Dejan/Felisha kian padu setelah raih kemenangan perdana

7 hours ago  ·  4 min read
By Daniel Johnson - fukushimask.com
IMG-20261021-WA0122

Dejan/Felisha Makin Menyatu Usai Menang di Hylo Open 2026

Fukushimask.com – Pasangan ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinansyah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu membuka langkah mereka di Hylo Open 2026 dengan kemenangan yang memberi dorongan penting. Tampil pada babak 32 besar di Saarbrücken, Jerman, Rabu, mereka menundukkan wakil tuan rumah Patrick Volkmann/Franziska Volkmann dalam laga tiga gim, 21-14, 19-21, 21-16.

Hasil tersebut membawa Dejan/Felisha melaju ke babak 16 besar. Lebih dari sekadar tiket ke putaran berikutnya, kemenangan ini menjadi penanda perkembangan kerja sama mereka setelah menjalani tiga pertandingan bersama sebagai pasangan.

Felisha merasakan pemahaman di antara mereka mulai tumbuh, meski pola permainan yang diinginkan belum sepenuhnya terbentuk. Komunikasi selama pertandingan menjadi bagian besar dari proses membangun kekompakan itu.

“Secara chemistry dari tiga pertandingan ini, terasa lebih berkembang dan lebih tahu juga satu sama lain. Untuk pola permainannya belum sempurna tapi sudah lebih faham satu sama lain,” kata Felisha dalam keterangan resmi PP PBSI.

Komunikasi Menjadi Fondasi

Dalam nomor ganda campuran, keselarasan bukan hanya terlihat dari reli panjang atau pukulan-pukulan pemenang. Pembagian wilayah lapangan, cara merespons tekanan, serta keputusan dalam waktu singkat sangat menentukan jalannya pertandingan. Dejan dan Felisha terus berupaya mengisi kekurangan satu sama lain sambil menjaga semangat saat permainan tidak berjalan sesuai rencana.

Felisha menilai mereka mampu mengendalikan sebagian besar pertandingan, terutama ketika memenangi gim pembuka. Keunggulan 21-14 itu memberi gambaran bahwa mereka dapat menerapkan rencana bermain dengan cukup efektif di awal laga.

“Pertandingan hari ini berjalan cukup baik dan menang pertama kali dengan Dejan Ferdinansyah. Secara keseluruhan bisa mengontrol jalannya pertandingan,” ujar Felisha.

Kemenangan pertama bersama ini dapat menjadi modal penting untuk membangun rasa percaya diri. Setiap laga memberi kesempatan bagi pasangan baru untuk membaca kebiasaan rekan sendiri, mulai dari pilihan servis, arah pengembalian, hingga cara menghadapi perubahan ritme dari lawan.

Momentum Sempat Beralih pada Gim Kedua

Meski unggul pada gim pertama, Dejan/Felisha harus menghadapi respons berbeda dari Volkmann/Volkmann pada gim kedua. Pasangan Jerman meningkatkan kecepatan permainan dan mengubah pendekatan mereka, sehingga wakil Indonesia tidak lagi leluasa mengatur tempo.

Perubahan itu membuat Dejan/Felisha terseret ke pola permainan lawan. Mereka akhirnya kehilangan gim kedua dengan skor tipis 19-21, yang memaksa pertandingan ditentukan pada gim ketiga.

“Di game kedua tadi lawan mencoba merubah pola dan lebih cepat, kami terbawa tempo mereka,” ujar Dejan.

“Kami kurang nyaman dengan pola mereka di game kedua,” katanya menambahkan.

Situasi tersebut memperlihatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dalam pertandingan tiga gim. Ketika lawan mempercepat serangan, pasangan ganda harus segera menemukan cara untuk memperbaiki penguasaan bola, memperkuat pertahanan, dan kembali menciptakan peluang menyerang. Dejan/Felisha mampu melakukan penyesuaian pada gim penentuan untuk merebut kemenangan 21-16.

Karakter Arena Turut Memengaruhi Laga

Selain perlawanan lawan, kondisi arena juga menjadi tantangan tersendiri. Felisha menjelaskan bahwa gedung pertandingan di Saarbrücken tidak terlalu besar dan memiliki ketinggian terbatas. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap laju shuttlecock, sehingga pemain perlu menyesuaikan kontrol pukulan dan perhitungan arah bola.

“Di penyesuaian lapangan cukup ada kendala, karena di sini hall-nya tidak besar dan tidak tinggi jadi tekanan shuttlecock juga jauh berbeda dari pertandingan lain, apalagi saat game kedua,” kata Felisha.

Penyesuaian terhadap arena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari turnamen bulu tangkis. Karakter angin, pencahayaan, tinggi gedung, serta respons shuttlecock dapat membuat strategi yang berhasil di satu pertandingan membutuhkan perubahan pada laga berikutnya. Bagi pasangan yang masih mencari pola ideal, faktor ini menambah nilai pengalaman dari setiap pertandingan yang dijalani.

Dejan juga melihat ancaman utama pasangan Jerman datang dari kekuatan smes pemain putra dan kemampuan mereka mengembalikan bola. Kombinasi tersebut membuat reli menjadi lebih sulit dituntaskan dan menuntut kesabaran saat membangun serangan.

Walau menghadapi pasangan tuan rumah, Dejan tidak merasa mendapat tekanan besar dari tribun. Atmosfer di lokasi pertandingan disebutnya relatif tenang karena jumlah penonton tidak terlalu banyak.

“Melawan wakil tuan rumah untuk tekanan dari suporter tidak terlalu berasa karena tidak banyak penonton di sini, jadi seperti main biasa aja,” ujar Dejan.

Keberhasilan melewati pertandingan yang sempat berbalik arah memberi Dejan/Felisha bekal berharga menuju babak 16 besar Hylo Open 2026. Mereka masih memiliki ruang untuk menyempurnakan pola bermain, tetapi perkembangan komunikasi dan chemistry dalam tiga laga awal menunjukkan fondasi kerja sama yang mulai terbentuk.

Frequently Asked Questions

What is Dejan Felisha kian padu setelah raih?

Dejan Felisha kian padu setelah raih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dejan Felisha kian padu setelah raih matter?

Dejan Felisha kian padu setelah raih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *