Metro

Main Agenda: Pramono harap JFF 2026 lahirkan gagasan untuk kemajuan Jakarta

kan Gagasan untuk Kemajuan Jakarta Main Agenda - Jakarta, 5 Juni 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan harapan besar terhadap

Desk Metro
Published June 6, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pramono Harap JFF 2026 Lahirkan Gagasan untuk Kemajuan Jakarta

Main Agenda – Jakarta, 5 Juni 2026 – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan harapan besar terhadap penyelenggaraan Jakarta Future Festival (JFF) 2026. Menurutnya, acara ini menjadi peluang untuk menghasilkan konsep dan solusi inovatif yang dapat memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu kota global yang unggul. “JFF 2026 harus menjadi ruang untuk menggali ide-ide baru, kolaborasi nyata, serta transformasi konkret yang mendorong Jakarta ke level Top 20 Global City,” ujarnya seusai membuka festival tersebut di Taman Ismail Marzuki, Jumat (5/6).

Menjadi Platform Berpikir Bersama

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) ini, menurut Pramono, bertujuan menampilkan perspektif Jakarta dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan. “JFF 2026 tidak hanya sekadar acara rutin, tapi juga wadah untuk mengeksplorasi bagaimana Jakarta menggambarkan visi, strategi, dan langkah-langkah untuk mengembangkan diri di tingkat internasional,” tambahnya. Dengan menggabungkan pemikiran dari berbagai kalangan, festival ini diharapkan bisa mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberi dampak signifikan bagi masyarakat.

“Mudah-mudahan, JFF 2026 terus diadakan agar Jakarta tetap dinamis, kreatif, dan mampu menciptakan pilihan-pilihan yang berarti bagi warga,” harap Pramono.

Menurutnya, melibatkan generasi muda dalam acara ini menjadi kunci untuk meningkatkan daya tarik dan partisipasi masyarakat. “Kehadiran para pemuda akan membuat JFF lebih menarik, karena mereka memiliki energi dan ide-ide yang segar untuk menghadapi perubahan,” jelasnya. Ia juga menyebutkan, JFF 2026 dirancang agar bisa terus berkembang dan menjadi referensi bagi kota-kota lain dalam berbagai aspek pembangunan.

Struktur Kegiatan JFF 2026

JFF 2026 akan berlangsung selama tiga hari, dimulai 7 Juni 2026, dan mencakup berbagai agenda yang menargetkan kolaborasi antar stakeholder. Rangkaian acara ini meliputi Jakarta’s Forecast, Urban Talks, Urban Policy Lab, Urban Debate, Urban Study Case, serta pameran inovasi dan booth usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah DKI Jakarta. Setiap kegiatan dirancang untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan kota.

Dalam Jakarta’s Forecast, peserta akan diberikan kesempatan untuk menggali potensi Jakarta, baik dari segi budaya, ekonomi, maupun infrastruktur, serta memproyeksikan masa depan kota tersebut. Aktivitas ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya memperhatikan identitas Jakarta saat menjelang perayaan 500 tahun kota ini pada 2027. “Dengan membangun narasi yang kuat, kita bisa menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap visi Jakarta,” kata Pramono.

Kolaborasi dengan Akademisi Internasional

Salah satu elemen menarik dari JFF 2026 adalah penyelenggaraan acara yang melibatkan 19 dosen dari universitas-universitas internasional. Mereka akan hadir untuk bertukar pemikiran tentang topik-topik seperti pengembangan kota, ketahanan kota, dan tantangan-tantangan yang perlu diatasi bersama. “Kolaborasi dengan akademisi dari luar negeri membuka wawasan baru, karena mereka bisa melihat Jakarta dari perspektif yang berbeda,” terangnya.

Acara ini juga diharapkan menjadi wadah untuk menggali solusi yang relevan dengan isu kota modern, seperti keberlanjutan lingkungan, digitalisasi pemerintahan, dan pembangunan ekonomi yang berbasis inovasi. Pramono menekankan bahwa partisipasi dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga NGO, sangat penting untuk memastikan arah pembangunan Jakarta lebih terarah dan mendukung kesejahteraan warga.

Menjaga Momentum Kreatif

Dalam pidatonya, Pramono mengungkapkan bahwa JFF 2026 tidak hanya sebatas acara tahunan, tapi juga menjadi platform untuk mengukur progres Jakarta dalam mencapai tujuan Top 20 Global City. “Kami ingin menguji apakah gagasan yang dihasilkan selama acara ini bisa berdampak nyata dalam beberapa tahun ke depan,” katanya. Untuk mencapai itu, festival ini akan menyajikan berbagai studi kasus kota-kota lain yang berhasil mengembangkan diri menjadi pusat global.

Pramono juga menyoroti peran pemerintah dalam menggerakkan inisiatif-inisiatif pembangunan yang berkelanjutan. “Kami harus menciptakan ekosistem yang mendukung keberlanjutan, termasuk ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dan lingkungan yang kondusif,” ujarnya. Ia berharap JFF 2026 bisa menjadi jembatan antara pemikiran akademik dan penerapan di lapangan, sehingga ide-ide yang lahir tidak hanya teoretis, tapi juga bisa diimplementasikan.

JFF 2026 dirancang agar menjadi ajang diskusi yang menyenangkan dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. “Dengan format yang menarik, acara ini tidak hanya menyajikan informasi, tapi juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan,” tambahnya. Pramono menilai, kolaborasi antar sektor akan memberi kekuatan ekstra untuk menyelesaikan masalah yang kompleks, seperti ketimpangan pembangunan atau keterbatasan sumber daya.

Dalam rangkaian kegiatan ini, peserta akan terlibat dalam diskusi, workshop, serta pameran yang menampilkan berbagai inovasi dari UMKM. Pramono berharap, melalui JFF, kota Jakarta bisa mengeksplorasi potensi ekonomi kreatif yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. “UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian lokal, dan JFF 2026 ingin mengangkat peran mereka ke tingkat nasional bahkan internasional,” katanya.

Masa Depan Jakarta dalam Tangan Bersama

Dengan menggabungkan ide-ide dari berbagai kalangan, Pramono yakin Jakarta bisa melangkah lebih cepat menuju tujuan menjadi kota global. “JFF 2026 adalah langkah awal, tapi kita harus terus bergerak dan mengembangkan ekosistem yang saling mendukung,” pungkasnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Jakarta tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif warga, termasuk generasi muda, dalam mengarahkan masa depan kota.

Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang akan membuat JFF 2026 menjadi lebih relevan dan berdampak. Dengan melibatkan para pemangku kepentingan, acara ini diharapkan bisa menghasilkan solusi yang holistik dan mampu menghadapi tantangan berbagai sektor. Pramono juga menekankan bahwa JFF 2026 bukan hanya tentang perkembangan fisik, tapi juga tentang peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Sebagai rangkaian acara yang menyatukan pemikiran dan aksi, JFF 2026 diharapkan menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Jakarta menuju posisi global. “Kami ingin melalui festival ini, Jakarta terus menunjukkan kemampuannya untuk berkembang secara kreatif, inklusif, dan berkelanjutan,” tukas Pramono, yang menutup pidatonya dengan harapan JFF bisa menjadi referensi untuk kota-kota lain di Indonesia dan dunia.

Leave a Comment