Pembahasan Penting: IEMF 2026 Dorong Do Good Marketing Jadi Strategi Indonesia Memimpin Ekosistem Bisnis Islam Global

IEMF 2026 Mendorong Penerapan Strategi Marketing Berbasis Nilai untuk Menguatkan Kepemimpinan Indonesia di Ekosistem Bisnis Islam Global

Menyambut momentum Ramadan dan Idulfitri, The Fifth Annual Islamic Entrepreneurial Marketing Festival (IEMF) 2026 resmi diadakan sebagai platform kolaborasi yang menggabungkan pengusaha, pemasar, akademisi, serta komunitas pemasaran islam. Acara ini mengusung tema “Racing for Do Good Marketing” yang menantang para pelaku bisnis untuk lebih inovatif dalam strategi pemasaran, sambil tetap mengedepankan prinsip kemaslahatan demi memperkuat Indonesia sebagai pasar islam terbesar dunia.

Pembukaan oleh Group CEO MCorp

Di Jakarta, IEMF 2026 dibuka oleh Taufik, Group CEO MCorp, di CGV Grand Indonesia pada Kamis (5/3/2026). Dalam pidato utamanya, ia menyoroti fenomena unik pasar Indonesia, di mana bulan Ramadan justru menjadi puncak aktivitas belanja karena didorong oleh semangat berbagi dan pencarian pahala.

“Ramadan bukan hanya musim belanja, tetapi juga momen untuk mengimplementasikan paradigma i-Marketing guna memenangkan persaingan di dunia sekaligus mempersiapkan bekal di akhirat, atau Winning in Life and Afterlife,” ujar Taufik.

Kontribusi Korporasi dalam Membangun Konektivitas Sosial

Sebagai bagian dari sesi pembuka, Lisye Octaviana, Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, menegaskan bahwa peran perusahaan tidak hanya terbatas pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada aspek sosial melalui pendekatan Good Marketing yang selaras dengan keberlanjutan dan Creative Shared Values (CSV).

“Korporasi memiliki peran penting dalam membangun hubungan dengan masyarakat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui nilai-nilai sosial yang terintegrasi dalam strategi pemasaran,” kata Lisye.

Dalam upaya mewujudkan komitmen ini, Jasa Marga menghadirkan ekosistem digital Travoy yang dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sepanjang jalur jalan tol. “Travoy Rest memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda, di mana rest area menjadi destinasi utama yang mengutamakan identitas lokal dan pemberdayaan komunitas sekitar, bukan sekadar tempat istirahat,” jelas Lisye.

“Melalui Travoy, kami menyediakan akses ke lebih dari 3.500 CCTV secara real-time serta fitur perjalanan yang akurat untuk memastikan mudik lebih aman dan nyaman,” tambahnya.

Dalam rangka menghadapi arus mudik 2026, Jasa Marga memproyeksikan sebanyak 3,4 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta. Perusahaan telah menyiapkan beberapa langkah strategis untuk menjaga kelancaran lalu lintas, termasuk pemberian diskon tarif tol 30% di sembilan jalur utama, serta mengimbau peserta untuk menghindari puncak arus yang diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026.

Ekonomi Syariah dan Peran Pentingnya

Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menekankan bahwa sektor ekonomi syariah kini memiliki kontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia, mencapai 54%. Ia juga mencatat peningkatan literasi syariah masyarakat yang pesat, dari 8% pada 2019 hingga 43% di tahun 2025.

“Keberlanjutan bisnis syariah bergantung pada konsistensi brand dalam menyediakan proteksi berdasarkan prinsip ta’awun atau saling menolong, yang sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Kami mewujudkan prinsip ini melalui pengelolaan Dana Tabarru’ yang transparan serta komitmen untuk bebas dari gharar, maisir, dan riba,” ujar Vivin.

Vivin menambahkan bahwa industri saat ini fokus pada upaya menjembatani antara pemahaman dan kepemilikan produk. “Meskipun literasi meningkat, tantangan utamanya adalah meningkatkan inklusi yang saat ini berada di angka 13%. Kami optimis transparansi alokasi dana dan investasi di sektor halal akan memperkuat kepercayaan masyarakat,” pungkasnya.

Pembahasan Mendalam dalam Talkshow

Selain sesi plenary, IEMF 2026 juga menyajikan diskusi mendalam dalam talkshow bertajuk “Building Brand Story in Islamic Way (Purpose Driven)” dan “Creative Marketing to Muslim Community”. Diskusi ini dihadiri oleh para praktisi dari merek yang terbukti berhasil dalam menerapkan pendekatan islamik.

Dalam sesi tersebut ditekankan bahwa narasi brand dalam perspektif islam bukan sekadar alat komunikasi, melainkan amanah yang dibangun dari niat untuk memberikan nilai tambah kepada konsumen dan masyarakat secara keseluruhan.