JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki kemitraan di Indonesia

21 hours ago  ·  4 min read
By Sandra Jones - fukushimask.com
khrisna-edit-1788167881-2b112baf3a

Belasan Sineas Australia Siap Jajaki Kolaborasi Perfilman dengan Industri Indonesia

Fukushimask.com – Yogyakarta kembali menjadi titik temu bagi dunia perfilman Asia-Pasifik ketika Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) membuka jalur baru bagi belasan produser dan sineas asal Australia untuk membangun kemitraan kreatif dengan pelaku industri film di Indonesia serta kawasan Asia-Pasifik secara lebih luas. Inisiatif ini diwujudkan melalui program “Producers Exchange” yang diluncurkan di dalam kerangka JAFF Market, bekerja sama dengan Adelaide Film Festival (AFF) dan platform penjajakan mitra mylab. Program tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 28 hingga 30 November 2026, bertepatan dengan penyelenggaraan tahun ketiga pasar film JAFF Market di Yogyakarta.

Fokus pada Proyek Film yang Memiliki Benang Merah dengan Indonesia

Mekanisme Producers Exchange dirancang untuk membawa proyek-proyek film panjang—baik bergenre fiksi, animasi, maupun dokumenter—dari Australia ke dalam platform kurasi karya JAFF Future Project (JFP). AFF secara khusus akan menyaring proyek yang memiliki keterkaitan naratif atau proses produksi dengan Indonesia, dengan prioritas diberikan pada karya yang masih berada pada tahap pengerjaan atau work-in-progress. Satu perwakilan dari setiap proyek terpilih, entah itu produser maupun penulis-sutradara, akan memperoleh bantuan perjalanan untuk hadir langsung di JAFF Market.

Di balik skema kolaborasi ini terdapat ambisi strategis yang melampaui sekadar pertukaran proyek satu kali. Mat Kesting, CEO sekaligus Direktur Kreatif AFF, menegaskan posisi festivalnya dalam konteks geopolitik perfilman kawasan:

“AFF bangga dapat mendorong kolaborasi di kawasan geografis kami serta membantu membangun hubungan budaya dan kreatif dengan nnegara-negara tetangga. Kemitraan yang autentik dan telah terjalin lama dengan JAFF Market dan JAFF merupakan sumber kebanggaan sekaligus hubungan timbal-balik yang kami harapkan dapat terus berlangsung selama bertahun-tahun mendatang.”

Dari Proyek Individual ke Hubungan Jangka Panjang

Direktur JAFF Market, Linda Gozali, menjelaskan bahwa kehadiran Producers Exchange berdampingan dengan JAFF Future Project menandai pergeseran paradigma: dari pembicaraan yang berpusat pada proyek-proyek individual menuju pembentukan hubungan jangka panjang antara industri perfilman Australia dan Asia Tenggara.

“Dengan hadirnya ‘Producers Exchange’ berdampingan dengan JAFF Future Project, kami memperluas pembicaraan dari proyek-proyek individual menuju hubungan jangka panjang antara para produser serta industri perfilman Australia dan Asia Tenggara,” ujar Gozali dalam siaran pers JAFF Market di Jakarta, Senin.

Pergeseran ini penting karena selama ini interaksi perfilman lintas negara di kawasan Asia-Pasifik kerap terhenti pada tahap transaksi proyek tunggal. Dengan menjadikan kemitraan berkelanjutan sebagai tujuan utama, JAFF Market berupaya menciptakan ekosistem di mana hubungan bisnis dan kreatif tidak bergantung pada satu festival atau satu musim produksi saja.

Peran mylab dalam Menjembatani Akses Industri

Di samping fasilitas kehadiran di Yogyakarta, program kolaborasi ini juga memfasilitasi pertemuan langsung antara 12 sineas dan produser Australia yang terpilih dengan calon mitra industri di berbagai penjuru Asia-Pasifik melalui mekanisme penjajakan mitra secara terbuka. mylab, platform yang didirikan oleh Lorna Tee, menyediakan layanan penjajakan mitra bagi para peserta agar mereka dapat memetakan peluang industri perfilman di kawasan secara lebih komprehensif.

“Kami berharap dapat membantu lebih banyak pelaku industri film Australia dan Asia untuk berkembang bersama di kawasan Asia-Pasifik, sekaligus membangun hubungan yang lebih kuat antara sineas dan perusahaan produksi,” ujar Lorna Tee, pendiri dan kurator mylab.

Pendanaan melalui Festival Bridges

Seluruh fasilitas yang diberikan kepada peserta—termasuk akreditasi pasar, akses ke sesi pertemuan, serta bantuan perjalanan perwakilan menuju Yogyakarta—didanai oleh Office for the Arts Pemerintah Australia melalui inisiatif Festival Bridges. Program Festival Bridges sendiri diinisiasi oleh AFF dan berfungsi mendukung partisipasi sineas Australia dalam berbagai festival serta pasar film internasional. Di antara mitra yang telah terjalin melalui skema ini terdapat “Marché du Film”, pasar film resmi di bawah naungan Festival Film Cannes, Prancis.

Implikasi bagi Ekosistem Perfilman Indonesia

Bagi industri perfilman Indonesia, kehadiran program ini membawa konsekuensi praktis yang signifikan. Yogyakarta, yang selama beberapa tahun terakhir telah membangun reputasi sebagai simpul pasar film Asia-Pasifik melalui JAFF Market, kini mendapat tambahan arus investasi kreatif dari Australia—negara yang memiliki tradisi produksi film panjang yang mapan serta infrastruktur pasca-produksi yang kuat. Bagi sineas Indonesia, akses terhadap pendampingan produksi, co-production, dan distribusi lintas negara menjadi lebih terbuka ketika kerangka kerja sama telah difasilitasi oleh institusi festival yang kredibel.

Sementara itu, bagi sineas Australia, Indonesia menawarkan pasar penonton yang besar, kekayaan narasi lokal yang belum banyak dieksplorasi secara sinematik, serta potensi kolaborasi yang sejalan dengan kebijakan budaya Australia untuk memperkuat ikatan dengan negara-negara tetangga di Asia-Pasifik. Pertemuan di Yogyakarta pada akhir November 2026, jika berjalan sesuai rencana, berpotensi menghasilkan sejumlah proyek co-production yang akan memasuki tahap pengembangan dalam waktu dekat—sebuah indikator bahwa dialog perfilman dua negara tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah memasuki fase eksekusi konkret.

Frequently Asked Questions

What is JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki?

JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki matter?

JAFF buka peluang perfilman Australia jajaki matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category