Langit Eropa Terang Benderang – Bola Api Melintas Jatuh di Jerman

Langit Eropa Terang Benderang, Bola Api Melintas Jatuh di Jerman

Pada akhir pekan lalu, cahaya dari bola api menyinari langit Eropa, termasuk wilayah Prancis, Belanda, Belgia, Luxemburg, dan Jerman. Menurut laporan IFL Science, fenomena tersebut terjadi sekitar pukul 18.55 waktu setempat. Beberapa menit setelahnya, objek tersebut jatuh ke atap sebuah rumah di Koblenz, Jerman, meninggalkan lubang sebesar bola sepak.

“Pada pukul 19.00, benda langit yang terbakar menghantam atap rumah tinggal di distrik Guls, Koblenz. Tidak ada korban luka,” ungkap pihak kepolisian setempat.

Fenomena bola api ini menarik perhatian warga Eropa. International Meteor Organization mencatat 3.000 penampakan, foto, serta video yang dilaporkan ke organisasi mereka. Sementara itu, ESA, lembaga Eropa serupa NASA, menyatakan bahwa bola api terjadi selama 6 detik di langit. Ukuran meteor tercatat sangat kecil, hanya beberapa meter diameter, jauh lebih kecil dibanding meteor Chelyabinsk yang jatuh pada 2013 dan menyebabkan 1.000 luka.

Berdasarkan data, objek langit dengan ukuran melebihi 10 meter sekali dalam 10 tahun menghantam atmosfer Bumi. Sementara meteor berukuran sekitar 1 meter jatuh rata-rata tiap dua bulan. Frekuensi ini menjadikan risiko tertimpa meteor lebih tinggi dibandingkan tersambar petir.

“Secara rata-rata, asteroid berukuran lebih dari 140 meter atau komet bertumbukan dengan Bumi lebih mungkin terjadi dibandingkan orang tersambar petir,” jelas Carrie Nugent dari Olin College.

Banyak orang belum pernah mengalami kejadian serupa. Satu-satunya catatan tentang manusia terkena meteor adalah peristiwa pada Ann Hodges, seorang perempuan yang menderita luka di area panggul setelah meteorit mengenai genteng, lalu memantul ke radiannya dan menyentuh tubuhnya.

[

Gambas:Youtube

] [

Gambas:Video CNBC

] Next Article Suara Ledakan Gempa Langit Terdengar di Mana-mana, Pertanda Apa?