Cegah banjir, SDA Jaktim revitalisasi saluran air sepanjang 52 meter

5 hours ago  ·  4 min read
By Joseph Wilson - fukushimask.com
InShot_20260916_120940950

Revitalisasi Saluran di Ciracas Ditargetkan Kurangi Risiko Genangan

Fukushimask.com – Upaya memperlancar aliran air di lingkungan permukiman kembali dilakukan di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur melalui Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Ciracas sedang merevitalisasi saluran sepanjang 52 meter di Gang Palem IV, RT 08/RW 06.

Pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperbesar kemampuan saluran menampung dan mengalirkan air hujan. Dengan kapasitas yang lebih baik, kawasan ini diharapkan memiliki perlindungan yang lebih memadai terhadap genangan, khususnya ketika intensitas hujan meningkat.

Saluran Lama Diganti U-Ditch

Koordinator Satgas SDA Kecamatan Ciracas, Deby, menyampaikan bahwa perbaikan dilakukan dengan mengganti konstruksi saluran yang ada menjadi U-ditch berukuran 40 x 40 sentimeter. Material ini dipilih agar bangunan saluran menjadi lebih kuat sekaligus mendukung aliran air yang lebih optimal.

“Revitalisasi saluran air dilakukan sepanjang 52 meter di Gang Palem IV, RT 08/RW 06, Ciracas, sebagai upaya meningkatkan kapasitas aliran dan meminimalkan potensi genangan saat hujan,” kata Deby di Jakarta, Rabu.

Pembangunan dimulai pada Senin, 14 September, dan direncanakan selesai dalam satu bulan. Sebanyak tujuh personel Pasukan Biru dikerahkan untuk menangani pekerjaan di lapangan dengan dukungan peralatan kerja manual.

Skala pekerjaan yang terfokus pada satu ruas saluran tetap memiliki arti penting bagi warga sekitar. Saluran lingkungan berfungsi sebagai jalur awal air hujan dari rumah-rumah, gang, dan permukaan jalan menuju sistem drainase yang lebih besar. Jika jalur awal ini mengalami kerusakan atau penyempitan, air dapat tertahan dan berpotensi menimbulkan genangan.

Usulan Warga Melalui Musrenbang

Revitalisasi di Gang Palem IV merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang. Mekanisme tersebut memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan di tingkat lingkungan, termasuk persoalan drainase yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Deby menjelaskan bahwa kapasitas saluran akan meningkat setelah pekerjaan selesai. Kondisi tersebut diharapkan membuat fungsi drainase lebih efektif dalam menerima debit air ketika hujan turun.

“Pengerjaan dimulai sejak Senin (14/9) dan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan,” ujarnya.

Perbaikan drainase bukan hanya berkaitan dengan konstruksi baru, tetapi juga dengan kesinambungan fungsi saluran setelah proyek selesai. Sampah rumah tangga, daun, tanah, dan material lain yang masuk ke dalam drainase dapat menghambat arus air. Karena itu, partisipasi warga tetap dibutuhkan agar kapasitas saluran yang telah diperbaiki tidak kembali berkurang.

“Saya minta warga ikut menjaga kebersihan saluran, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ucapnya.

Kondisi Saluran Sebelumnya Sudah Rusak

Ketua RT 08/06 Kelurahan Ciracas, Misar Sulaeman, menyambut baik realisasi proyek tersebut. Ia menggambarkan bahwa saluran sebelumnya telah digunakan sekitar 15 tahun dan mengalami berbagai kerusakan.

“Saluran air lama menggunakan hong berdiameter sekitar 30 sentimeter (cm) yang sudah lama sejak sekitar 15 tahun lalu, banyak kerusakan, amblas, dan keropos,” kata Misar.

Kerusakan seperti amblas dan keropos dapat memengaruhi kelancaran air serta kekuatan struktur saluran. Selain itu, diameter saluran lama sekitar 30 sentimeter dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan aliran air di lingkungan tersebut, terutama pada saat curah hujan tinggi.

Penggunaan U-ditch berukuran 40 x 40 sentimeter diharapkan memberi ruang tampung yang lebih besar. Bentuk saluran terbuka ini juga dapat memudahkan pemantauan kondisi di dalam drainase, sehingga gangguan seperti endapan atau sampah dapat lebih cepat diketahui oleh warga maupun petugas.

Harapan untuk Lingkungan yang Lebih Lancar

Bagi kawasan permukiman, kelancaran drainase menentukan seberapa cepat air hujan bergerak dari titik-titik rendah menuju jalur pembuangan. Saat saluran berfungsi baik, air dari halaman rumah, jalan lingkungan, serta aliran kecil di sekitar permukiman dapat tersalurkan dengan lebih teratur.

Misar berharap konstruksi baru tersebut dapat menjawab persoalan kapasitas yang selama ini dihadapi warga. Manfaatnya diharapkan terasa ketika hujan deras terjadi dan aliran air dari lingkungan sekitar meningkat.

“Semoga aliran air di lingkungan permukiman dapat lebih lancar dan potensi genangan saat musim hujan dapat diminimalisir,” ucap Misar.

Setelah revitalisasi rampung, kebersihan drainase akan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan genangan. Warga dapat membantu dengan tidak membuang sampah ke saluran, memastikan area di sekitar drainase tidak tertutup material, serta melaporkan apabila menemukan kerusakan atau hambatan aliran.

Revitalisasi sepanjang 52 meter di Gang Palem IV menjadi langkah penanganan infrastruktur lingkungan yang diarahkan pada kebutuhan nyata warga. Dengan saluran yang lebih kokoh dan berkapasitas lebih besar, risiko air tertahan di kawasan permukiman diharapkan dapat ditekan saat musim hujan.

Frequently Asked Questions

What is Cegah banjir SDA Jaktim revitalisasi saluran?

Cegah banjir SDA Jaktim revitalisasi saluran is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Cegah banjir SDA Jaktim revitalisasi saluran matter?

Cegah banjir SDA Jaktim revitalisasi saluran matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *