Biaya Pengisian EV di Eropa Jauh Lebih Rendah daripada Solar
Fukushimask.com – Penggunaan kendaraan listrik di Eropa kembali mendapat sorotan setelah kajian Transport & Environment (T&E) menunjukkan biaya energi per kilometer untuk mobil listrik rata-rata masih berada di bawah separuh biaya bahan bakar mobil diesel. Temuan ini hadir saat harga solar menjadi beban yang makin berat bagi rumah tangga maupun dunia usaha di kawasan tersebut.
Kelompok lingkungan yang bermarkas di Brussel itu menilai percepatan elektrifikasi kendaraan perlu menjadi bagian penting dari respons Eropa terhadap tekanan energi. Kebijakan pemotongan pajak bahan bakar secara menyeluruh dinilai bukan jawaban yang paling tepat karena manfaatnya tidak selalu terkonsentrasi pada kelompok yang paling membutuhkan bantuan.
Selisih biaya per kilometer
Perbandingan T&E berfokus pada biaya pengisian energi, bukan keseluruhan biaya membeli atau merawat kendaraan. Untuk mobil diesel, konsumsi rata-rata yang digunakan mencapai 6,9 liter setiap 100 kilometer. Sementara itu, mobil listrik berbasis baterai diasumsikan memakai 20,2 kilowatt-jam listrik untuk jarak yang sama.
Dengan harga listrik sebesar 0,343 euro per kilowatt-jam, biaya operasional energi mobil listrik tetap jauh lebih rendah daripada mobil diesel. Gambaran ini penting bagi pengemudi yang mempertimbangkan pengeluaran harian atau bulanan, khususnya ketika pergerakan harga minyak dan produk olahannya terus menekan anggaran transportasi.
T&E juga menilai angka biaya listrik tersebut cenderung menjadi perkiraan batas atas. Perhitungan telah memasukkan hubungan harga listrik dengan harga gas, sekaligus jeda waktu sebelum perubahan harga energi diteruskan kepada pelanggan rumah tangga. Artinya, penghematan penggunaan EV berpotensi lebih besar apabila tarif listrik tidak naik secepat asumsi dalam analisis.
Pengisian tangki diesel makin mahal
Tekanan yang dihadapi pengemudi diesel terlihat jelas pada biaya pengisian tangki. Untuk tangki berkapasitas 50 liter, pengendara kini perlu mengeluarkan tambahan 32 euro dibandingkan awal tahun. Dengan kurs yang dicantumkan, satu euro setara Rp20.426, sehingga lonjakan tersebut menjadi pengeluaran yang signifikan bagi pengguna kendaraan berbahan bakar diesel.
Sekitar 16 euro dari kenaikan biaya itu berkaitan dengan membesarnya margin kilang minyak. Estimasi Bank Sentral Eropa atau ECB memperlihatkan margin tersebut meningkat dari sekitar 0,10 euro per liter pada Februari menjadi 0,41 euro per liter pada sekitar 14 September.
Kenaikan margin pengolahan memperlihatkan bahwa biaya yang dibayar konsumen tidak semata-mata dipengaruhi harga minyak mentah. Rantai pasokan, kapasitas pengolahan, perdagangan produk bahan bakar, serta kondisi pasar energi dapat sama-sama menentukan harga yang muncul di pompa pengisian.
“Kita berada pada momen kritis dalam krisis solar. Harga sudah sangat tinggi bagi masyarakat dan pelaku usaha, dan jika Amerika Serikat memblokir ekspor solar, ada risiko nyata terjadinya kekurangan pasokan yang serius,” kata Antony Froggatt, direktur senior T&E.
Froggatt menekankan bahwa elektrifikasi diperlukan untuk mengurangi kerentanan transportasi terhadap gejolak minyak. Namun, langkah jangka pendek tetap dibutuhkan selama peralihan kendaraan dan infrastruktur pengisian daya belum menjangkau seluruh masyarakat.
“Elektrifikasi merupakan satu-satunya cara untuk memastikan ini menjadi krisis minyak yang terakhir. Namun, kita juga membutuhkan langkah-langkah jangka pendek,” ujarnya.
Bantuan bagi kelompok rentan dan pajak keuntungan tak terduga
T&E mendorong bantuan yang lebih terarah bagi rumah tangga berpenghasilan rendah ketimbang pemangkasan pajak bahan bakar untuk semua pengguna. Pendekatan tersebut dimaksudkan agar dukungan publik benar-benar menjangkau pihak yang paling terdampak lonjakan ongkos transportasi dan energi.
Selain bantuan langsung, organisasi itu mengusulkan windfall tax atau pajak atas keuntungan tak terduga bagi perusahaan energi. Dana yang terkumpul dapat digunakan untuk memperkuat angkutan umum serta membantu program penggantian kendaraan lama. Kombinasi kebijakan ini dipandang dapat memberi perlindungan sementara tanpa menghambat arah transisi menuju transportasi yang lebih sedikit bergantung pada bahan bakar fosil.
Tekanan terhadap industri minyak juga terlihat dari hasil analisis T&E sebelumnya. Enam dari delapan perusahaan minyak besar yang diperiksa, termasuk BP dan Shell, membukukan laba di Uni Eropa lebih dari dua kali lipat pada kuartal kedua 2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Potensi penghematan juga terlihat pada truk berat
Perdebatan tidak hanya menyangkut mobil penumpang. Studi T&E yang diterbitkan pada 28 September menemukan truk berat listrik berbasis baterai telah memiliki total biaya kepemilikan lebih rendah daripada truk diesel di enam dari sembilan pasar utama Uni Eropa.
Enam pasar tersebut menyumbang 46 persen penjualan truk berat baru di blok Eropa itu. Temuan ini memberi sinyal bahwa elektrifikasi angkutan barang mulai memiliki dasar ekonomi yang lebih kuat, meski penerapannya tetap bergantung pada ketersediaan kendaraan, jaringan pengisian daya berkapasitas besar, serta pola operasi perusahaan logistik.
Bagi pelaku usaha, total biaya kepemilikan mencakup lebih banyak unsur daripada harga pembelian awal. Biaya energi, pemeliharaan, penggunaan kendaraan dalam jangka panjang, dan kebutuhan operasional menjadi pertimbangan utama. Karena itu, biaya energi yang lebih rendah dapat menjadi faktor penting dalam keputusan mengganti armada diesel.
Energi minyak dan gas perlu mendapat perhatian setara
Komisaris Uni Eropa untuk Energi dan Perumahan Dan Jorgensen telah mengirim surat kepada negara-negara anggota agar mempertimbangkan langkah penghematan energi sebagai persiapan menghadapi kemungkinan tingginya harga gas. T&E menilai perhatian kebijakan tidak seharusnya berhenti pada gas.
Dalam krisis energi saat ini, minyak dan solar dipandang sebagai komoditas yang paling terdampak. Hal tersebut relevan karena transportasi jalan masih sangat bergantung pada produk minyak, sehingga perubahan harga solar dapat segera terasa dalam biaya perjalanan pribadi, distribusi barang, dan kegiatan ekonomi sehari-hari.
Selisih biaya antara EV dan diesel menunjukkan bahwa transisi kendaraan tidak semata berkaitan dengan target lingkungan. Bagi konsumen dan perusahaan, pilihan sumber tenaga juga semakin berkaitan dengan kemampuan mengendalikan biaya di tengah pasar energi yang tidak menentu.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Analisis?
Analisis is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Analisis matter?
Analisis matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

