Menghadapi Tantangan: Viral Istri Dimasukkan ke RSJ oleh Suami, Kenapa Tangan dan Kakinya Diikat?
Viral Istri Dimasukkan ke RSJ oleh Suami, Kenapa Tangan dan Kakinya Diikat?
Viral Video Istri Dimasukkan ke RSJ: Klarifikasi dari Rumah Sakit
Sebuah video yang menunjukkan seorang perempuan berada di ruang rawat inap Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, telah menyebar di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun @moodindo.news dan menampilkan korban yang berbaring di tempat tidur dengan lengan dan kaki terikat. Tindakan ini disebut sebagai “restrain”, yang bertujuan membatasi gerakan untuk menjaga keselamatan pasien atau orang lain.
“Menanggapi beredarnya video yang memperlihatkan tindakan pengikatan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Soeharto Heerdjan serta berbagai komentar yang muncul di masyarakat terutama di media sosial. Kami memahami bahwa hal tersebut dapat menimbulkan kekhawatiran dan pertanyaan,” tulis keterangan resmi RS Soeharto Heerdjan, dikutip Jumat (6/3/2026).
Klarifikasi tentang Pengikatan Pasien
Rumah Sakit Soeharto Heerdjan menjelaskan bahwa prosedur pengikatan pasien adalah langkah medis standar. “Tindakan pengikatan pasien dalam pelayanan medis dikenal dengan istilah restrain, yaitu pembatasan gerak yang dilakukan untuk melindungi pasien maupun orang lain dari potensi tindakan yang dapat membahayakan, serta dilakukan tanpa menyakiti pasien,” jelas pihak rumah sakit.
Pihak rumah sakit menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak sembarangan. “Pelaksanaan restrain dilakukan atas rekomendasi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP), dalam hal ini dokter spesialis psikiatri, dengan mempertimbangkan kondisi medis pasien,” tambahnya. Alat yang digunakan dianggap aman, karena merupakan perangkat khusus yang dikelola oleh tenaga medis terlatih.
Ibu Tantu Berdesakan: Anaknya Sehat, Tapi Masuk RSJ
Seorang ibu dalam video tersebut menunjukkan kekecewaan. Ia menyatakan bahwa putrinya tidak mengalami gangguan mental, tetapi tetap dimasukkan ke rumah sakit jiwa oleh suaminya. “Seorang ibu marah-marah karena anaknya yang sehat mentalnya dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa oleh menantunya yang menjadi suami korban,” tulis keterangan unggahan akun tersebut, dikutip Jumat (6/3/2026).
Pihak rumah sakit mengaku belum memberikan informasi tentang hasil tes atau diagnosis kejiwaan korban. Meski demikian, mereka menegaskan bahwa seluruh proses penanganan sudah mengikuti standar operasional.
Percakapan Suami: Ingin Tahan Istri Selama Satu Tahun
Sebuah tangkapan layar yang diklaim sebagai percakapan suami korban dengan keluarganya mengungkapkan niatnya untuk menahan istrinya di RSJSH selama satu tahun. Dalam percakapan tersebut, suami juga menyebut bahwa dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit merupakan teman sekolahnya.
Menurut video yang beredar, konflik rumah tangga antara korban dan suaminya dimulai dari masalah di kantor. Namun, cekcok tersebut justru memicu keputusan suami untuk mengirim istrinya ke rumah sakit jiwa dengan keterangan palsu bahwa istrinya sakit.
Kompas.com Coba Mendatangi dan Menghubungi Korban
Kompas.com telah mengunjungi langsung Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan pada Jumat pagi. Namun, pihak rumah sakit mengatakan belum bisa ditemui karena sedang menunggu surat dan dokumen administrasi untuk wawancara. Selain itu, tim redaksi juga mencoba mengirim pesan ke akun Instagram korban, tetapi belum mendapat respons.
