Hiburan

Visit Agenda: Menekraf nilai Waisak momentum perkuat ekosistem ekraf berbasis budaya

Menekraf Nilai Waisak: Momen Perkuat Ekosistem Ekraf Berbasis Budaya Visit Agenda - Jakarta, Selasa – Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyoroti perayaan

Desk Hiburan
Published June 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Menekraf Nilai Waisak: Momen Perkuat Ekosistem Ekraf Berbasis Budaya

Visit Agenda –

Jakarta, Selasa – Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyoroti perayaan Hari Raya Waisak 2570 BE (Buddhist Era) tahun 2026 sebagai peluang strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang didasarkan pada budaya, pariwisata spiritual, serta diplomasi keberagaman. Ia menekankan bahwa perayaan ini tidak hanya memperkaya kehidupan spiritual masyarakat, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi kreatif nasional dan memperkuat citra Indonesia di kancah internasional. “Dharmasanti Waisak Nasional adalah momen yang menggabungkan nilai kedamaian, budaya, dan kreativitas,” ujar Riefky dalam pernyataan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta.

Waisak sebagai Platform Kreativitas Nasional

Menurut Riefky, acara Waisak Nasional 2026 menawarkan ruang luas bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan karya kreatifnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran komunitas seni dan budaya, serta kolaborasi para pelaku ekraf, membuktikan bahwa budaya bisa menjadi kekuatan pemersatu bangsa. “Perayaan ini bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi momentum untuk memperkuat nilai kedamaian, toleransi, dan persatuan,” jelasnya.

“Waisak mengajarkan welas asih dan menumbuhkan kebijaksanaan sebagai pedoman hidup bangsa Indonesia yang penuh harmoni. Apresiasi setinggi-tingginya kepada Walubi yang telah menunjukkan bagaimana tradisi dan spiritualitas dapat menjadi sumber inspirasi, inovasi, serta nilai ekonomi yang bersanding dengan harmoni di tengah masyarakat,” tutur Menteri Ekraf.

Perayaan tahun ini juga mengangkat tema utama “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan” serta subtema “Cinta Kasih Sumber Perdamaian Dunia.” Puncak acara menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional, penampilan paduan suara Walubi Jawa Tengah, dan pelepasan lentera perdamaian. Kegiatan ini secara simbolis memperkuat identitas Indonesia sebagai negara yang rukun dan bermartabat.

Penguatan Ekosistem Ekraf Melalui Kolaborasi Budaya

Kehadiran Kementerian Ekraf dalam perayaan Waisak Nasional 2026 dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kegiatan berbasis nilai budaya dan keagamaan. Riefky menjelaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan Walubi (Wadah Perwakilan Umat Buddha Indonesia) telah berkembang sejak perayaan tahun 2025, 2569 BE. Sinergi ini mulai dari pengembangan area pameran seni hingga penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang berbasis komunitas.

Salah satu fokus utama dari sinergi tersebut adalah memastikan bahwa budaya menjadi sumber daya ekonomi yang berkelanjutan. “Kita perlu mengubah pola pikir masyarakat agar budaya tidak hanya dianggap sebagai aset budaya, tetapi sebagai peluang bisnis dan inovasi,” tegas Riefky. Ia menambahkan bahwa kegiatan Waisak memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik melalui pariwisata maupun pengembangan industri kreatif lokal.

Di sisi lain, perayaan Waisak juga memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi dan perdamaian. Candi Borobudur, yang menjadi simbol utama perayaan tahun ini, turut dianggap sebagai representasi kekuatan budaya dalam membangun kesatuan nasional. “Borobudur menunjukkan bagaimana peradaban kita mampu menggabungkan agama, seni, dan spiritualitas menjadi satu,” kata Riefky.

Peran Walubi dalam Memperkaya Ekraf

Kementerian Ekraf mengapresiasi peran Walubi dalam menghadirkan budaya sebagai inspirasi dan nilai ekonomi. “Kolaborasi dengan Walubi selama ini telah membuktikan bahwa tradisi bisa diubah menjadi bentuk ekraf yang dinamis,” kata Riefky. Ia mencontohkan bagaimana kegiatan pameran seni, festival budaya, dan kerja sama dengan komunitas lokal membantu mengembangkan ekonomi kreatif.

Perayaan Waisak 2026 turut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah dan organisasi budaya. Dalam acara tersebut, Walubi juga memperkenalkan berbagai inisiatif baru, seperti pelatihan keterampilan kreatif dan pengembangan destinasi wisata berbasis budaya. “Ini menunjukkan bahwa Walubi tidak hanya menjadi penggerak spiritual, tetapi juga pendukung ekonomi kreatif,” tutur Riefky.

Menurut Riefky, keberhasilan Waisak Nasional 2026 menunjukkan potensi besar ekraf dalam memperkuat keberagaman dan identitas nasional. “Kita perlu merangkul semua elemen budaya, baik yang tradisional maupun modern, agar ekraf bisa berkembang secara holistik,” jelasnya. Ia menyoroti bahwa kegiatan seperti ini bisa menjadi model bagi negara lain dalam mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pembangunan ekonomi.

Kemitraan Nasional dan Internasional

Acara Waisak Nasional 2026 dihadiri oleh sejumlah tokoh lintas bangsa, yang menunjukkan komitmen Indonesia dalam membangun diplomasi budaya global. Selain itu, ratusan ribu umat Buddha dari berbagai daerah turut berpartisipasi, memperlihatkan semangat kebersamaan dan kerja sama yang terbangun. “Kehadiran mereka adalah bukti bahwa Waisak bukan hanya momen lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” kata Riefky.

Kementerian Ekraf juga menegaskan bahwa kegiatan Waisak Nasional 2026 merupakan bagian dari upaya membangun masyarakat yang inklusif, kreatif, dan berkeadaban. “Budaya harus menjadi pelaku utama dalam ekraf, bukan sekadar latar belakang,” tutur Riefky. Ia berharap, acara ini mendorong pengembangan ekraf yang berkelanjutan, dengan memanfaatkan potensi budaya dan spiritualitas sebagai fondasi.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia tidak hanya berfokus pada produk komersial, tetapi juga pada nilai-nilai sosial dan spiritual. Dengan menggabungkan budaya, seni, dan keagamaan, ekraf diharapkan mampu menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi. “Kita perlu melihat Waisak sebagai momentum untuk mengubah cara berpikir masyarakat tentang ekraf,” jelas Riefky.

Menurut Riefky, keterlibatan Walubi dalam ekraf membuka peluang baru untuk mengembangkan destinasi wisata spiritual dan produk budaya. “Kita bisa menggali potensi ekraf dari perayaan Waisak, seperti desain produk seni, perhotelan berbasis budaya, atau kuliner yang dipengaruhi tradisi,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan ekraf yang berbasis nilai-nilai keagamaan.

Dalam kesimpulannya, Riefky menegaskan bahwa Waisak Nasional 2026 adalah bukti keberhasilan ekraf Indonesia dalam memperkuat identitas nasional. “Kita perlu terus menggali potensi budaya untuk menggerakkan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” tutupnya. Kehadiran Kementerian Ekraf dalam acara ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan ekosistem ekraf yang lebih inklusif dan berdaya saing.

Leave a Comment