Pembahasan Penting: Prakiraan Cuaca 2 Maret: Bibit Siklon 90S Muncul di Barat Daya Banten, Jawa hingga NTT Siaga Hujan Sangat Lebat

Prakiraan Cuaca 2 Maret: Bibit Siklon 90S Muncul di Barat Daya Banten, Jawa hingga NTT Siaga Hujan Sangat Lebat

Update Cuaca dan Dinamika Atmosfer

Pada Senin, 2 Maret 2026, BMKG merilis informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan pola dinamika atmosfer. Area yang menjadi perhatian utama adalah keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S, yang berada di Samudra Hindia sebelah barat daya Banten. Selain itu, beberapa sistem tekanan rendah juga berkontribusi pada pengembangan awan hujan di wilayah selatan Indonesia.

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Utama

Untuk wilayah Sumatra, cuaca diperkirakan berawan atau berawan tebal di Banda Aceh, Padang, dan Pekanbaru. Sementara itu, Jambi, Bengkulu, Palembang, Pontianak, Pangkalpinang, Tanjung Pinang, serta Bandar Lampung menghadapi hujan ringan. Di Pulau Jawa, Surabaya akan berawan, sedangkan Serang, Jakarta, Semarang, dan Medan dilaporkan hujan sedang. Bandung menjadi kota yang diprediksi mengalami hujan petir.

Di Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan terjadi di Mataram, sedangkan Denpasar, Kupang, serta Mamuju mengalami hujan petir. Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah memiliki cuaca berawan di Pontianak, dengan Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, dan Tanjung Selor diperkirakan hujan ringan. Wilayah Sulawesi meliputi Kendari dengan cuaca berkabut, Gorontalo berawan tebal, dan Makassar, Palu, Manado serta Manokwari mengalami hujan ringan.

Pola Cuaca dan Fenomena Atmosfer

Bibit Siklon Tropis 90S bergerak dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1008 hPa (100 mB). Fenomena ini diproyeksikan akan bergerak ke arah barat, dengan kemungkinan berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 hingga 72 jam ke depan. Meski risiko tersebut masih tergolong rendah, keberadaannya memengaruhi stabilitas atmosfer lokal. Di Samudra Pasifik Utara Papua dan Australia bagian utara, sistem tekanan rendah berkontribusi pada pembentukan jalur konvergensi serta konfluensi, yang memperkuat pertumbuhan awan hujan.

Dalam wilayah Laut Sulawesi, sirkulasi siklonik menciptakan pertemuan angin di perairan timur Kalimantan Utara. Kombinasi dari dinamika atmosfer ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sepanjang jalur konvergensi. BMKG memperingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

“Tetaplah berhati-hati dalam beraktivitas di luar ruangan. Pastikan selalu memperbarui informasi cuaca melalui website resmi www.bmkg.go.id, aplikasi Info BMKG, atau melalui media sosial kami di @infobmkg.”