Humaniora

Visit Agenda: PPIH siap lakukan pendorongan terakhir jamaah RI ke Madinah

ah Haji Indonesia ke Madinah Visit Agenda - Makkah, 22 Juni 2026 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mempersiapkan langkah akhir dalam membawa

Desk Humaniora
Published June 22, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

PPIH Siap Laksanakan Pendorongan Terakhir Jamaah Haji Indonesia ke Madinah

Visit Agenda – Makkah, 22 Juni 2026 – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah mempersiapkan langkah akhir dalam membawa jamaah haji Indonesia dari Makkah ke Madinah. Jadwal pergerakan ini akan dimulai Senin (22/6) pukul 08.00 Waktu Arab Saudi. Seiring dengan pendorongan tersebut, layanan bus Shalawat akan dihentikan pada hari yang sama pukul 12.00 waktu setempat. Seluruh jamaah yang masih berada di Makkah diharapkan menyesuaikan rutinitas mereka dengan jadwal kepulangan ke Madinah, serta menyiapkan barang bawaan lebih dini. Kepastian dokumen perjalanan, seperti paspor dan boarding pass, juga menjadi fokus utama.

Proses Pemulangan Jamaah Berjalan Lancar

Spesialis komunikasi dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaff, menyampaikan bahwa seluruh tahap pemulangan jamaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berjalan tanpa hambatan. Hingga hari Minggu (21/6/2026), sebanyak 135.872 orang atau sekitar dua pertiga dari total jemaah dan petugas telah kembali ke tanah air. Angka ini mencerminkan keberhasilan PPIH dalam mengatur pengembalian jamaah ke negara asal mereka.

“Kami meminta seluruh jamaah yang masih berada di Makkah agar mempersiapkan barang bawaan secara rapi, menyimpan dokumen perjalanan dengan aman, dan tetap terhubung dengan ketua kloter serta petugas. Juga, jaga kondisi fisik agar siap menghadapi perjalanan ke Madinah,” ujar Maria Assegaff saat diwawancara di Makkah, Senin.

Dalam perjalanan ini, pendorongan gelombang pertama telah mencapai 267 kloter, yang terdiri dari 103.687 jamaah dan 1.066 petugas. Total kepulangan dari bandara Jeddah mencapai 104.753 orang. Sementara itu, pendorongan melalui bandara Madinah telah mengirimkan 87 kloter dengan 33.297 jamaah dan 349 petugas, sehingga jumlah kepulangan gelombang kedua mencapai 33.646 orang. Hingga saat ini, sebanyak 244 kloter telah diberangkatkan dari Makkah ke Madinah, membawa 92.861 jamaah serta 976 petugas, total 93.837 orang.

Pengembalian Jamaah Khusus Berlangsung Secara Teratur

Jamaah haji khusus yang telah kembali ke Indonesia mencapai 15.802 orang, terdiri dari 15.066 jamaah dan 736 petugas. Angka ini mencerminkan koordinasi yang baik antara tim PPIH dan penyeberangan di berbagai titik. Proses ini terus dipantau ketat untuk memastikan tidak ada jamaah yang tertinggal atau terlambat berangkat.

“Alhamdulillah, pemulangan jamaah dari Arab Saudi terus berjalan secara efektif. Hingga hari ini, 347 kloter telah tiba di Indonesia dengan membawa 134.484 jamaah dan 1.388 petugas. Total kedatangan mencapai 135.872 orang atau sekitar 66 persen dari jumlah keseluruhan,” kata Maria Assegaff.

Pengelolaan pendorongan terakhir diharapkan memberikan kepastian kepada jamaah yang masih berada di Makkah. Sebagai bagian dari tahap akhir, jamaah dianjurkan memanfaatkan waktu yang tersisa dengan optimal. Mereka diminta untuk mengoptimalkan ibadah dan menjaga kesehatan secara baik. “Jamaah yang berada di Madinah dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berdoa lebih intensif dan mengisi energi sebelum melanjutkan perjalanan pulang,” imbuh Maria.

Peringatan untuk Jamaah di Madinah

Di sisi lain, jamaah yang telah sampai di Madinah diberi instruksi untuk tetap waspada dalam menghadapi perjalanan ke negara asal. Dianjurkan memperbanyak ibadah sesuai kemampuan, menjaga istirahat, serta mengatur pola makan dan konsumsi cairan. Obat-obatan juga harus diminum secara teratur berdasarkan anjuran tenaga medis.

“Pilih aktivitas sesuai kapasitas tubuh, cukup tidur, dan hindari kelelahan. Jika ada keluhan kesehatan atau butuh bantuan, segera hubungi petugas haji Indonesia,” ujarnya.

Untuk memastikan tidak ada kebingungan selama kepulangan, Maria kembali mengingatkan jamaah agar menyimpan dokumen dengan rapi dan memperhatikan kondisi barang bawaan. Koper dan tas kabin dianjurkan diberi label identifikasi agar mudah diakses. “Kami menekankan agar jamaah tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Air zamzam sudah siap dibagikan secara resmi saat tiba di debarkasi masing-masing,” lanjutnya.

Penyesuaian Jadwal dan Koordinasi Tim

Proses pendorongan terakhir ini merupakan bagian dari fase ke-20 dari penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Dengan hari ke-62 operasional, PPIH memastikan semua jamaah dapat mengikuti jadwal yang telah disusun. Koordinasi antara ketua kloter, petugas, dan jamaah menjadi kunci keberhasilan tahap ini.

Maria menjelaskan bahwa pelaksanaan kepulangan telah diatur dengan rapi. Penyesuaian waktu keberangkatan diharapkan mencegah kemacetan dan memudahkan distribusi jamaah ke berbagai kota. “Kami terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan jika dibutuhkan,” tambahnya.

Dalam pendorongan ini, PPIH juga memperhatikan kelancaran transportasi. Bus Shalawat yang menjadi salah satu sarana utama keberangkatan dari Makkah ke Madinah akan berhenti pada pukul 12.00, sehingga jamaah yang ingin melanjutkan perjalanan ke Indonesia dapat memanfaatkan waktu tersebut. PPIH menekankan pentingnya konsistensi dan keteraturan dalam semua aktivitas keberangkatan.

Langkah-Langkah untuk Menyambut Pendorongan Terakhir

Menghadapi pergerakan terakhir, Maria Assegaff menyarankan jamaah untuk memperhatikan kebutuhan pribadi selama di Makkah. “Gunakan waktu yang tersisa untuk melakukan aktivitas ibadah yang bermanfaat, seperti shalat dan doa, serta mempersiapkan barang bawaan agar tidak ada yang terlewat,” ujarnya.

Jamaah juga dianjurkan memeriksa kembali semua dokumen yang diperlukan, termasuk paspor, kartu identitas haji, dan boarding pass. Penyelenggaraan pendorongan terakhir diharapkan memberikan kepastian bahwa tidak ada jamaah yang tertinggal. Dengan penyesuaian jadwal yang tepat, PPIH yakin seluruh jemaah dapat kembali ke tanah air dalam waktu yang terencana.

Kementerian Haji dan Umrah terus berupaya mengoptimalkan layanan selama pemulangan. Tim PPIH bekerja secara terpadu untuk memastikan seluruh jamaah berada dalam kondisi baik. “Kami juga berharap jamaah tetap menjaga semangat dan konsentrasi selama menjalani ibadah haji,” tutup Maria.

Dengan penyesuaian jadwal, PPIH memberikan kepastian bahwa seluruh jamaah haji Indonesia akan segera kembali ke Indonesia. Proses ini menjadi bagian dari kes

Leave a Comment