Harry Kane Pimpin Inggris Hancurkan Kroasia 4-2
Harry Kane pimpin Inggris hancurkan Kroasia 4 – Kemenangan dramatis Inggris atas Kroasia dalam pertandingan pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat, menjadi momen penting bagi tim nasional Inggris. Dalam laga yang berlangsung Kamis, gol-gol dari Harry Kane, Jude Bellingham, dan Marcus Rashford membawa The Three Lions meraih tiga poin dengan skor 4-2. Kroasia, meski sempat menyamakan skor dua kali, akhirnya tak mampu menghalangi keunggulan tim tamu. Kemenangan ini membawa Inggris menguasai puncak klasemen sementara, sementara Uzbekistan dan Kolombia akan berlaga pada sesi pagi hari berikutnya.
Kemenangan Inggris di Awal Perjalanan
Inggris langsung tampil agresif sejak menit awal, memanfaatkan kesempatan segera setelah pelanggaran Luka Modric terhadap Noni Madueke di kotak penalti. Kekuatan serangan mereka berbuah hadiah penalti pada menit ke-9, tetapi Harry Kane gagal mencetak gol setelah tendangannya ditepis Dominik Livakovic. Situasi ini memicu kontroversi, karena Livakovic terlebih dulu bergerak sebelum tendangan penalti dilakukan. Setelah VAR mengonfirmasi ulang, Kane akhirnya sukses menaklukkan kiper Kroasia pada menit ke-12, mengubah skor menjadi 1-0.
“Kami mengambil momentum sejak awal, dan Kane menunjukkan ketajamannya dengan gol pertama,” komentar seorang analis sepak bola setelah pertandingan.
Kroasia segera merespons dengan gol penyamakan pada menit ke-36, di mana Martin Baturina menunjukkan kehebatannya dengan tendangan keras dari luar kotak penalti. Umpan dari Petar Sucic menjadi titik awal serangan yang membuahkan gol gemilang Baturina, mengembalikan skor menjadi 1-1. Namun, Inggris segera memperbesar keunggulan enam menit kemudian. Kane kembali menjadi aktor utama dengan gol kedua dari sundulan tajam setelah sepak pojok Declan Rice, membuat The Three Lions unggul 2-1.
Kroasia tak berpuas hati, dan pada masa injury time babak pertama, Petar Musa mencetak gol setelah menerima umpan Ivan Perisic. Ini menutup paruh pertama dengan skor imbang 2-2. Meski sempat tertinggal, Inggris menunjukkan ketangguhan di babak kedua. Dua menit setelah peluit tanda dimulainya babak kedua, Jude Bellingham mencetak gol ketiga tim Inggris dengan sepakan mendatar setelah umpan Elliot Anderson. Bellingham menjadi bintang di babak kedua, mampu menembus pertahanan Kroasia yang sedikit lemah.
“Bellingham menunjukkan kualitas tekniknya, dan Inggris menunjukkan dominasi di babak kedua,” tambah seorang pelatih Kroasia setelah pertandingan.
Kroasia kembali berusaha, tetapi Jordan Pickford menjadi penjaga gawang yang tak tergoyahkan. Di menit ke-76, tembakan Mario Pasalic dari jarak jauh berhasil ditepis Pickford, mencegah skor imbang. Inggris menutup laga dengan gol keempat Marcus Rashford pada menit ke-85, yang menjadi gol penutup sekaligus memastikan kemenangan 4-2. Rashford menyelesaikan permainan dengan sepakan keras ke pojok kiri bawah gawang Kroasia, mengukuhkan posisi Inggris di puncak klasemen.
Kemenangan yang Membawa Kane ke Rekor Baru
Kemenangan ini juga membawa Harry Kane ke posisi unik dalam sejarah Piala Dunia. Dengan dua golnya, Kane menyamai rekor pencetak gol terbanyak sepanjang masa Inggris yang sebelumnya dipegang Gary Lineker selama tiga dekade. Pencapaian ini menunjukkan konsistensi Kane sebagai striker andalan, yang mampu mencetak gol di tiga edisi Piala Dunia (2018, 2022, dan 2026). Sebelumnya, Kane pernah mengantarkan Inggris meraih kemenangan 3-2 melawan Spanyol di babak grup Piala Dunia 2022.
Rekor Lineker yang terbukti sejak 1998 hingga 2006, kini diikuti oleh Kane, yang menjadi pemain kedua dalam sejarah Piala Dunia yang mencetak gol di tiga babak grup berbeda. Kemenangan atas Kroasia memberi dorongan tambahan bagi ambisi Inggris meraih gelar juara, sementara Kroasia terpaksa menyesal karena gagal meraih poin maksimal. Dua gol dari Kane dan dua gol tambahan dari Bellingham serta Rashford menunjukkan kekuatan lini depan Inggris yang berpotensi mengancam tim-tim kuat lainnya.
Perkembangan Grup L dan Jadwal Selanjutnya
Dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, Inggris berada di puncak klasemen Grup L. Namun, Uzbekistan dan Kolombia masih menunggu hasil mereka dalam pertandingan pembuka di pagi hari Kamis. Kedua tim akan memperebutkan tiket ke babak selanjutnya, sekaligus menguji daya tahan mereka di babak grup. Jika Uzbekistan atau Kolombia mampu meraih poin, persaingan di Grup L akan semakin sengit.
Babak grup ini berlangsung dalam suasana seru, dengan Inggris, Kroasia, Uzbekistan, dan Kolombia saling bersaing untuk posisi teratas. Skor imbang antara Kroasia dan Inggris di babak pertama menunjukkan bahwa laga-laga Grup L akan penuh drama, terutama karena semua tim memiliki potensi besar. Tantangan terbesar bagi Inggris akan datang dari lawan-lawan yang juga kuat, seperti Uzbekistan yang menampilkan performa menjanjikan di Piala Dunia sebelumnya.
Susunan Pemain dan Strategi Pertandingan
Susunan pemain Inggris dalam laga tersebut meliputi Jordan Pickford sebagai kiper, dengan lini pertahanan yang berisi Nico O’Reilly, John Stones, Ezri Konsa, dan Reece James. Di tengah lapangan, Declan Rice dan Elliot Anderson menjadi bagian dari lini tengah yang aktif mengatur serangan. Di depan gawang, Harry Kane berada di posisi striker utama, didukung oleh Anthony Gordon, Jude Bellingham, dan Noni Madueke.
Kroasia mengandalkan susunan formasi 3-4-2-1, dengan Dominik Livakovic sebagai kiper. Josko Gvardiol dan Luka Vuskovic menjadi pilar pertahanan, sementara Ivan Perisic dan Mario Pasalic berperan sebagai gelandang serang. Martin Baturina, Petar Musa, dan Petar Sucic memimpin lini serang Kroasia. Dalam pertandingan ini, kecepatan dan kreativitas pemain Kroasia mampu menyamakan skor dua kali, tetapi ketangguhan Inggris akhirnya membuat mereka menang dengan nyaman.
Kemenangan Inggris tidak hanya menjadi penanda awal yang kuat, tetapi juga membuka peluang untuk melangkah lebih jauh. Dengan kemenangan di tiga laga beruntut, Inggris mungkin bisa mengamankan posisi mereka di babak grup. Sementara itu, Kroasia akan berusaha bangkit di pertandingan berikutnya, mencari kekuatan untuk mengejar peluang meraih poin. Pertandingan antara Inggris dan Kroasia menjadi contoh nyata bahwa keunggulan kualitas bisa mengatasi kekacauan di awal pertandingan.
