Prabowo Instruksikan Logo HUT Ke-81 RI Dipilih Masyarakat
Visit Agenda – Jakarta – Presiden Joko Widodo, yang juga dikenal sebagai Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi kepada tim kerjanya untuk melibatkan masyarakat dalam menentukan logo resmi perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan keterlibatan publik dalam menyambut perayaan penting yang dirayakan setiap tahun. Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu sore, Prabowo menekankan pentingnya partisipasi warga negara dalam memilih simbol yang akan mewakili kebangsaan Indonesia.
Seleksi Logo yang Dipublikasikan
Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI) meluncurkan laman resmi untuk mempublikasikan lima opsi logo yang telah melewati tahap seleksi dan kurasi. Sebelumnya, sayembara desain logo telah menerima 124 karya dari desainer grafis di seluruh Indonesia. Proses ini dimulai dengan
“open call” yang membuka peluang bagi semua desainer, baik anggota maupun non-anggota ADGI, untuk berpartisipasi.
David Irianto, perwakilan ADGI yang hadir dalam jumpa pers, menjelaskan bahwa peserta sayembara tidak terbatas pada anggota organisasi. “Kami menerima karya dari berbagai latar belakang, termasuk desainer muda yang belum memiliki pengalaman signifikan,” tambahnya.
Setelah periode pengiriman berakhir, karya yang masuk mengalami proses seleksi ketat. Hasil dari seleksi tersebut kemudian masuk ke tahap
“pitching” atau presentasi tertutup, di mana lima desainer terpilih memaparkan konsep mereka kepada perwakilan pemerintah, seperti Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretaris Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah. Proses ini bertujuan untuk memastikan logo yang dipilih tidak hanya estetika tetapi juga relevan dengan tema HUT ke-81.
Juri Ardiantoro, Wakil Menteri Sekretaris Negara, menjelaskan bahwa masyarakat dapat langsung mengakses laman resmi logo HUT ke-81 RI untuk melihat lima pilihan desain yang disediakan. “Ini menjadi langkah inovatif untuk melibatkan publik dalam memilih simbol negara,” katanya.
Limang Logo dengan Konsep Berbeda
Di laman resmi, lima logo yang tersedia memiliki konsep unik dan berbeda. Pertama, logo karya David Wirawan P dari Surakarta, Jawa Tengah, yang menggambarkan tema “8 Harapan, 1 Tujuan.” Logo ini mencerminkan aspirasi masyarakat Indonesia yang ingin bangsa ini maju dan berdaulat. Kedua, Fajar Novario dari Kota Padang, Sumatera Barat, mengusung konsep “Kolektif, Sinergi, Bertumbuh,” yang menekankan kolaborasi dan pertumbuhan bersama dalam membangun bangsa. Ketiga, Kanda Putra dari Denpasar, Bali, memperkenalkan logo dengan konsep “Kemanusiaan yang Terhubung,” yang menggambarkan kebersamaan dan keterikatan antarwarga Indonesia.
Logo keempat dipersembahkan oleh Rizkiawan dari Malang, Jawa Timur, dengan konsep “Berdaya, Setara, Sinergi Bersama.” Desain ini mengisyaratkan keadilan sosial dan keseimbangan dalam kemajuan bangsa. Terakhir, Tiffany Djohan dari Batam, Kepulauan Riau, memperkenalkan logo yang mengusung tema “Demokrasi dan Kemandirian,” menggambarkan kekuatan bangsa yang mandiri dan berpola hidup demokratis. “Setiap desain mengandung interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT ke-81,” kata Juri Ardiantoro saat menjelaskan.
Periode Pemilihan dan Hadiah
Pemilihan logo akan berlangsung dari 24 Juni hingga 28 Juni 2026. Masyarakat diberi kesempatan untuk memilih salah satu dari lima desain yang ditampilkan di platform tersebut. Juri Ardiantoro mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 300 hadiah untuk peserta yang aktif dalam proses pemilihan. “Hadiah ini bertujuan memotivasi masyarakat untuk turut andil dalam memilih logo,” jelasnya.
Hadiah yang disediakan terdiri dari tiga kategori. Seratus hadiah berupa undangan untuk hadir dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi. Seratus lagi adalah suvenir yang akan diberikan kepada peserta undangan. Selain itu, ada 100 bantuan pendidikan yang diberikan kepada masyarakat yang terpilih. “Total hadiah yang tersedia mencapai 300, dengan harapan mendorong partisipasi luas dari seluruh lapisan masyarakat,” tambah Juri.
Signifikansi Involusi Publik dalam Proses Desain
Sebelumnya, dalam sayembara desain logo, lima karya teratas umumnya menjadi tiga yang diterima oleh pemerintah untuk dipilih. Namun, kali ini Prabowo menginginkan semua karya yang masuk ke tahap final tetap tersedia untuk dipilih oleh publik. “Ini adalah langkah positif karena memberikan kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk menyumbangkan ide dan perspektif mereka,” ungkap Menekraf Teuku Riefky Harsya, yang juga hadir dalam jumpa pers tersebut.
Menekraf menjelaskan bahwa logo yang akan dipilih harus selaras dengan tema HUT ke-81, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” “Kedua karya yang terpilih secara akhir menghadirkan pemahaman yang kuat terhadap tema tersebut,” katanya. Dalam jumpa pers yang sama, Juri Ardiantoro menyampaikan bahwa pihaknya telah memastikan bahwa setiap desain yang ditampilkan sudah melalui evaluasi oleh tim ahli dari Kementerian Ekonomi Kreatif dan ADGI. “Tujuan dari proses ini adalah memilih logo yang mampu merepresentasikan identitas bangsa secara luas dan menarik,” lanjut Juri.
Proses Seleksi yang Transparan
Proses seleksi logo dimulai dengan penerimaan karya dari seluruh desainer grafis di Indonesia. Setelah pengumpulan karya selesai, tim kurasi memilah 124 desain terbaik untuk masuk ke tahap selanjutnya. Karya-karya ini kemudian dipresentasikan dalam sesi pitching, di mana lima desainer terpilih memberikan penjelasan tentang konsep dan nilai-nilai yang ingin disampaikan melalui logo mereka.
Dalam sesi ini, para desainer membahas bagaimana logo mereka bisa menjadi representasi dari semangat kemerdekaan. “Setiap desain memiliki makna yang mendalam, baik secara visual maupun simbolik,” kata Juri Ardiantoro. “Kami percaya logo yang dipilih oleh masyarakat akan lebih bermakna karena refleksi dari beragam sudut pandang dan pengalaman hidup warga negara.” Selain itu, Juri juga menyebutkan bahwa laman resmi logo HUT ke-81 RI dirancang agar mudah diakses dan memudahkan masyarakat dalam memberikan pilihan.
Dengan melibatkan masyarakat dalam proses pemilihan, pemerintah berharap menghasilkan logo yang lebih mencerminkan identitas nasional. “Ini adalah cara yang tepat untuk membangun kesadaran kolektif terhadap sejarah dan nilai-nilai kemerdekaan,” kata Menekraf. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyajikan desain yang berkualitas tinggi dan relevan dengan visi Indonesia pada era kemerdekaan ke-81. “Kami percaya bahwa keterlibatan publik akan memperkaya proses ini dan memperkuat keterlibatan masyarakat dalam membangun bangsa,” pungkas Menekraf.
Dalam rangkaian acara ini, masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan masukan, menyampaikan suara, dan berkontribusi dalam menentukan arah dan bentuk kebangsaan Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif serta ADGI berharap bahwa kegiatan ini tidak hanya memilih logo tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya seni dan kreativitas dalam memperkuat identitas nasional. Dengan demikian, logo HUT ke-81 RI tidak hanya menjadi simbol tetapi juga bentuk ekspresi kolektif dari seluruh warga Indonesia.
Kesimpulan dan Harapan
Menurut Juri
