Kemendikdasmen Kolaborasi dengan Swasta untuk Menghadirkan Ekshibisi Kecerdasan Artifisial
Visit Agenda – Jakarta, 1 Mei 2024 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Merkle Innovation meluncurkan lomba kompetensi siswa (LKS) Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) sebagai bagian dari rangkaian Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara kreatif dan produktif. Puspresnas Kemendikdasmen, lembaga yang mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa kecerdasan artifisial kini menjadi elemen penting dalam berbagai bidang, sehingga perlunya pendekatan yang lebih sistematis untuk melatih siswa SMA dan SMK yang berminat di bidang ini.
Tujuan dan Manfaat Program EKKA 2026
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan perusahaan swasta seperti Merkle Innovation bertujuan menghadirkan wadah kompetitif yang memfasilitasi siswa berbakat. “Kecerdasan artifisial tidak bisa dielakkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kami berupaya membangun platform yang memperkaya kemampuan mereka dalam menerapkan teknologi ini,” ujarnya. Irene menegaskan bahwa LKS EKKA dirancang untuk mendorong siswa baik dari jalur pendidikan menengah maupun kejuruan untuk melengkapi keterampilan teknis maupun inovatif.
“Tahun ini, kami mengembangkan LKS yang harapannya membuat siswa yang berminat pada bidang AI dapat mempraktikkan kemampuan mereka, sekaligus mengembangkan sumber daya manusia yang siap memimpin transformasi digital di Indonesia,” tambah Irene dalam webinar bertajuk “Sosialisasi Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial Jenjang Pendidikan Menengah 2026” yang digelar di Jakarta Pusat pada Senin.
Strategi Kemendikdasmen dalam Membentuk Talentai AI
Di samping itu, Staf Khusus Mendikdasmen bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan, Muhammad Muchlas Rowi, menyampaikan bahwa ekshibisi AI ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan kompetisi kecerdasan artifisial kepada siswa SMA dan SMK. “Tujuan utama dari pelaksanaan EKKA adalah menyiapkan calon talenta yang bisa bersaing di tingkat internasional, seperti International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI),” katanya. Menurut Rowi, program ini dirancang untuk menciptakan ekosistem AI yang inklusif, dengan membangun komunitas siswa, menemukan bakat, serta meningkatkan daya saing Indonesia di bidang teknologi.
“Kami ingin mengarahkan potensi siswa dari pengguna teknologi menjadi pencipta solusi yang inovatif,” imbuh Rowi, menjelaskan bahwa kompetisi ini tidak hanya memperkuat pengetahuan teoritis, tetapi juga memberikan pengalaman praktis dalam penerapan AI di dunia nyata.
Persiapan dan Persyaratan Peserta
Kemendikdasmen menekankan bahwa LKS EKKA akan menjadi pintu masuk untuk siswa menunjukkan kreativitas dan kemampuan mereka dalam bidang teknologi. Diantara persyaratan utama, peserta diwajibkan mengirimkan proposal solusi, video pitch, serta aplikasi atau prototipe fungsional. Diantara seluruh tahapan, pendaftaran resmi dibuka mulai 15 hingga 22 Juni 2026 melalui portal https://daftarbpti.kemendikdasmen.go.id. Setelahnya, peserta harus mengunggah karya mereka dalam periode 22 Juni hingga 3 Juli melalui laman https://forms.office.com/r/6phQnAceYA.
Dari sisi teknis, Darianti, VP of Human Capital Merkle Innovation, menjelaskan bahwa perusahaan swasta turut berperan aktif dalam memastikan proses registrasi dan penilaian berjalan lancar. “Kami berupaya mendukung Kemendikdasmen dalam menciptakan ruang bagi generasi muda untuk mengeksplorasi inovasi dan kreativitas dalam pemanfaatan AI,” ujarnya. Darianti menyoroti pentingnya keberlanjutan program ini, yang tidak hanya mengedukasi siswa, tetapi juga memastikan mereka mampu menghasilkan solusi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui ekshibisi ini, kami membantu siswa memahami tanggung jawab dalam mengaplikasikan AI, termasuk dalam aspek etika dan kemanfaatan teknologi,” tutur Darianti, yang menekankan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Merkle Innovation sebagai model sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Tahapan dan Jadwal Pelaksanaan
Proses pendaftaran akan dimulai dari 15 hingga 22 Juni 2026, dengan peserta diwajibkan mengirimkan berbagai dokumen dan karya yang diperlukan. Pada tahap selanjutnya, peserta akan mengirimkan proposal solusi dalam maksimal empat halaman, serta video presentasi sepanjang 2-5 menit. Aplikasi atau prototipe fungsional juga menjadi bagian penting dari penilaian. Rowi menjelaskan bahwa karya ini nantinya akan menjadi dasar penilaian selama babak penyisihan, sebelum menuju tahap final.
Final LKS EKKA 2026 akan diadakan secara luring, yakni dalam waktu 29 Juli hingga 1 Agustus 2026 di wilayah Jakarta Utara. Di sini, para peserta akan menampilkan solusi mereka secara langsung, dengan kemungkinan diikuti oleh panel ahli dan dewan juri dari berbagai bidang. “Kami memastikan bahwa proses ini memberikan pengalaman yang mendekati lingkungan kerja nyata, sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan industri,” kata Rowi.
Nilai Ekstrinsik dan Intrinsik dari EKKA 2026
Ekshibisi AI ini tidak hanya menyoroti keberhasilan teknis, tetapi juga melatih kemampuan komunikasi, analisis, dan
