Hasil Pertemuan: Belum Kelar di Iran, AS Tiba-Tiba Luncurkan Operasi Militer di Sini

Belum Kelar di Iran, AS Tiba-Tiba Luncurkan Operasi Militer di Sini

Jakarta, CNBC Indonesia – Amerika Serikat secara resmi meningkatkan kehadirannya dalam perang melawan narkoba di Amerika Latin. Komando militer AS yang mengawasi operasi serangan terhadap kapal-kapal dugaan penyelundupan narkotika di wilayah Karibia dan Pasifik mengonfirmasi telah memulai operasi bersama dengan Ekuador untuk menghadapi perdagangan obat terlarang. Informasi ini dilansir AFP, Rabu (4/3/2026), di mana Komando Selatan Amerika Serikat atau United States Southern Command (SOUTHCOM) menyebutkan kedua negara meluncurkan tindakan terhadap “organisasi teroris yang telah ditetapkan” di wilayah Ekuador.

“Operasi ini menunjukkan komitmen kuat para mitra di Amerika Latin dan Karibia dalam melawan ancaman narko-teroris,” tulis SOUTHCOM dalam posting di platform X.

Langkah tersebut diambil setelah pemerintah Ekuador mengungkapkan bahwa Washington memasuki “fase baru” dalam perang melawan narkoba di negara tersebut. Presiden Ekuador, Daniel Noboa, yang dianggap sebagai sekutu Presiden AS Donald Trump, menyatakan bahwa AS termasuk dalam “sekutu regional” yang terlibat dalam operasi menghadapi kartel narkoba.

Kelompok-kelompok narkoba memanfaatkan pelabuhan Ekuador sebagai jalur pengiriman kokain ke pasar internasional. Dalam pertemuan di Quito, Noboa berdiskusi dengan kepala SOUTHCOM, Francis Donovan, serta Mark Schafer, komandan operasi khusus AS untuk Amerika Tengah, Selatan, dan Karibia. Mereka membahas rencana berbagi informasi dan koordinasi di bandara serta pelabuhan laut.

Posisi geografis Ekuador membuatnya menjadi titik transit strategis dalam jaringan perdagangan narkoba global. Sekitar 70% narkotika yang diproduksi Kolombia dan Peru—dua produsen kokain terbesar dunia—dikirim melalui negara tetangga ini. Perdagangan narkoba ini telah memicu konflik wilayah berdarah-darah, yang dalam beberapa tahun terakhir mengubah Ekuador dari negara paling aman di Amerika Latin menjadi salah satu yang paling rentan.

Kerja sama antara AS dan Ekuador meningkat sejak Noboa memimpin pemerintahan kanan pada 2023. Tahun lalu, ia mendorong pembukaan kembali pangkalan militer AS yang sebelumnya ditutup. Namun, usaha itu ditolak melalui referendum November, di mana rakyat Ekuador menetapkan larangan keberadaan pangkalan militer asing. Meski demikian, pada Desember, AS mengumumkan penempatan sementara personel Angkatan Udara di bekas pangkalan militer di kota pelabuhan Manta.