Pengamat apresiasi Seskab konsisten sampaikan perkembangan bantuan NTT

1 day ago  ·  3 min read
By Jessica Martin - fukushimask.com

Pengamat Apresiasi Seskab Konsisten Sampaikan Perkembangan Bantuan NTT

Fukushimask.com – Jakarta — Pengamat apresiasi Seskab konsisten sampaikan perkembangan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan publik setelah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya kembali mengumumkan pengiriman logistik terbaru. Pengamat politik Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensa, menyatakan bahwa konsistensi Teddy dalam mengomunikasikan setiap tahapan distribusi bantuan menunjukkan komitmen nyata pemerintah di bawah instruksi Presiden Prabowo Subianto. Dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu, Hensa menegaskan bahwa peran Teddy sebagai penghubung antara arahan kepala negara dan eksekusi kebijakan di lapangan telah dijalankan secara berkelanjutan dan terukur.

Terbaru, pemerintah mengirim 65 ton logistik menggunakan lima pesawat ke wilayah terdampak bencana di NTT. Dengan tambahan tersebut, akumulasi bantuan logistik sejak hari pertama pengiriman telah menembus angka 253 ton. Hensa menilai langkah ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti operasional bahwa negara hadir di tengah krisis warganya.

“Apa yang disampaikan Teddy ini bisa jadi contoh bahwa pemerintah bekerja. Mau orang suka atau tidak suka kepada pemerintah, kalau pesawatnya terbang dan bantuannya benar-benar dikirim, ya masa kita harus bilang itu tidak ada?” ujar Hensa.

Di Balik Angka: Menjamin Bantuan Sampai ke Tangan Warga

Kendati mengapresiasi konsistensi komunikasi tersebut, Hensa mengingatkan bahwa angka tonase semata tidak cukup menjadi ukuran keberhasilan. Sebagai pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, ia menekankan bahwa parameter utama yang harus dipantau publik adalah kecepatan, ketepatan sasaran, dan pemerataan distribusi bantuan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Menurutnya, narasi pemerintah perlu bergeser dari “berapa yang diberangkatkan” menjadi “berapa yang sudah diterima warga”.

“Jangan sampai kita hebat sekali menghitung berapa ton yang berangkat, tetapi lupa bertanya berapa yang sudah sampai ke tangan warga. Ini harus dijaga juga,” tegasnya.

Hensa menilai bahwa Teddy sejauh ini menjalankan fungsi komunikasi pemerintahan secara efektif. Ia tidak berhenti pada pengumuman bahwa Presiden telah memberikan instruksi, melainkan merinci tindak lanjutnya: jumlah muatan, moda transportasi udara yang digunakan, serta titik-titik distribusi di lapangan. Pendekatan ini, menurut Hensa, memberi ruang bagi masyarakat untuk melakukan akuntabilitas publik secara langsung terhadap pejabat yang bersangkutan.

“Teddy juga tidak hanya membawa angka, tetapi menjelaskan apa saja yang dibawa dan bagaimana pengirimannya. Setidaknya ada yang bisa ditagih masyarakat dari dia,” kata Hensa. Ia menambahkan bahwa konsistensi komunikasi semacam itu secara tidak langsung memperkuat modal politik Teddy di mata publik, meskipun ia bukan kepala daerah, ketua partai, maupun menteri yang mengelola program langsung.

Menutup keterangannya, Hensa mengingatkan agar popularitas tetap menjadi efek samping dari kinerja, bukan tujuan utama. “Kalau kerja bagus kemudian populer, ya silakan. Yang bahaya itu kalau urutannya dibalik: ingin populer dulu, kerjanya nanti. Untuk urusan NTT ini, pemerintah tinggal membuktikan satu hal sederhana: 253 ton itu sampai ke rakyat atau tidak,” ucapnya.

FAQ: Pengamat Apresiasi Seskab Konsisten Sampaikan Bantuan NTT

Berapa total bantuan logistik yang telah dikirim ke NTT hingga saat ini? Total bantuan logistik bagi masyarakat terdampak bencana di NTT sejak hari pertama pengiriman telah mencapai 253 ton, termasuk pengiriman terbaru sebesar 65 ton menggunakan lima pesawat.

Siapa yang mengapresiasi konsistensi komunikasi Seskab terkait bantuan NTT? Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa), pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI, memberikan apresiasi atas konsistensi Seskab Teddy Indra Wijaya dalam menyampaikan perkembangan distribusi bantuan secara terbuka dan terperinci.

Apa pesan utama Hensa kepada pemerintah terkait distribusi bantuan? Hensa menekankan bahwa keberhasilan pengiriman tidak diukur dari tonase yang diberangkatkan, melainkan dari seberapa cepat, tepat, dan merata bantuan tersebut diterima oleh warga terdampak di tingkat akar rumput.

More from this category