Hukum

What Happened During: Buronan penipuan daring internasional ditangkap di Jakarta

Buronan Penipuan Daring Internasional Ditangkap di Jakarta What Happened During - Kota Jakarta menjadi lokasi penting dalam operasi penangkapan terhadap Zheng

Desk Hukum
Published June 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Buronan Penipuan Daring Internasional Ditangkap di Jakarta

What Happened During – Kota Jakarta menjadi lokasi penting dalam operasi penangkapan terhadap Zheng Rongjing, seorang tersangka kasus penipuan daring yang terkait dengan jaringan kejahatan transnasional. Penangkapan terhadap Zheng dilakukan oleh Sekretariat NCB-Interpol Indonesia segera setelah ia mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada dini hari Kamis (25/6). Aksi ini menandai kemenangan dalam upaya pemberantasan kejahatan daring yang melibatkan kolaborasi antar negara.

Permintaan Kerja Sama dari NCB-Interpol Beijing

Menurut pernyataan Sekretaris Divisi Hubungan Internasional Polri, Brigjen Pol. Untung Widyatmoko, penangkapan Zheng berlangsung atas permintaan dari NCB-Interpol Beijing. Ia mengatakan bahwa tim NCB-Interpol Indonesia bertindak untuk mendukung upaya pemberantasan tindak pidana penipuan daring yang terafiliasi dengan sindikat kejahatan internasional. “Kami telah menangkap subjek Interpol Notice atas nama Zheng Rongjing berdasarkan permintaan yang diajukan oleh NCB-Interpol Beijing,” jelas Untung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat.

“Dalam rangka mendukung upaya pemberantasan tindak pidana penipuan daring yang terafiliasi dengan jaringan sindikat kejahatan internasional, kami telah melakukan penangkapan terhadap subjek Interpol Notice atas permintaan NCB-Interpol Beijing atas nama Zheng Rongjing,”

Untung menambahkan bahwa penangkapan ini dimulai ketika NCB-Interpol Beijing mengirimkan permintaan pada 5 Maret 2026 kepada NCB-Interpol Jakarta untuk melacak keberadaan Zheng. Tersangka ini diduga kuat menjadi salah satu pelaku utama dalam kejahatan penipuan daring yang merugikan banyak korban. “Subjek diketahui merupakan salah satu buronan yang masuk dalam daftar paling dicari (most wanted) dari Interpol Beijing. Aktivitas yang bersangkutan melakukan tindakan operasi ‘scam’ di salah satu ‘compound’ terbesar di Kamboja,” jelasnya.

Keterlibatan Tim Imigrasi dalam Penangkapan

Proses penangkapan Zheng berjalan lancar karena adanya keterlibatan aktif dari Tim Ditjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas). Menurut keterangan Untung, Zheng memasuki wilayah Indonesia pada Rabu (24/6) pukul 23.50 WIB menggunakan maskapai penerbangan AirAsia dengan nomor penerbangan QZ-475. Ia mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, yang kemudian menjadi titik awal dari penangkapan.

“Subjek diketahui merupakan salah satu buronan yang masuk dalam daftar paling dicari (most wanted) dari Interpol Beijing. Aktivitas yang bersangkutan melakukan tindakan operasi ‘scam’ di salah satu ‘compound’ terbesar di Kamboja,”

Dalam waktu singkat setelah mendarat, Zheng langsung diringkus oleh tim Sekretariat NCB-Interpol Indonesia. Koordinasi antara pihak Imigrasi dan polisi menjadi kunci keberhasilan operasi ini. “Penangkapan ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dengan pihak Imigrasi. Selanjutnya, subjek kami amankan di Polda Metro Jaya,” ucap Untung.

Investigasi Tujuan dan Aktivitas Zheng

Setelah berhasil menangkap Zheng, tim NCB-Interpol Indonesia melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap alasan dan tujuan ia datang ke Indonesia. Untung menunjukkan bahwa kehadiran Zheng di sini diduga sudah direncanakan matang. “Tentunya kalau seorang pemain besar dari ‘online scam’ datang ke Indonesia, di sini diduga sudah ada yang siap untuk menampung, di sini tentunya sudah siap infrastrukturnya,” katanya.

Menurut informasi yang didapat, Zheng terlibat dalam skema penipuan daring yang terorganisasi. Jaringan ini beroperasi di Kamboja, khususnya di kompleks besar yang menjadi pusat aktivitas penipuan. Tersangka ini dianggap sebagai otak atau pelaku utama dalam operasi yang merugikan ratusan korban di berbagai negara. Dengan penangkapan ini, pihak kepolisian menegaskan komitmen mereka dalam memerangi kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

Langkah Selanjutnya: Penyerahan ke RRT

Kini, Zheng akan diserahkan ke otoritas Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui mekanisme penyerahan formal. Proses ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antar negara dalam menangani kasus kejahatan daring yang melibatkan pelaku dari luar negeri. Untung menekankan bahwa penangkapan Zheng merupakan bentuk implementasi komitmen Polri untuk meningkatkan koordinasi hukum internasional.

Pelaku kejahatan daring seperti Zheng sering kali berpindah dari satu negara ke negara lain untuk menghindari penangkapan. Namun, dengan adanya sistem interpol dan kerja sama tim kepolisian serta instansi terkait, keberhasilan penangkapan ini menjadi contoh bagus dalam upaya pemberantasan kejahatan transnasional. Polda Metro Jaya menjadi lokasi tempat Zheng diawasi sementara sebelum diserahkan ke RRT.

Kebutuhan Kerja Sama Lintas Negara

Kasus Zheng menunjukkan bahwa kejahatan daring internasional membutuhkan upaya bersama antar negara. Pihak kepolisian Indonesia dan China berkomitmen untuk melanjutkan penegakan hukum hingga keberhasilan penangkapan pelaku utama. “Keberhasilan penangkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memperkuat kerja sama penegakan hukum lintas negara, khususnya dalam penanganan kejahatan transnasional terorganisasi serta pemberantasan jaringan ‘scam’ internasional,” pungkas Untung.

Penipuan daring merupakan bentuk kejahatan yang semakin marak di era digital. Dengan adanya keterlibatan Zheng dalam operasi besar, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap skema penipuan yang menggunakan teknologi internet sebagai media. Keberhasilan penangkapan ini juga memperlihatkan efektivitas kerja sama antar institusi, seperti NCB-Interpol dan Imipas, dalam menekan kejahatan lintas batas.

Dengan Zheng Rongjing terjebak di Indonesia, penegakan hukum diharapkan dapat terus dilakukan tanpa henti. Ini menjadi momentum penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan warga negara serta korban dari kejahatan daring yang sering kali terjadi di berbagai belahan dunia. Penyelidikan lanjutan akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh jaringan kejahatan yang terkait dengan tersangka ini.

Leave a Comment