Program Terbaru: Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Negara Muslim Ini Darurat

Perang AS-Iran Timbulkan Korban Baru, Pakistan Mengalami Darurat Energi

Jakarta, CNBC Indonesia – Kabar kelangkaan bahan bakar yang mengancam Pakistan semakin memburuk, dengan antrean luar biasa di berbagai pusat pengisian. Depots menjadi tempat berkumpulnya truk-truk pengangkut BBM, yang terlihat berkerumun sejak Rabu. Hal ini terjadi di tengah upaya pemerintah untuk mengendalikan kecemasan masyarakat terhadap kenaikan harga energi.

Konflik Timur Tengah Mengganggu Pasokan Bahan Bakar

Kelangkaan bahan bakar terkait erat dengan perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang menghambat jalur distribusi global. Sejumlah puluh truk pengangkut BBM terpantau terjebak di dekat Lahore, kota utama provinsi Punjab, daerah terpadat di Pakistan.

“Depot bahan bakar telah mengalami kekosongan selama empat hari terakhir,” ungkap Abdul Shakoor, seorang pengemudi truk, kepada AFP, Kamis (12/3/2026).

Pasokan yang terhenti disebabkan oleh penutupan perbatasan Iran dan pembatasan akses dari negara tetangga. Pemimpin pemerintah Pakistan, Ali Pervaiz Malik, menyatakan bahwa harga BBM tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam waktu dekat, meski situasi memanas.

Penghematan Darurat dan Kebutuhan Masyarakat

Untuk mengatasi krisis, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan kebijakan penghematan nasional. Langkah ini meliputi pengurangan hari kerja pegawai pemerintah menjadi empat hari per minggu serta penutupan sekolah-sekolah. Namun, di lapangan, kondisi justru lebih buruk dari yang diungkapkan pemerintah.

“Para pengemudi pergi ke depot hari ini, tetapi staf menyatakan tidak ada bahan bakar yang tersedia,” tambah Mazhar Mahmood, asisten pengemudi.

Sementara itu, pemerintah juga meningkatkan harga BBM sekitar 20% pekan lalu, yang langsung memicu antrean dan tindakan pembelian bahan bakar secara mendadak. Meski demikian, ketidakpastian terus menghantui para pekerja logistik dan warga.

“Situasi di negara ini tidak stabil. Bensin habis, kendaraan pun terparkir di sini,” tutup Mahmood.

Krisis energi ini tidak hanya mengganggu kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memperhatinkan bisnis-bisnis tetangga Indonesia yang bergantung pada stabilitas pasokan di Timur Tengah.

[Gambas:Video CNBC]

Next Article: Bahlil Beri Bocoran Kuota BBM 2026 untuk SPBU Swasta, Ternyata Segini