Politik

Latest Program: Pemkab Manokwari hentikan penjualan miras jelang Pesparawi Nasional

Pemkab Manokwari Terapkan Pembatasan Penjualan Miras Sebelum Pesparawi Nasional Latest Program - Manokwari, Papua Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Desk Politik
Published June 16, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pemkab Manokwari Terapkan Pembatasan Penjualan Miras Sebelum Pesparawi Nasional

Latest Program – Manokwari, Papua Barat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari mengambil langkah khusus dengan membatasi penjualan minuman keras (miras) selama 19 hari berturut-turut, mulai 14 Juni hingga 2 Juli 2026. Tindakan ini diambil sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman selama penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, yang akan digelar pada 18–28 Juni 2026. Wakil Bupati Manokwari, Mugiyono, memberikan penjelasan tentang kebijakan tersebut dalam sebuah pernyataan di Manokwari, Selasa (14/6). Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, termasuk distributor, toko, serta masyarakat setempat, untuk mendukung kegiatan nasional tersebut.

Langkah Strategis demi Ketenangan Selama Acara

Wakil Bupati Mugiyono menyatakan bahwa kebijakan pembatasan penjualan miras ini diwujudkan melalui Instruksi Bupati Manokwari Nomor 691 Tahun 2026. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi potensi konflik atau gangguan yang mungkin terjadi selama penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. “Manokwari memiliki tanggung jawab besar sebagai tuan rumah acara ini, sehingga masyarakat diminta untuk bersikap lebih hati-hati dalam mengonsumsi minuman beralkohol,” ujarnya. Ia juga menyoroti peran aparatur pemerintah dalam menjaga disiplin, agar kegiatan yang akan mengundang ribuan peserta dari berbagai daerah dapat berjalan lancar.

“Mohon pengertian distributor, outlet, dan seluruh masyarakat Manokwari. Ingat bahwa Manokwari adalah tuan rumah Pesparawi Nasional XIV,”

Kebijakan ini tidak hanya melibatkan penjualan miras, tetapi juga mengatur operasional tempat hiburan malam seperti karaoke dan tempat pijat. Menurut Mugiyono, kedua jenis tempat tersebut akan ditutup dari pukul 17.00 WIT hingga 22.00 WIT. Sementara itu, tempat biliard tetap dibuka, namun dengan jam operasional yang lebih terbatas, yaitu dari 10.00 WIT sampai 22.00 WIT. “Semua pengaturan ini dilakukan untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Pemkab Manokwari juga menjalin koordinasi dengan pihak keamanan setempat agar pembatasan ini dapat diterapkan secara efektif. Koordinasi tersebut mencakup pengawasan terhadap tempat-tempat yang biasanya menjadi sumber kegaduhan, seperti bar atau klub malam. Mugiyono menegaskan bahwa jika ditemukan pelanggaran, pemerintah daerah akan langsung memberikan sanksi. “Kita ingin memastikan tidak ada gangguan selama acara, baik dari dalam maupun luar,” katanya.

Kesiapan Infrastruktur dan Kehadiran Peserta

Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, Yan Ayomi, menjelaskan bahwa pihak panitia telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai di Ruang Terbuka Publik Borarsi. Lokasi ini akan menjadi tempat pembukaan dan penutupan Pesparawi Nasional XIV, yang diharapkan menjadi pusat kegiatan selama 11 hari penyelenggaraan. Ayomi menyampaikan bahwa jumlah peserta dari 37 provinsi yang akan hadir mencapai 5.853 orang, belum termasuk tamu undangan. “Kehadiran kontingen dari berbagai daerah menunjukkan pentingnya acara ini bagi komunitas gerejawi di Indonesia,” ujarnya.

Ayomi menekankan bahwa kesiapan infrastruktur merupakan bagian dari upaya menciptakan suasana yang kondusif. “Seluruh elemen masyarakat diminta berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan, terutama di area yang akan dipakai sebagai lokasi acara,” tambahnya. Ia juga menyoroti peran penting masyarakat lokal dalam menyukseskan event nasional ini. “Kontingen sudah mulai tiba, sehingga masyarakat diharapkan tetap waspada dan tanggung jawab dalam menjaga lingkungan tempat tinggal masing-masing,” ujarnya.

“Kontingen sudah mulai berdatangan ke Manokwari. Masing-masing masyarakat bertanggung jawab menjaga keamanan lingkungan tempat tinggal,”

Penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari tidak hanya menjadi ajang kompetisi suara, tetapi juga momentum untuk memperkuat hubungan antar daerah. Ayomi menyampaikan bahwa event ini akan menampilkan keberagaman budaya dan suara dari seluruh provinsi di Indonesia. “Kita berharap, kehadiran peserta dari berbagai wilayah dapat menciptakan suasana harmonis yang menjadikan Manokwari sebagai tuan rumah yang ramah dan profesional,” jelasnya.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemkab Manokwari juga memastikan kebersihan dan keamanan di area Borarsi. Lokasi tersebut akan menjadi pusat kegiatan utama, termasuk acara pembukaan dan penutupan yang dihadiri oleh para peserta dan undangan. Ayomi menegaskan bahwa seluruh pihak, termasuk petugas keamanan dan masyarakat, harus bekerja sama untuk menjaga kondisi tersebut. “Kita perlu memastikan bahwa setiap sudut Manokwari siap memberikan kenyamanan bagi peserta dan masyarakat umum,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Mugiyono menambahkan bahwa pihaknya berharap pembatasan penjualan miras dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Ini bukan sekadar aturan sementara, tetapi bagian dari komitmen kita untuk menjaga keselamatan dan ketertiban selama acara,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mendukung kebijakan tersebut, termasuk mematuhi jam operasional tempat hiburan yang diatur. Mugiyono menekankan bahwa tindakan ini merupakan langkah yang bijak untuk menghindari potensi konflik, terutama karena kehadiran peserta dari berbagai wilayah.

Pembatasan penjualan miras ini tidak hanya berdampak pada industri minuman beralkohol, tetapi juga mengubah rutinitas masyarakat setempat. Toko-toko yang menjual miras diminta menutup aktivitasnya selama 19 hari, sementara penjual keliling dilarang beroperasi di sekitar lokasi acara. Mugiyono menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku mulai 14 Juni hingga 2 Juli 2026, yang berarti lebih dari satu minggu sebelum dan sesudah acara. “Ini adalah waktu yang cukup untuk memastikan suasana tetap tenang sebelum dan sesudah Pesparawi Nasional XIV berlangsung,” ujarnya.

Pemkab Manokwari juga mengimbau masyarakat untuk menjaga sikap dan kesadaran dalam mematuhi peraturan. “Selain itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kegiatan-kegiatan yang bisa memicu kerusuhan atau gangguan,” tambah Mugiyono. Ia menambahkan bahwa seluruh pihak, termasuk tokoh agama, organisasi masyarakat, dan institusi pendidikan, diminta turut serta dalam memastikan keberhasilan acara. “Kita berharap kebijakan ini tidak hanya menjadi tindakan sementara, tetapi juga menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat,” pungkasnya.

Sebagai penutup, Mugiyono menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini. “Semua upaya yang dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban akan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata dan budaya gerejawi di Manokwari,” ujarnya. Dengan berbagai lang

Leave a Comment