Rencana Khusus: Perang Iran Meluas ke Luar Teluk, Sampai ke Negara NATO dan Sri Lanka
Perang Iran Meluas ke Luar Teluk, Sampai ke Negara NATO dan Sri Lanka
Kapal Selam AS Hancurkan Kapal Perang Iran di Perairan Selatan Sri Lanka
Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin membesar hingga mencapai wilayah luar Teluk Persia. Pada Rabu (4/3/2026), kapal selam AS menenggelamkan satu kapal perang Iran di lepas pantai selatan Sri Lanka. Pejabat lokal mengidentifikasi kapal tersebut sebagai fregat IRIS Dena, yang sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari India timur. Otoritas setempat melaporkan bahwa 32 awak berhasil diselamatkan, sementara 87 jenazah telah ditemukan. Sebanyak 60 pelaut masih hilang dari total 180 awak.
Pertahanan NATO Cegat Rudal Iran ke Turkiye
Sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turkiye. Ini menjadi kali pertama Turkiye terlibat langsung dalam konflik tersebut. Meski berbatasan langsung dengan Iran dan memiliki pasukan militer kedua terbesar di NATO, tidak ada indikasi bahwa insiden ini akan memicu klausul pertahanan kolektif aliansi Atlantik Utara.
Penjelasan Pentagon: Serangan yang Tidak Adil
Komando Pusat Amerika Serikat menyatakan bahwa lebih dari 20 kapal Iran telah “dihancurkan ke dasar laut,” termasuk kapal yang ditenggelamkan di Sri Lanka. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, kapal tersebut mengira aman di perairan internasional. “Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” ujar Hegseth. “Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa AS memiliki keunggulan dalam pertarungan ini.
Kapal Selam AS Hancurkan Kapal Musuh Pertama Sejak PD II
Ini menjadi pertama kalinya kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II. Serangan itu dilancarkan setelah eskalasi konflik antara Washington dan Israel terhadap Teheran dimulai pada Sabtu (28/2/2026). Dalam pengarahan di Pentagon, Hegseth menjelaskan bahwa pasukan Iran “terpuruk” saat menyerang, sehingga AS dapat mempertahankan pertempuran sesuka hati.
Strait of Hormuz Terpuruk, Harga Minyak Melonjak
Konflik juga mengganggu pelayaran di Selat Hormuz selama lima hari berturut-turut. Jalur laut ini merupakan pintu utama ekspor minyak dan gas Timur Tengah ke pasar global. Harga minyak pada Rabu mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun, sementara sekitar 200 kapal masih terjebak di lepas pantai. Presiden AS Donald Trump berjanji akan memberikan perlindungan angkatan laut untuk memastikan keamanan di kawasan tersebut.
Klaim AS: Habisi Pemimpin Unit Iran yang Diduga Ancam Trump
Sejumlah militer AS menyatakan bahwa kapal Iran yang ditenggelamkan di Sri Lanka menjadi bagian dari upaya untuk menghancurkan unit keamanan Iran yang diduga ingin menculik Presiden Donald Trump. Dalam pengakuan, Iran kini menembakkan rudal lebih sedikit, menunjukkan penurunan kemampuan militer Teheran, menurut Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine.
Iran Pamer Lusinan Drone Tempur di Bunker Bawah Tanah
Dalam tengah kekacauan, Iran menunjukkan arsenal lusinan drone tempur dari bunker bawah tanahnya. Drone tersebut siap menyerang pangkalan militer AS. Sementara itu, rencana pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu, ditunda tanpa penjelasan pasti.
Israel Terus Tekan Hizbullah di Wilayah Lebanon Selatan
Militer Israel mengatakan bahwa pesawatnya menghancurkan kompleks di Teheran timur yang berisi seluruh badan keamanan Iran, termasuk Garda Revolusi, intelijen, unit perang siber, dan kepolisian internal. Sebagai respons, Israel meminta warga meninggalkan sebagian wilayah Lebanon selatan sementara menekan Hizbullah, kelompok yang selama ini berperan dalam menembakkan drone dan roket ke wilayah Israel.
