Agenda Kunjungan: Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Tak Perlu Panic Buying
Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Tak Perlu Panic Buying
JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah menegaskan bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap terjaga dengan baik meski konflik di Timur Tengah memicu ketidakpastian harga minyak. Dwi Anggia, juru bicara Kementerian Sumber Daya Energi dan Mineral (ESDM), meminta masyarakat tidak perlu panik karena stok BBM nasional mencukupi standar minimum. “Kita mengingatkan masyarakat karena informasi yang telah disampaikan menunjukkan bahwa stok BBM kita secara nasional aman, di atas batas minimal cadangan bahan bakar, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan panic buying,” kata Dwi di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026).
Pertamina Siapkan Satgas untuk Jamin Ketersediaan BBM
Corporate Secretary Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita menyebutkan bahwa perusahaan telah menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadhan dan Idul Fitri untuk memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Satgas ini aktif 24 jam hingga 1 April 2026. “Kami tetap menjaga pasokan BBM meski masa tugas Satgas berakhir, karena Pertamina terus beroperasi sejak sebelum dan sesudah lebaran,” ujarnya.
“Kondisi normal bisa terganggu jika masyarakat melakukan penimbunan tanpa dasar. Kami memastikan semua persiapan telah cukup matang,” imbuh Arya.
Dwi menjelaskan bahwa stok BBM Indonesia selalu dipantau dan diisi ulang secara rutin untuk memenuhi standar minimum. “Cadangan BBM kita dijaga agar tetap memenuhi standar minimum nasional yang diperlukan selama 21 hari. Setiap harinya, pasokan terus bertambah, baik dari produksi dalam negeri maupun minyak mentah yang dibeli dari luar wilayah Timur Tengah,” tambahnya.
“Jangan beranggapan bahwa stok BBM habis setelah 21 hari dari tanggal 9 Maret. Sebaliknya, stok akan terus terpenuhi hingga mencapai tingkat yang aman,” beber Dwi.
Ia juga menyatakan bahwa panic buying justru merugikan masyarakat sendiri. “Jika terjadi penimbunan berlebihan, kondisi yang seharusnya normal bisa berubah menjadi krisis,” jelas Dwi. Menurutnya, pasokan BBM terjamin karena berasal dari berbagai sumber, termasuk negara-negara alternatif di luar wilayah Timur Tengah yang sedang mengalami ketegangan.
Dwi Anggia menegaskan bahwa ketersediaan BBM tidak tergantung pada satu sumber. “Kami terus memantau distribusi bahan bakar, dan semua SPBU di Indonesia tetap beroperasi secara optimal. Tidak ada titik yang terabaikan dalam menjaga kenyamanan masyarakat,” tuturnya.
Sebagai tambahan, Pertamina membuka 7.800 SPBU di seluruh negeri. Lebih dari 2.000 di antaranya beroperasi sepanjang hari. “Ini memastikan akses bahan bakar tetap lancar, bahkan dalam situasi darurat,” pungkas Arya.
