Hiburan

Penyanyi Inul Daratista terbuka untuk kolaborasi dengan musisi lain

Penyanyi Inul Daratista Terbuka untuk Kolaborasi dengan Musisi Lain Penyanyi Inul Daratista terbuka untuk kolaborasi - Dalam sebuah wawancara di Jakarta

Desk Hiburan
Published June 19, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Penyanyi Inul Daratista Terbuka untuk Kolaborasi dengan Musisi Lain

Penyanyi Inul Daratista terbuka untuk kolaborasi – Dalam sebuah wawancara di Jakarta, penyanyi dangdut Inul Daratista menyampaikan sikap terbukanya terhadap kolaborasi dengan musisi dari berbagai genre. Meski terbuka, ia menekankan bahwa faktor kecocokan suara menjadi kunci utama dalam memutuskan apakah dirinya akan terlibat dalam proyek musik bersama. “Sebenarnya ada peluang kolaborasi, tapi harus ada keselarasan vokal agar kualitas lagu tetap terjaga,” ujarnya pada hari Kamis.

Menurut Inul, kolaborasi tidak hanya bergantung pada kemauan untuk bekerja bersama, tetapi juga pada kompatibilitas antara karakter suara masing-masing peserta. Ia menjelaskan bahwa proses sinergi musik memerlukan harmonisasi yang tepat, baik secara teknis maupun estetika. “Kalau tidak selaras, suara justru bisa saling mengganggu, dan itu akan mengurangi kekuatan musik yang dihasilkan,” tambahnya.

“Kita saling membantu di setiap acara, dan sinerginya ada. Kalau suara beriringan dengan baik, pertunjukan pun akan lebih lancar,” kata Inul.

Menjadi salah satu penyanyi dangdut yang mendunia, Inul juga mengamati bagaimana genre ini bisa beradaptasi dengan aliran musik lain. Ia menyoroti keberhasilan sinergi dangdut dengan pop dan disko dalam beberapa acara televisi. “Dangdut sekarang tidak lagi statis, bisa berpadu dengan musik modern dan menciptakan sesuatu yang baru,” ujarnya.

Selama 22 tahun berkiprah di industri musik, Inul telah menunjukkan bahwa dangdut mampu bertahan dan berkembang meski menghadapi tantangan dari musik-musik generasi baru. Ia memperkenalkan tarian “Goyang Dombret” yang menjadi fenomena nasional, serta membawa genre ini ke panggung internasional. “Dengan sinergi ini, dangdut bisa terus relevan, bahkan lebih dinamis,” katanya.

“Ya serulah, artinya dangdut sudah diakui oleh seluruh masyarakat. Aku juga merasa semangat, karena dengan begitu aku bisa memacu diri untuk tidak tertinggal oleh generasi muda,” tambah Inul.

Menurut Inul, kolaborasi antar musisi lintas generasi dan genre bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menunjukkan kemampuan dangdut untuk menjadi alat ekspresi yang universal. Ia menilai bahwa keterbukaan terhadap musik lain membantu dangdut tetap hidup dan berkembang. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa dangdut bisa dipertunjukkan dalam berbagai bentuk, asal tetap mengandung inti khasnya,” jelasnya.

Sebagai salah satu ikon musik dangdut, Inul Daratista juga menekankan pentingnya menjaga identitas genre ini. Meski terbuka terhadap inovasi, ia tetap memastikan bahwa inti dari dangdut—yang dipenuhi oleh irama dan lagu yang kuat—tidak terabaikan. “Dangdut bukan hanya musik, tapi juga budaya. Jadi, kita harus tetap menjaganya sebagai bagian dari warisan kita,” katanya.

Kolaborasi dan Pemeliharaan Budaya

Inul Daratista menekankan bahwa tanggung jawab para musisi dalam kolaborasi bukan hanya untuk menciptakan musik yang menarik, tetapi juga untuk mempertahankan nilai-nilai yang menjadi ciri khas dangdut. “Kalau kita terlalu mengikuti tren, dangdut bisa kehilangan esensinya,” ujarnya.

Sebagai seseorang yang telah mengabdikan diri selama dua dekade, Inul berharap bahwa kolaborasi bisa menjadi jembatan untuk melestarikan dangdut sebagai musik budaya. Ia menilai bahwa sinergi antar genre tidak hanya memperkaya karya musik, tetapi juga memberi ruang bagi anak muda untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk baru. “Dengan kolaborasi, dangdut bisa terus berkembang tanpa kehilangan jati,” katanya.

“Dangdut sekarang tidak hanya dianggap sebagai musik lokal, tetapi juga bisa diakui secara internasional. Karena itu, kita harus tetap menjaga kualitas dan makna dari lagu-lagu ini,” tambah Inul.

Ia menyebut bahwa dengan adanya kolaborasi, penampilan dangdut dalam acara televisi atau pertunjukan lain menjadi lebih menarik. “Kombinasi dengan pop atau disko bisa menghadirkan kesan yang berbeda, tetapi tetap merakyat,” ujarnya. Menurutnya, penggabungan genre ini membuka peluang untuk menjangkau audiens yang lebih luas, sekaligus menjaga eksistensi dangdut di tengah perubahan industri musik.

Kemungkinan Kolaborasi di Masa Depan

Inul Daratista juga menilai bahwa kolaborasi antar musisi lintas genre bisa menjadi langkah awal untuk mendorong keberlanjutan dangdut. Ia menyebut bahwa fenomena ini bukan hal baru, tetapi semakin banyak terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Tahun lalu, aku sudah beberapa kali melihat musisi pop atau disko membawakan lagu dangdut dengan cara yang menarik,” jelasnya.

Dalam wawancara tersebut, Inul juga mengungkapkan harapan untuk terus melibatkan generasi muda dalam memperkaya dunia musik dangdut. “Kalau anak muda tertarik, mereka bisa membawa inovasi baru yang bisa bergabung dengan tradisi,” katanya. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membawa dangdut ke era modern.

“Dengan begitu, aku juga merasa termotivasi untuk terus berkembang, karena jangan sampai ketinggalan dengan aliran musik yang sedang populer,” tambah Inul.

Menurut Inul, sinergi musik seperti ini tidak hanya menguntungkan dari segi kreativitas, tetapi juga membantu menjaga ketertarikan dangdut di kalangan masyarakat. “Kalau tidak ada sinergi, lagu-lagu dangdut mungkin bisa kehilangan daya tariknya,” ujarnya. Ia menyatakan bahwa kolaborasi antar musisi harus didasari niat yang sama untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Sebagai penyanyi yang pernah mempopulerkan “Goyang Dombret”, Inul Daratista memahami betapa pentingnya vokal dalam menyampaikan pesan musik. “Suara adalah alat utama, jadi harus selaras,” katanya. Dengan ini, ia mengingatkan para musisi bahwa tidak semua kolaborasi akan berhasil, dan kecocokan karakteristik suara adalah faktor utama.

Menurut Inul, keberhasilan kolaborasi juga bergantung pada komunikasi dan pengertian antara semua pihak. “Kalau suara kita tidak sejalan, pertunjukan bisa terasa kaku,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sinergi musik adalah proses yang membutuhkan kesabaran dan keterbukaan. “Kita harus siap bekerja sama, dan tidak terburu-buru menghasilkan

Leave a Comment