Kentut berbau menyengat bisa jadi tanda gangguan pencernaan

7 hours ago  ·  3 min read
By Robert Davis - fukushimask.com

Fukushimask.com – Kentut sesekali menandakan sistem pencernaan sehat dan berfungsi dengan baik, tapi kalau terus menerus kentut atau baunya menyengat maka itu bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan kesehatan pencernaan. "Umumnya kentut yang tidak berbau merupakan bagian normal dari proses pencernaan," kata dokter ahli gastroenterologi dan hepatologi Rucha Shah sebagaimana dikutip dalam siaran Eating Well pada Minggu (23/8). Menurut ahli kesehatan pencernaan, pengeluaran gas secara berlebihan, terus-menerus, atau berbau tidak sedap bisa jadi mengindikasikan adanya gangguan pencernaan.

Ahli diet Sarah Glinski mengatakan bahwa kondisi yang menghambat kemampuan tubuh dalam memecah makanan atau menyerap nutrisi tertentu dapat memicu produksi gas berlebih. "Karena komponen makanan yang tidak tercerna sering kali difermentasi oleh bakteri di dalam usus besar," katanya. Proses fermentasi ini dapat menyebabkan gas berbau menyengat atau berlebihan, perut kembung, serta rasa tidak nyaman pada perut.

Dokter spesialis gastroenterologi Supriya Rao menyampaikan bahwa ​​​​​​masalah absorbsi karbohidrat tertentu juga bisa menyebabkan terbentuknya gas berlebih. Bakteri akan memfermentasi karbohidrat yang tidak tercerna ketika mencapai usus besar. Proses fermentasi mikroba ini bisa menyebabkan perut kembung dan buang angin yang berbau menyengat.

Dokter spesialis gastroenterologi Latha Alaparthi menambahkan, bahan makanan tertentu yang susah dicerna seperti gula alkohol dan beberapa pemanis buatan juga dapat memicu fermentasi di usus dan menimbulkan produksi gas pada sebagian orang. Fungsi pencernaan juga bisa terganggu akibat ketidakseimbangan mikrobioma di dalam usus atau disbiosis, kondisi di mana jumlah mikroba baik berkurang sehingga mikroba yang berpotensi membahayakan berkembang biak secara berlebihan. "Ketidakseimbangan ini dapat memicu penguraian protein yang tidak tercerna di usus besar, yang menghasilkan senyawa seperti amonia dan hidrogen sulfida," kata Glinski, menambahkan, kondisi ini dapat menyebabkan kelebihan gas dan kentut berbau busuk jika dibiarkan.

Ahli gizi Ashley Oswald menyampaikan bahwa ​​​​​​​disbiosis dapat menyebabkan peningkatan produksi gas, bau kentut yang lebih menyengat, perut kembung, serta perubahan pola buang air besar akibat perubahan pola fermentasi. Menurut dia, disbiosis antara lain bisa terjadi akibat penggunaan antibiotik, pola makan rendah serat, stres kronis, infeksi usus, kualitas tidur yang buruk, penggunaan obat-obatan tertentu, kondisi kesehatan kronis, serta gangguan peradangan usus. Gangguan lain yang dapat menyebabkan produksi gas berlebih adalah small intestinal bacterial overgrowth (SIBO), yaitu pertumbuhan bakteri secara berlebihan di usus kecil.

Menurut Oswald, produksi gas berlebih yang disertai dengan perut kembung kronis, terutama dalam waktu sekitar 30 menit hingga tiga jam setelah makan, bisa jadi menandakan SIBO. Dalam kondisi SIBO, ia menjelaskan, bakteri yang biasanya lebih banyak berada di usus besar berpindah ke usus halus dan memfermentasi karbohidrat sebelum zat tersebut sempat diserap tubuh. Proses fermentasi mikroba di usus halus menghasilkan hidrogen, metana, dan gas lainnya.

Kalau gas yang diproduksi kebanyakan hidrogen sulfida, maka kentut bisa berbau seperti telur busuk menurut Glinski. Shah menyampaikan bahwa intestinal methanogen overgrowth (IMO), bentuk lain dari disbiosis yang ditandai dengan pertumbuhan berlebih mikroba penghasil metana di saluran pencernaan, juga bisa menyebabkan produksi gas berlebih. Berbeda dengan SIBO, IMO disebabkan oleh arkea dan bisa terjadi di sepanjang saluran pencernaan menurut Oswald dan Shah.

​​​​​​​Kalau sering kentut berbau menyengat dan merasakan gejala masalah pencernaan seperti perut kembung menetap, nyeri perut, diare, atau sembelit, ​​​​​​kata Oswald sebaiknya berkonsultasi ke dokter agar penyebab yang mendasari bisa dideteksi dan diatasi.

Frequently Asked Questions

What is Kentut berbau menyengat bisa jadi tanda?

Kentut berbau menyengat bisa jadi tanda is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kentut berbau menyengat bisa jadi tanda matter?

Kentut berbau menyengat bisa jadi tanda matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

More from this category