Pembahasan Penting: Cara Sukses Menulis di kumparan
Cara Sukses Menulis di kumparan
kumparan merupakan platform media yang bekerja sama, di mana pengguna tidak hanya bisa membaca berita tetapi juga membagikan karya tulis. Jika tulisanmu ditolak oleh moderator, bisa jadi terdapat dua aspek yang kurang sesuai: identitas penulis dan isi artikel. Berikut penjelasan lebih detail.
Identitas yang Harus Sesuai
Moderator kumparan memeriksa tiga elemen utama dalam identitasmu. Pertama, nama lengkap. Gunakan nama sebenarnya, bukan nama samaran. Kedua, biodata. Cantumkan pekerjaanmu dan tambahkan informasi tentang institusi yang kamu ikuti, seperti nama kampus dan jurusan jika kamu mahasiswa. Ketiga, foto. Pastikan gambar yang kamu unggah jelas dan menampilkan wajahmu, bukan orang lain.
Konten yang Diperiksa
Kualitas tulisan ditentukan oleh beberapa faktor. Substansi menjadi prioritas utama—tulis opini atau cerita yang orisinal, sesuai dengan tema yang relevan. Gunakan bahasa yang sopan, dan jika ingin mengkritik, sertakan bukti yang kuat. Contoh tulisan yang layak adalah artikel yang ditulis oleh Makhyan Jibril, residen penyakit jantung dan pembuluh darah di Universitas Airlangga.
Dalam penulisan, patuhi Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Hindari penggunaan huruf kapital semua atau huruf kecil semua di judul. KBBI, sumber resmi dari pemerintah, bisa diakses melalui tautan ini. Selalu teliti dan baca kembali tulisanmu sebelum mengunggah, agar tidak terjadi kesalahan ejaan yang mengganggu kualitas.
Hal-Hal yang Bisa Menyebabkan Tolak
Beberapa faktor tambahan mungkin membuat tulisanmu ditolak. Misalnya, kandungan spam, iklan, atau komersial. Jika artikel mengandung tautan ke laman eksternal, pastikan tidak mengarah ke konten yang dianggap membahayakan. Hindari juga menyalin isi dari sumber lain tanpa mengubah struktur atau menambahkan referensi.
Kamu akan menjadi bagian dari komunitas kumparan yang menjangkau seluruh Indonesia dan bahkan internasional. Jadi, jangan menyerah jika tulisan pertama ditolak. Perbaiki dan kirim ulang. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “
Menulis adalah bekerja untuk keabadian.
“
