GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi di Sulsel

1 hour ago  ·  4 min read
By Robert Davis - fukushimask.com
1a29e444-07a1-4067-ba48-71556f0d8cd6

Pengurus Baru GEKRAFS Sulsel Diharapkan Jadi Katalis Ekosistem Ekonomi Kreatif Daerah

Fukushimask.com – Makassar, Sulawesi Selatan, kini memasuki babak baru dalam peta ekonomi kreatif nasional. Pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Sulawesi Selatan periode 2026–2029 menandai dimulainya fase operasional organisasi yang berfokus pada pemberdayaan pelaku kreatif lokal. Acara pelantikan berlangsung pada Jumat (4/9) di atas Kapal Phinisi, ikon maritim yang berlabuh di kawasan Pantai Losari, Kota Makassar — sebuah pilihan lokasi yang secara simbolis menegaskan identitas budaya pelayaran dan seni bahari khas Sulsel.

Di bawah kepemimpinan Andi Rahmat Manggabarani, kepengurusan baru ini dituntut tidak sekadar menjalankan fungsi administratif organisasi, melainkan benar-benar menggerakkan roda kolaborasi lintas sektor. Sulawesi Selatan sendiri merupakan salah satu provinsi dengan kekayaan budaya, kuliner, kriya, dan seni pertunjukan yang sangat beragam, mulai dari tradisi Bugis-Makassar hingga ekspresi kreatif urban di kota-kota pesisir. Potensi tersebut, selama ini kerap berjalan secara sporadis dan tanpa payung koordinasi, kini diharapkan mendapat kanal terstruktur melalui wadah GEKRAFS.

Visi dari Puncak Organisasi

Kawendra Lukistian, Ketua Umum DPP GEKRAFS, menyampaikan pesan langsung kepada pengurus baru yang baru saja dilantik. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Selasa, ia menekankan bahwa setiap wilayah di Indonesia membawa karakter ekonomi kreatif yang unik, dan tugas GEKRAFS Sulsel adalah menjembatani kekuatan lokal tersebut dengan pasar yang jauh lebih luas.

“Setiap daerah memiliki potensi ekonomi kreatif dengan karakter yang berbeda dan GEKRAFS Sulsel diharapkan mampu mengangkat kekuatan lokal dan menghubungkannya dengan pasar yang更 luas.”

Ia menambahkan bahwa Provinsi Sulawesi Selatan menyimpan kapasitas ekonomi yang sangat besar; yang tersisa hanyalah bagaimana kapasitas itu dikonversi menjadi kekuatan produktif yang terukur. Bagi Lukistian, GEKRAFS harus bertransformasi menjadi “rumah bersama” tempat para pelaku kreatif berkarya, bertumbuh, dan memperoleh akses distribusi yang lebih terbuka.

“Kita ingin GEKRAFS menjadi rumah bersama bagi para pelaku ekonomi kreatif untuk berkarya, berkembang, dan membuka akses yang lebih luas.”

Harapan dari tingkat pusat juga mencakup agar kepengurusan baru menjadi ruang kolaborasi yang aktif — bukan sekadar forum seremonial — bagi UMKM, komunitas seni, generasi muda, serta berbagai pemangku kepentingan. Tujuannya jelas: menciptakan inovasi dan membuka peluang ekonomi baru yang berakar pada kearifan lokal Sulsel.

Konsolidasi Pasca-Pelantikan

Arifin Ihsan Rismansyah, Ketua OKK DPP GEKRAFS, memberikan catatan strategis pasca-acara pelantikan. Ia mengingatkan bahwa kekompakan dan konsolidasi internal merupakan prasyarat mutlak sebelum organisasi dapat berbicara ke luar. Keberagaman latar belakang para pengurus — yang mencakup berbagai disiplin mulai dari seni, teknologi, hingga kewirausahaan — justru dinilai sebagai aset intelektual, bukan sumber friksi.

“Teman-teman di Sulsel punya banyak potensi dan kreativitas, tinggal bagaimana kita satukan dalam satu gerakan sehingga dampaknya bisa dirasakan oleh pelaku ekonomi kreatif.”

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa kekuatan GEKRAFS tidak terletak pada satu figur sentral, melainkan pada kemampuan kolektif untuk menyelaraskan gagasan-gagasan heterogen menjadi program kerja yang koheren dan berdampak nyata bagi pelaku kreatif di akar rumput.

Andi Rahmat: Kepemimpinan Kolektif, Bukan Kepemimpinan Tunggal

Andi Rahmat Manggabarani sendiri menegaskan bahwa memperbesar skala dan pengaruh GEKRAFS Sulsel bukanlah tugas seorang ketua semata. Ia menolak narasi kepemimpinan individualistik dan justru menempatkan seluruh jajaran pengurus sebagai mesin penggerak organisasi, masing-masing membawa keahlian dan perspektif yang berbeda.

“Kami menilai keberadaan pengurus dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam menjadi modal penting untuk menjadikan GEKRAFS sebagai wadah yang mampu melahirkan gagasan serta program konkret bagi para pelaku ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.”

Andi Rahmat sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah GEKRAFS Sulawesi Selatan yang digelar di Makassar pada 25 Mei 2026. Proses pemilihan tanpa kontestasi tersebut mencerminkan konsensus internal organisasi terhadap visi dan kapasitas kepemimpinan yang ia tawarkan.

Implikasi dan Arah Kebijakan

Pelantikan ini bukan sekadar pergantian nama di pucuk struktur organisasi. Dalam konteks ekonomi kreatif nasional yang terus diperluas cakupannya oleh pemerintah pusat, keberadaan DPW GEKRAFS yang aktif di Sulawesi Selatan berpotensi menjadi titik temu antara kebijakan makro dan realitas mikro pelaku kreatif daerah. Kolaborasi yang diharapkan mencakup kemitraan dengan pelaku usaha, komunitas seni dan budaya, pemerintah daerah, serta berbagai sektor industri kreatif — dari fashion dan kriya hingga teknologi digital dan konten digital.

Bagi pelaku UMKM kreatif di Makassar, Maros, Bone, dan kota-kota lain di Sulsel, kehadiran organisasi yang terstruktur dan memiliki jaringan nasional dapat membuka akses ke pelatihan, pendanaan, pameran, dan pasar yang sebelumnya sulit dijangkau secara individual. Tantangan utamanya kini bukan lagi soal eksistensi potensi, melainkan soal orkestrasi: bagaimana ribuan titik kreatif yang tersebar di seluruh provinsi dapat disinergikan menjadi satu ekosistem yang saling menguatkan, terukur dampaknya, dan berkelanjutan secara ekonomi.

Periode 2026–2029 yang baru saja dibuka di atas Kapal Phinisi Pantai Losari menjadi ujian pertama bagi komitmen tersebut. Keberhasilan atau kegagalan kepengurusan baru akan diukur bukan dari jumlah acara seremonial yang digelar, melainkan dari seberapa banyak pelaku kreatif Sulsel yang secara nyata memperoleh akses, kapasitas, dan pendapatan baru melalui program-program konkret yang akan dijalankan dalam tiga tahun ke depan.

Frequently Asked Questions

What is GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matter?

GEKRAFS perkuat dan dorong pertumbuhan ekonomi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category