Jepang Berharap Israel Berhenti Sementara Serang Lebanon
Facing Challenges – Jakarta, Antaranews – Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, mengimbau Israel untuk menghentikan sementara operasi militer terhadap kelompok gerilya Lebanon, Hizbullah, dalam sebuah telepon yang dilakukan pada Selasa. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh kementerian luar negeri Jepang, yang menyebutkan bahwa Motegi menyoroti perlunya penahanan diri dalam konflik tersebut. Saat ini, pasukan Israel sedang melancarkan serangan terhadap Hizbullah, kelompok yang didukung Iran, yang berdampak pada kerusakan infrastruktur dan korban sipil.
Kementerian Jepang menjelaskan bahwa percakapan via telepon tersebut terjadi dalam konteks kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri permusuhan yang berlangsung berbulan-bulan serta membuka kembali Selat Hormuz. Wilayah ini menjadi jalur utama pengangkutan energi global, dan kembalinya kegiatan perdagangan melalui sini dinilai penting untuk stabilitas regional. Namun, kegiatan serangan Israel terhadap Hizbullah, yang berkolaborasi dengan AS, terus menimbulkan kekhawatiran di berbagai pihak.
“Kami berharap Israel dapat menahan diri dan mengevaluasi dampak serangan terhadap wilayah Lebanon serta penduduk sipil yang terlibat,” ujar Motegi dalam pernyataan resmi setelah pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar.
Pada pertemuan tersebut, Motegi juga menekankan pentingnya tindakan tepat guna mendukung pelaksanaan perjanjian antara AS dan Iran. Ia berharap Israel dapat memastikan proses perdamaian berjalan lancar, termasuk dalam hal pengembangan kembali area yang terkena dampak perang. Selain itu, Jepang meminta langkah cepat untuk menghentikan kegiatan ekspansi permukiman di Tepi Barat, yang dianggap melanggar prinsip hukum internasional.
Menurut laporan kementerian, Durasi percakapan tersebut sekitar 20 menit, dan kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi intensif. Sa’ar, yang menjadi lawan bicara Motegi, mengungkapkan pendirian Israel terhadap Iran dan wilayah Palestina. Ia menyatakan bahwa negara-negara kawasan Timur Tengah, termasuk Israel, tetap berkomitmen pada kerja sama strategis guna menyelesaikan konflik.
Pemangkasan Serangan sebagai Upaya Perdamaian
Motegi menekankan bahwa serangan Israel terhadap Hizbullah tidak hanya menimbulkan korban, tetapi juga merusak struktur ekonomi dan sosial Lebanon. Ia menyoroti bahwa penahanan diri selama beberapa hari bisa menjadi langkah awal untuk mendinginkan situasi dan mencegah eskalasi lebih lanjut. “Jepang ingin berkontribusi pada keseimbangan antara keamanan dan kemanusiaan,” tambah Motegi dalam pernyataan yang dilampirkan kementerian.
Kementerian Jepang menyebutkan bahwa kerusakan infrastruktur yang diakibatkan oleh perang antara Israel dan Hizbullah telah memperparah kondisi ekonomi Lebanon. Jepang mengusulkan bahwa kegiatan militer harus diarahkan dengan lebih hati-hati, agar tidak mengorbankan masyarakat sipil. Pemangkasan serangan, menurut Motegi, adalah cara untuk menunjukkan komitmen internasional terhadap keselamatan manusia.
Dalam konteks ini, Jepang mengajukan permintaan untuk menjaga agar kegiatan pengembangan permukiman di Tepi Barat tetap dalam batas yang diizinkan oleh hukum internasional. “Kami berharap Israel dapat segera menghentikan semua aktivitas ekspansi permukiman secara penuh,” tulis kementerian dalam laporan terbaru. Hal ini dianggap penting karena bisa memperburuk ketegangan di wilayah Palestina dan mengganggu proses negosiasi perdamaian.
Persoalan Hizbullah menjadi pusat perhatian, karena kelompok tersebut dianggap sebagai penjaga keamanan Lebanon dari ancaman Israel. Namun, Motegi menyatakan bahwa penyerangan terus-menerus bisa merugikan proyek pengembangan kembali Gaza, yang sebelumnya telah rusak parah akibat perang. Jepang bersedia menjadi bagian dari upaya rehabilitasi wilayah tersebut, baik melalui bantuan logistik maupun dana pembangunan.
Hubungan Israel dengan AS dan Perspektif Jepang
Sebelumnya, Motegi menyebutkan dalam sebuah konferensi pers bahwa Jepang ingin menjadi bagian dari upaya mengakhiri perang di Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa negara ini akan mendukung pendekatan yang menyeluruh, termasuk penguatan hubungan diplomatik dengan berbagai pihak. “Perjanjian antara AS dan Iran menjadi titik awal untuk perubahan,” kata Motegi, yang juga menyampaikan keyakinan bahwa peran Jepang bisa berkontribusi pada keberhasilan kesepakatan ini.
Israel, yang selama ini bekerja sama erat dengan AS, dinilai sebagai salah satu aktor utama dalam mempercepat perang di wilayah Timur Tengah. Namun, Motegi menyoroti bahwa kebijakan Israel dalam menghadapi Hizbullah harus diperiksa ulang agar tidak merugikan negara-negara lain. “Kami percaya bahwa tindakan bersama antara negara-negara kawasan akan membawa keuntungan lebih besar,” imbuhnya.
Dalam konteks keamanan global, Jepang mempertimbangkan bahwa kegiatan serangan Israel terhadap Hizbullah harus selaras dengan kepentingan bersama untuk mengakhiri perang. Kementerian menjelaskan bahwa setiap tindakan militer harus diperhitungkan dampaknya terhadap wilayah lain, termasuk Lebanon dan Palestina. “Kesepakatan ini adalah langkah awal untuk menyelesaikan konflik yang berkepanjangan,” ujar Motegi, yang berharap pengembangan kembali kawasan akan berjalan lebih efektif.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menjelaskan bahwa negara itu tetap berpegang pada prinsip keamanan. Ia menyatakan bahwa Iran tetap menjadi ancaman terhadap stabilitas Timur Tengah, dan Israel berupaya menegakkan hukum internasional. “Kami yakin bahwa kesepakatan dengan AS adalah langkah penting, tetapi juga perlu ditambahkan upaya-upaya lain untuk melibatkan semua pihak,” lanjut Sa’ar dalam pernyataan yang disampaikan kementerian luar negeri Jepang.
Kementerian Jepang memastikan bahwa kesepakatan antara AS dan Iran akan menjadi dasar dalam proses perundingan selanjutnya. Saat ini, pengambilan keputusan bersama dalam konteks pengembangan kembali Selat Hormuz dianggap sebagai langkah awal yang signifikan. Motegi berharap bahwa Israel dapat mempercepat kebijakan yang bersifat damai, termasuk dalam menghentikan serangan terhadap Hizbullah. “Perdamaian membutuhkan kesabaran dan komitmen dari semua pihak,” tutup kementerian, menegaskan bahwa Jepang akan terus mendukung upaya penyelesaian konflik di kawasan tersebut.
