PLN pastikan pemulihan listrik dampak gempa Sulteng sudah 100 persen
What Happened During – Dari Palu, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa restorasi jaringan listrik yang terganggu akibat gempa berkekuatan 6,7 skala Richter pada Senin (16/6) di Sulawesi Tengah (Sulteng) telah selesai secara penuh. Proses pemulihan berjalan cepat dan efektif, berkat kolaborasi tim lapangan yang bersinergi dalam menangani masalah infrastruktur listrik. Eko Prihandana, sebagai Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari upaya kolektif semua pihak terlibat.
Pemulihan Jaringan Listrik
Pemulihan listrik dilakukan dalam beberapa tahap, dengan peningkatan progres yang signifikan. Dalam dua hari terakhir, tiga unit penyulang utama kembali beroperasi, 15 unit jaringan section pulih, serta 651 gardu distribusi sudah kembali menyalurkan energi. Selain itu, jumlah pelanggan PLN yang telah menikmati listrik setelah bencana mencapai 68.459 orang. Eko menambahkan bahwa keandalan pasokan listrik menjadi prioritas utama saat kondisi darurat, sehingga pihaknya terus memantau secara berkala.
“Percepatan pemulihan jaringan listrik terlaksana dengan baik berkat kerja sama semua tim di lapangan,” kata Eko Prihandana melalui keterangan tertulis diterima di Palu, Minggu.
Sebagai bagian dari upaya menstabilkan situasi, PLN juga memperkuat pengawasan di area-area yang rentan gangguan. “Kami terus bersiaga, hadir mendampingi masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih total,” ucap Eko. Ia menekankan bahwa listrik bukan hanya sumber energi, tetapi kebutuhan pokok dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, sehingga pemantauan ketat diperlukan untuk memastikan pelayanan tetap terjamin.
Gempa pada 16 Juni lalu mengakibatkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah Sulteng. Lima daerah terutama terkena dampak paling parah, yakni Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, dan Poso. Wilayah-wilayah ini mengalami gangguan pasokan listrik yang berdampak pada kehidupan warga, terutama saat bencana masih dalam fase intensif.
Bantuan Kemanusiaan
Selain fokus pada pemulihan jaringan, PLN juga turut memberikan bantuan darurat kepada korban gempa. Upaya ini dilakukan di Kabupaten Sigi, yang dianggap sebagai wilayah dengan kerusakan terberat. Bantuan disalurkan melalui sejumlah titik, termasuk Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, serta Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo.
“Logistik disalurkan berupa air mineral, beras, ikan kaleng, obat-obatan, tandon air bersih dan perlengkapan lainnya, termasuk bantuan penerangan darurat,” tambah Eko.
Keberadaan PLN di tengah krisis memperkuat peran sebagai penyedia layanan publik. Dengan adanya posko darurat dan aksesibilitas fasilitas kesehatan, warga bisa memperoleh dukungan paling awal setelah bencana. Eko Prihandana menuturkan, tim PLN tidak hanya fokus pada kebutuhan energi, tetapi juga menyesuaikan langkahnya dengan kebutuhan masyarakat secara keseluruhan.
Pemulihan listrik bukan hanya sekadar memperbaiki infrastruktur, tetapi juga membangun kembali kepercayaan warga terhadap layanan yang diberikan. Dengan pengoperasian ulang jaringan, PLN berupaya memberikan rasa aman dan kenyamanan dalam menghadapi situasi pascabencana. Pemulihan ini juga mempercepat proses pemulihan ekonomi dan sosial di wilayah yang terkena dampak.
Dampak Gempa di Sigi
Menurut data dari BPBD Sigi, hingga Sabtu (20/6) jumlah rumah rusak akibat gempa mencapai 2.335 unit. Kerusakan dibagi menjadi tiga kategori: 1.955 unit rusak ringan, 226 unit rusak sedang, dan 154 unit rusak berat. Total korban serta terdampak mencapai 8.586 jiwa, yang terdiri dari 2.775 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, terdapat 17 orang yang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia.
Kerusakan di Sigi juga mengancam aksesibilitas layanan kesehatan. Sejumlah fasilitas seperti Puskesmas Nokilalaki dan Palolo berperan besar dalam menangani kebutuhan medis korban. PLN memperkuat kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait untuk memastikan distribusi bantuan berjalan optimal, baik melalui listrik darurat maupun barang kebutuhan pokok.
Tim lapangan terus bergerak di berbagai titik, termasuk daerah terpencil yang masih mengalami kesulitan mengakses listrik. Eko Prihandana menyebutkan, keberhasilan 100 persen pemulihan jaringan bukan hanya hasil kerja teknis, tetapi juga respons cepat dan adaptasi terhadap kebutuhan lokal. “Satu dari tujuh unit penyulang dan 15 unit jaringan section kembali beroperasi, sehingga pasokan listrik mulai stabil,” jelas
