Dirpem ANTARA ungkap harapan kerja sama media Asia-Pasifik

2 hours ago  ·  4 min read
By Richard Wilson - fukushimask.com
CjkinzN000013_20260906_CBMFN0A001

Forum Media Asia-Pasifik di Shenzhen: ANTARA Tekankan Peran Pertukaran Jurnalistik di Tengah Keragaman Kawasan

Fukushimask.com – Kota Shenzhen, pusat teknologi dan ekonomi di pesisir selatan Tiongkok, menjadi tuan rumah Forum Media Asia-Pasifik pada Sabtu, 5 September. Acara ini diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian kegiatan resmi dalam kerangka “Tahun Tiongkok” APEC 2026, di mana Tiongkok memegang peran sebagai negara tuan rumah forum ekonomi terbesar di kawasan samudra Pasifik. Kehadiran lebih dari 40 negara dan kawasan, ditambah perwakilan lembaga-lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa serta organisasi internasional, menjadikan forum tersebut salah satu pertemuan media multilateral terbesar yang pernah digelar di kawasan Asia-Pasifik.

Posisi ANTARA dalam Diskursus Media Global

Dari Indonesia, Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA hadir melalui Direktur Pemberitaannya, Virgandhi Prayudantoro. Sebagai kantor berita nasional tertua di Indonesia yang berdiri sejak era kolonial dan telah beroperasi selama hampir sembilan dekade, ANTARA membawa mandat untuk memperkuat posisi jurnalistik Indonesia di panggung internasional. Dalam pidato utamanya di forum tersebut, Virgandhi menegaskan kembali komitmen institusional ANTARA untuk memperluas jejaring kerja sama dengan mitra media di seluruh dunia, bukan sekadar di lingkup Asia-Pasifik.

Lebih jauh, Virgandhi menyatakan kesiapan ANTARA untuk mendukung dan mempromosikan Konsensus Shenzhen Forum Media Asia-Pasifik 2026, dokumen hasil kesepakatan yang baru saja dicapai oleh para peserta forum. Konsensus semacam ini biasanya memuat prinsip-prinsip bersama mengenai etika jurnalistik, pertukaran informasi lintas batas, serta mekanisme kolaborasi konten yang disepakati oleh seluruh pihak peserta.

“Mengingat kawasan Asia-Pasifik cukup luas dan beragam dari sisi latar belakang kebudayaan, sistem politik, lingkungan alam hingga bahasa dan kondisi nasional, maka pertukaran media menjadi vital demi mendorong rasa saling mengenal satu sama lain dan pembelajaran timbal balik.”

Pernyataan tersebut merujuk pada realitas bahwa kawasan Asia-Pasifik mencakup lebih dari 40 ekonomi dengan spektrum sistem pemerintahan yang sangat lebar — dari demokrasi liberal hingga negara satu partai — serta ratusan bahasa dan ribuan kelompok etnis. Dalam konteks demikian, media menjadi salah satu saluran paling efektif untuk membangun pemahaman lintas batas, terutama ketika jalur diplomatik formal belum mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Dimensi Praktis Kerja Sama Media

Dalam sesi wawancara dengan Xinhua, Virgandhi merinci bentuk-bentuk konkret pertukaran yang ia anggap mendesak untuk dikembangkan:

“Kami merasa forum ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mewujudkan pertukaran tersebut, mulai dari pertukaran berita, pembuatan konten bersama hingga berbagi informasi dan pertukaran personel untuk para jurnalis.”

Empat pilar yang disebutkan — pertukaran berita, produksi konten kolaboratif, berbagi informasi, dan rotasi personel jurnalistik — mencerminkan spektrum kerja sama media yang telah lama menjadi agenda di berbagai forum internasional. Pertukaran berita memungkinkan kantor berita berbagi akses langsung ke peristiwa di negara mitra. Pembuatan konten bersama, seperti dokumenter atau laporan investigasi lintas negara, membuka dimensi naratif yang tidak dapat dicapai oleh satu media secara mandiri. Sementara itu, pertukaran personel memberikan pengalaman langsung bagi jurnalis tentang ekosistem media di negara lain, termasuk tantangan regulasi, teknologi, dan budaya kerja yang berbeda.

Konteks APEC dan Peran Media dalam Integrasi Ekonomi

Forum ini tidak berdiri sendiri. Sebagai bagian dari kegiatan “Tahun Tiongkok” APEC 2026, forum media tersebut sejalan dengan agenda lebih luas APEC yang menitikberatkan pada integrasi ekonomi, perdagangan bebas, dan konektivitas digital di kawasan Pasifik. Media, dalam kerangka ini, dipandang sebagai infrastruktur lunak yang menopang kepercayaan publik terhadap proses integrasi ekonomi. Tanpa pemahaman yang memadai di kalangan masyarakat tentang mekanisme kerja sama ekonomi lintas batas, agenda perdagangan dan investasi sulit memperoleh legitimasi sosial.

Shenzhen sendiri dipilih sebagai lokasi bukan tanpa alasan. Kota yang berjarak sekitar 120 kilometer dari Hong Kong ini telah berkembang menjadi salah satu pusat inovasi teknologi dan ekonomi digital terbesar di Tiongkok. Kehadiran forum media di kota tersebut mengirim sinyal bahwa kerja sama jurnalistik di kawasan kini tidak lagi terbatas pada pertukaran teks tradisional, tetapi juga mencakup dimensi teknologi informasi, jurnalisme data, dan produksi konten digital yang menjadi tren utama industri media global.

Implikasi bagi Lanskap Media Indonesia

Bagi Indonesia, partisipasi aktif dalam forum semacam ini memiliki dimensi strategis. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 700 bahasa daerah dan populasi yang terus tumbuh, Indonesia membutuhkan akses informasi yang seimbang dari seluruh penjuru kawasan. Kerja sama media yang dibangun melalui forum multilateral seperti ini dapat membantu mengurangi dominasi narasi satu arah dan memastikan bahwa perspektif Indonesia serta negara-negara berkembang di Asia-Pasifik terwakili secara proporsional dalam arus informasi global.

Komitmen yang diartikulasikan oleh Virgandhi di Shenzhen juga sejalan dengan kebutuhan domestik Indonesia untuk memperkuat kapasitas jurnalistik di daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau oleh liputan media nasional maupun internasional. Pertukaran personel dan berbagi informasi yang dibahas dalam forum dapat menjadi saluran transfer pengetahuan teknis yang mempercepat profesionalisme jurnalistik di seluruh pelosok negeri.

Dengan demikian, Forum Media Asia-Pasifik di Shenzhen bukan sekadar agenda seremonial dalam kalender APEC, melainkan ruang negosiasi praktis di mana prinsip-prinsip kerja sama jurnalistik lintas batas dirumuskan, diuji, dan dioperasionalkan. Bagi ANTARA dan media Indonesia secara luas, forum ini membuka jendela menuju kolaborasi yang lebih substansial di tengah kompleksitas geopolitik dan keragaman budaya yang menjadi ciri khas kawasan Asia-Pasifik.

Frequently Asked Questions

What is Dirpem ANTARA ungkap harapan kerja sama?

Dirpem ANTARA ungkap harapan kerja sama is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Dirpem ANTARA ungkap harapan kerja sama matter?

Dirpem ANTARA ungkap harapan kerja sama matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category