Apa Saja Jenis Bentuk Radiasi Nuklir?

0
261
Apa Saja Jenis Bentuk Radiasi Nuklir?

Anda mungkin pernah mendengar tentang radiasi nuklir dalam berita atau film fiksi ilmiah, tetapi apa sebenarnya radiasi nuklir itu?

Radiasi nuklir adalah gelombang energi yang dihasilkan oleh reaksi nuklir, seperti peluruhan radioaktif, fisi nuklir, atau fusi nuklir.

Ada tiga jenis utama radiasi nuklir yaitu sinar alfa, sinar beta dan sinar gamma.

Meskipun radiasi nuklir dapat berbahaya dalam dosis tinggi, itu sebenarnya digunakan dalam banyak aplikasi berguna seperti kedokteran nuklir, radioterapi kanker dan penanggalan radiokarbon.

Dalam artikel ini, kita akan memeriksa masing-masing jenis radiasi nuklir, bagaimana mereka dihasilkan dan aplikasi yang berguna serta berbahaya.

Sebelum kita masuk ke dalam detail, mari kita mulai dengan memahami apa itu radiasi nuklir.

Apa Itu Radiasi Nuklir?

Nuclear radiation merupakan energi berupa gelombang elektromagnetik atau partikel subatomik yang dipancarkan dari inti atom.

Ada tiga bentuk radiasi nuklir utama:

Radiasi Alfa

Radiasi alfa terdiri dari dua proton dan dua neutron yang terikat bersama.

Partikel alfa bermuatan positif dan merupakan radiasi berenergi tinggi yang dapat menembus beberapa inci udara.

Radiasi alfa hanya dapat menembus kulit manusia dan dapat dihalangi dengan selembar kertas.

Contoh sumber radiasi alfa adalah unsur radioaktif seperti radium dan polonium.

Radiasi Beta

Radiasi beta adalah aliran elektron atau positron yang dipancarkan dari inti atom.

Elektron memiliki muatan negatif, sementara positron memiliki muatan positif.

Radiasi beta lebih dapat menembus bahan dibandingkan radiasi alfa dan dapat menembus beberapa milimeter aluminium.

Radiasi beta dapat menembus kulit manusia dan merusak sel-sel dalam tubuh.

Contoh sumber radiasi beta adalah unsur radioaktif seperti tritium, karbon-14 dan stronsium-90.

Radiasi Gamma

Radiasi gamma adalah gelombang elektromagnetik energi tinggi yang dipancarkan dari inti atom.

Radiasi gamma tidak memiliki muatan dan paling dapat menembus bahan di antara ketiga jenis radiasi.

Radiasi gamma dapat menembus berlapis-lapis beton dan merupakan radiasi paling berbahaya bagi kesehatan.

Contoh sumber radiasi gamma adalah unsur radioaktif seperti teknecium-99m dan iodium-131.

Jenis-Jenis Radiasi Nuklir

Radiasi Alfa

Radiasi alfa adalah partikel bermuatan positif yang terdiri dari dua proton dan dua neutron.

Radiasi alfa bersifat ionisasi tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan seluler yang signifikan.

Namun, radiasi alfa memiliki daya tembus yang rendah dan dapat diblokir dengan mudah oleh kertas atau kulit manusia.

Radiasi Beta

Radiasi beta adalah elektron atau positron yang dipancarkan dari inti atom.

Radiasi beta memiliki daya ionisasi yang lebih rendah dari radiasi alfa, tetapi memiliki daya tembus yang lebih tinggi dan dapat menembus kulit manusia.

Radiasi beta dapat diblokir oleh aluminium tipis atau plastik.

Radiasi Gamma

Radiasi gamma adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi tinggi dan energi tinggi yang dipancarkan dari inti atom.

Radiasi gamma sangat menembus dan sulit diblokir.

Diperlukan beton tebal atau timbal untuk melindungi dari radiasi gamma.

Radiasi gamma tidak memiliki muatan listrik, tetapi memiliki efek ionisasi yang tinggi karena energinya yang tinggi.

Radiasi gamma dapat menyebabkan kerusakan seluler yang signifikan bahkan dalam paparan singkat.

Bagaimana Radiasi Alfa, Beta Dan Gamma Berbeda?

Radiasi nuklir
sumber: shutterstock

Partikel Alfa

Partikel alfa terdiri dari dua proton dan dua neutron.

Partikel ini relatif besar dan membawa muatan positif.

Karena ukuran dan muatannya, partikel alfa tidak dapat menembus materi dengan mudah.

Mereka dapat dihentikan oleh selembar kertas atau kulit manusia.

Namun, jika partikel alfa masuk ke dalam tubuh, partikel ini dapat berbahaya bagi jaringan sensitif seperti paru-paru atau sumsum tulang.

Partikel alfa hanya bergerak beberapa sentimeter di udara sebelum berhenti.

Partikel Beta

Partikel beta adalah elektron berenergi tinggi yang dipancarkan dari inti atom.

Partikel ini lebih kecil dari partikel alfa dan membawa muatan negatif.

Partikel beta dapat menembus materi lebih dalam daripada partikel alfa, tetapi masih dapat dihentikan oleh lapisan aluminium.

Partikel beta berbahaya jika terhirup atau tertelan dan dapat merusak jaringan yang sensitif.

Di udara, partikel beta dapat melayang hingga 30 kaki.

Sinar Gamma

Sinar gamma adalah gelombang elektromagnetik frekuensi tinggi, mirip dengan sinar-X.

Sinar ini tidak memiliki massa atau muatan dan dapat menembus materi dengan sangat dalam.

Sinar gamma membutuhkan pelindung yang padat seperti timbal atau beton untuk menyerapnya.

Karena daya tembusnya, sinar gamma dapat menjalar hingga ratusan meter di udara dan merusak jaringan di seluruh tubuh jika terpapar.

Sinar gamma berbahaya bahkan dalam dosis kecil.

Sifat-sifat yang berbeda dari jenis radiasi ini ukuran, muatan dan tingkat energi menentukan seberapa besar mereka dapat menembus materi dan jumlah kerusakan yang dapat ditimbulkannya.

Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini, kita dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk membatasi paparan terhadap bentuk-bentuk radiasi nuklir yang berbahaya.

Dampak Radiasi Nuklir Terhadap Kesehatan

Radiasi nuklir dapat memberikan efek yang signifikan terhadap kesehatan manusia, tergantung pada jumlah paparannya.

Ada tiga jenis radiasi pengion utama yang dipancarkan dari reaksi nuklir:

Partikel alfa

Partikel alfa terdiri dari dua proton dan dua neutron.

Partikel ini memiliki daya tembus yang rendah dan tidak dapat bergerak jauh, hanya beberapa sentimeter di udara.

Namun, jika bahan yang memancarkan partikel alfa terhirup atau tertelan, hal ini dapat berbahaya karena partikel alfa dapat merusak sel-sel yang berada di dekatnya.

Partikel beta

Partikel beta adalah elektron berenergi tinggi yang dipancarkan dari nukleus.

Partikel ini lebih tajam daripada partikel alfa, tetapi biasanya hanya dapat melintasi beberapa milimeter jaringan.

Paparan partikel beta dapat menyebabkan luka bakar pada kulit, dan kontaminan yang memancarkan beta dapat menimbulkan risiko jika terhirup atau tertelan.

Sinar gamma

Sinar gamma adalah gelombang elektromagnetik berenergi tinggi yang dipancarkan dari nukleus.

Sinar ini adalah yang paling menembus dari tiga jenis radiasi dan dapat dengan mudah melewati tubuh manusia.

Paparan radiasi gamma dapat merusak sel dan DNA, menyebabkan penyakit radiasi, kanker dan kematian pada dosis yang cukup tinggi.

Dampak kesehatan dari paparan radiasi dapat muncul dengan cepat (efek akut) atau lama setelah paparan (efek kronis).

Penyakit radiasi akut dapat menyebabkan mual, kelelahan dan kerusakan pada saluran pencernaan, sistem saraf pusat dan sumsum tulang.

Paparan radiasi kronis dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker, terutama leukemia dan tumor padat.

Kerusakan genetik pada sel reproduksi juga dapat menyebabkan cacat yang dapat diturunkan pada keturunannya.

Meskipun radiasi dalam dosis tinggi dapat sangat berbahaya dan bahkan fatal, risiko efek kesehatan dari paparan tingkat rendah hingga sedang masih dipelajari dan diperdebatkan.

Penelitian yang sedang berlangsung terus membentuk standar keselamatan dan peraturan seputar penggunaan energi nuklir dan sumber radiasi lainnya.

Perhatian harus diberikan untuk membatasi paparan radiasi semaksimal mungkin mengingat dampak kesehatan yang berpotensi parah dan bertahan lama.

Cara Melindungi Diri Dari Paparan Radiasi Nuklir

Untuk melindungi diri Anda dari paparan radiasi nuklir, Anda harus memahami risikonya dan melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

Berbagai bentuk radiasi nuklir dapat memiliki efek yang berbeda-beda pada tubuh manusia.

Partikel alfa

Partikel alfa dipancarkan dari inti atom selama peluruhan radioaktif dan berukuran relatif besar, terdiri dari dua proton dan dua neutron.

Meskipun partikel alfa dapat merusak organ dalam dan DNA jika tertelan atau terhirup, partikel alfa dapat dihentikan oleh bahan seperti kertas atau kulit manusia dan tidak menembus jauh ke dalam jaringan.

Namun, paparan langsung ke sumber partikel alfa tetap harus dihindari.

Partikel beta

Partikel beta adalah elektron berenergi tinggi yang dipancarkan dari nukleus selama peluruhan beta.

Partikel ini dapat menembus kulit manusia dan merusak organ dalam, tetapi dapat dihentikan oleh bahan seperti aluminium.

Perisai dari partikel beta membutuhkan bahan yang lebih padat.

Paparan terhadap sumber partikel beta harus dihindari dan peralatan pelindung yang tepat seperti kacamata dan pakaian pelindung harus dipakai.

Sinar gamma

Sinar gamma adalah radiasi elektromagnetik berenergi tinggi yang dipancarkan dari nukleus.

Sinar ini sangat tajam dan dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada organ dalam dan DNA.

Bahan-bahan padat seperti timbal, baja atau beton diperlukan untuk melindungi dari sinar gamma.

Paparan harus dihindari jika memungkinkan dan memantau tingkat radiasi di area di mana paparan sinar gamma dapat terjadi sangat penting.

Untuk melindungi diri Anda dari radiasi nuklir, hindari paparan langsung ke sumber radioaktif jika memungkinkan.

Gunakan pelindung seperti celemek timbal, kacamata, dan peralatan pemantauan jika paparan tidak dapat dihindari.

Batasi waktu yang dihabiskan di area dengan tingkat radiasi tinggi dan patuhi semua peringatan yang dipasang.

Memahami risiko setiap bentuk radiasi nuklir dan mengambil tindakan keselamatan yang tepat dapat membantu mengurangi kemungkinan Anda terpapar dan efek kesehatan yang negatif.

Kesimpulan

Anda telah mempelajari tentang berbagai bentuk radiasi nuklir, mulai dari partikel alfa dan beta yang bermuatan listrik, hingga sinar gamma yang tidak bermuatan.

Meskipun radiasi nuklir dapat digunakan untuk kepentingan positif seperti kedokteran nuklir, namun paparan radiasi dalam jumlah berlebih dapat menyebabkan kerusakan sel dan bahkan kematian.

Oleh karena itu, penggunaan dan penanganan bahan radioaktif harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan sesuai prosedur keselamatan yang ketat.

Dengan memahami sifat dasar dari berbagai jenis radiasi nuklir, Anda dapat lebih waspada terhadap potensi bahayanya dan berkontribusi pada upaya pencegahan paparan radiasi yang berlebihan.