatnya tenggat waktu. Lokasi baru ditetapkan sekitar 50 hari sebelum pelaksanaan. Dalam rentang waktu sependek itu, panitia harus menyiapkan seluruh aspek: infrastruktur fisik, rantai logistik, tata kelola operasional, hingga penempatan sumber daya manusia di ribuan titik layanan.

Dimensi teknologi turut menjadi sorotan. Panitia mengimplementasikan sistem berbasis cip dan kecerdasan buatan yang menangani registrasi peserta, identifikasi biometrik, pemantauan kehadiran, serta pengaturan akses ke ruang-ruang sidang. Lebih dari 150 kamera CCTV dipasang di seluruh kawasan pesantren untuk menjamin keamanan dan kelancaran acara.

“Kita memasang lebih dari 150 CCTV. Dan yang membanggakan Bapak Presiden, sistem ini dirancang dan dikerjakan sendiri oleh para santri dipimpin oleh Gus Robin beserta tim,” katanya.

Fakta bahwa sistem tersebut dikembangkan secara internal oleh kalangan santri menambah lapisan makna tersendiri: kemandirian teknologi tidak lagi menjadi monopoli lembaga luar, melainkan bisa tumbuh dari ekosistem pesantren itu sendiri.

Dampak Ekonomi dan Kehidupan Lokal

Skala muktamar tidak berhenti di ruang sidang. Sekitar 1.500 stan UMKM berjajar di sepanjang kawasan pesantren, membentuk bazar yang berlangsung dari 20 hingga 31 Agustus 2026. Panggung budaya dan pasar malam melengkapi suasana, menjadikan acara bukan hanya forum deliberasi, tetapi juga katalis pergerakan ekonomi bagi warga Jombang dan sekitarnya.

Mobilitas peserta juga mendapat dukungan khusus: 200 unit becak listrik disediakan untuk membantu pergerakan kiai dan delegasi selama rangkaian acara. Gus Ipul menyebut kendaraan tersebut merupakan bantuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sebuah gestur yang sekaligus menegaskan kehadiran negara dalam mendukung kelancaran forum keagamaan berskala nasional.

Skala Partisipasi dan Solidaritas Komunitas

Secara organisatoris, muktamar diikuti oleh 38 Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), lebih dari 550 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta 33 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) yang mewakili diaspora NU di luar negeri. Agenda deliberasi mencakup lima sidang pleno dan enam sidang komisi tematik.

Gus Ipul memperkirakan lebih dari 50.000 rombongan Nahdliyin dari berbagai penjuru Indonesia akan hadir selama rangkaian acara. Angka tersebut belum mencakup warga lokal yang secara sukarela menyalurkan bantuan pangan — beras, sayuran, kambing, hingga sapi — untuk memenuhi kebutuhan logistik muktamar.

“Di situlah kekuatan Nahdlatul Ulama terasa. Bukan semata-mata kekuatan struktur, bukan hanya kekuatan jumlah, tetapi kekuatan cinta, khidmat, gotong royong dan keikhlasan,” ujarnya.

Fenomena gotong royong semacam ini bukan hal baru dalam tradisi pesantren Jawa Timur, namun skalanya kali ini melampaui kebiasaan tahunan. Ia menunjukkan bahwa ikatan emosional antara warga dan institusi keagamaan masih berfungsi sebagai mekanisme solidaritas yang efektif, bahkan ketika negara tidak menyediakan seluruh infrastruktur pendukung.

Tradisi Kehadiran Kepala Negara

Pembukaan oleh Presiden Prabowo melanjutkan pola historis yang telah berlangsung sejak era Orde Baru, di mana kepala negara hadir dalam forum tertinggi NU sebagai bentuk pengakuan terhadap peran organisasi dalam lanskap sosial-politik Indonesia. Kehadiran ini sekaligus menjadi pengingat bahwa NU, dengan basis massa puluhan juta anggota, tetap menjadi aktor yang tidak bisa diabaikan dalam percakapan kebangsaan.

Gus Ipul menutup laporannya dengan harapan agar muktamar pertama NU di abad kedua membawa keberkahan bagi organisasi, bangsa, negara, dan seluruh rakyat Indonesia. Di balik retorika tersebut tersimpan tanggung jawab praktis: memastikan bahwa deliberasi 50.000 peserta berlangsung aman, tertib, dan menghasilkan keputusan yang mampu menjawab tantangan keagamaan, sosial, dan politik dekade mendatang.

Frequently Asked Questions

What is Gus Ipul?

Gus Ipul is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Gus Ipul matter?

Gus Ipul matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category