Video

Latest Program: Presiden Iran sebut tidak akan bernegosiasi soal kemampuan pertahanan

Presiden Iran Berpendirian Teguh: Tidak Akan Bernegosiasi Mengenai Kemampuan Pertahanannya Latest Program - Di Islamabad, Pakistan, pada Selasa, 23 Juni

Desk Video
Published June 24, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Presiden Iran Berpendirian Teguh: Tidak Akan Bernegosiasi Mengenai Kemampuan Pertahanannya

Latest Program – Di Islamabad, Pakistan, pada Selasa, 23 Juni, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan melakukan negosiasi mengenai kemampuan pertahanannya serta program rudalnya. Pernyataan ini muncul dalam konteks pertemuan penting antara Iran dengan pihak-pihak asing, di mana negara ini berusaha mempertahankan posisi kekuatannya di tengah tekanan internasional. Pezeshkian menekankan bahwa Iran berkomitmen untuk menjaga keamanan nasionalnya, termasuk kemampuan militer yang menjadi jaminan kestabilan politik dan ekonomi di kawasan Timur Tengah.

Perbandingan dengan Konflik Gaza Menjadi Dasar Pernyataan

Dalam wawancara yang diberikan kepada media, Pezeshkian mengungkapkan bahwa tanpa persenjataan pertahanan yang dimiliki, Iran berpotensi mengalami kehancuran serupa yang dialami Gaza. Ia menyoroti bagaimana serangan terhadap kemampuan pertahanan suatu negara bisa memicu kekacauan besar, terutama jika negara tersebut memiliki ketergantungan pada sumber daya terbatas. “Program rudal dan sistem pertahanan kita adalah kunci untuk melindungi keberlanjutan negara ini dari ancaman luar,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh ANADOLU.

“Iran tidak akan berubah sikap mengenai kemampuan pertahanan dan program misilnya, karena itu adalah pondasi utama untuk kelangsungan hidup bangsa dan negara,” kata Pezeshkian, yang memperkuat pendirian pemerintahannya dalam menghadapi tekanan dari negara-negara Barat.

Pernyataan tersebut menggambarkan keputusan pemerintah Iran untuk tetap mempertahankan kemampuan militer sebagai alat diplomatik. Meski terlibat dalam perundingan dengan negara-negara tetangga, Pezeshkian menegaskan bahwa kemampuan pertahanan tidak bisa dibicarakan sebagai bahan tawar-menawar. “Kita harus memiliki kekuatan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga,” tambahnya.

Strategi Defensif dan Pertahanan Regional

Kemampuan pertahanan Iran, termasuk sistem rudal yang canggih, dilihat sebagai bagian integral dari kebijakan luar negerinya. Pemimpin Iran ini menekankan bahwa pengembangan senjata-senjata tersebut adalah jawaban atas ancaman dari negara-negara yang ingin mengendalikan wilayah tersebut. Dalam konteks terkini, Iran juga memperkuat aliansi dengan negara-negara kawasan seperti Suriah dan Hizbollah, yang dianggap sebagai pelengkap untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di Timur Tengah.

Menurut analis militer, program rudal Iran tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat posisi tawar dalam negosiasi. “Program ini memungkinkan Iran merespons dengan cepat terhadap serangan, baik dari dalam maupun luar negeri,” kata seorang ahli di Institut Studi Keamanan Internasional. Hal ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya fokus pada pembangunan militer, tetapi juga pada penguatan hubungan bilateral dengan negara-negara tetangga.

Konteks Global dan Respon Internasional

Kebijakan Iran terhadap kemampuan pertahanannya selaras dengan kebijakan luar negeri pemerintah sebelumnya, yang berupaya menegaskan kembali posisi sebagai kekuatan regional. Meski ada kecaman dari negara-negara seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa, Iran menegaskan bahwa program senjata mereka adalah bagian dari jaminan keamanan bagi rakyatnya. “Kita tidak bisa membiarkan negara-negara besar mengontrol destinasi kita,” katanya, mengacu pada ketegangan dengan AS yang memicu sanksi ekonomi.

Di sisi lain, banyak pihak di luar Iran menyambut baik keputusan presiden untuk memperkuat pertahanan. Sejumlah negara kawasan menganggap bahwa program rudal Iran membantu menciptakan keseimbangan kekuatan, terutama dalam menghadapi hegemoni negara-negara Barat. Namun, beberapa pihak juga mengkhawatirkan dampak dari kebijakan ini terhadap keamanan global, terutama jika Iran melanjutkan pengembangan senjata nuklir.

Pembangunan Militer dan Dampak Ekonomi

Program kemampuan pertahanan Iran tidak hanya berdampak pada keamanan politik, tetapi juga ekonomi. Pemimpin Iran menyoroti bahwa investasi dalam pertahanan jangka panjang akan mendukung perekonomian negara melalui pengembangan industri pertahanan, yang menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekspor. “Dengan memperkuat kemampuan pertahanan, Iran juga memperkuat daya tawar dalam perdagangan global,” katanya, yang menunjukkan perspektif ekonomi di balik kebijakan militer.

Dalam upaya mencapai keberlanjutan, Iran menekankan bahwa senjata-senjata yang dikembangkan merupakan investasi untuk masa depan. Menurut data dari Badan Statistik Iran, pendanaan untuk program pertahanan telah meningkat sekitar 15% dalam tiga tahun terakhir, yang mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga kemandirian militer. “Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan, baik dalam kondisi damai maupun perang,” ujar Pezeshkian.

Perbandingan dengan Gaza: Pelajaran untuk Negara-Negara Kecil

Konteks Gaza menjadi analogi penting dalam pernyataan Pezeshkian. Konflik di Gaza, yang berlangsung sejak 2007, menunjukkan bagaimana kehilangan kemampuan pertahanan bisa mengakibatkan kerusakan besar. Iran menganggap bahwa situasi tersebut mengingatkan negara-negara lain tentang pentingnya memiliki senjata militer yang cukup. “Gaza adalah contoh nyata bahwa ketika suatu negara tidak memiliki kemampuan pertahanan, hasilnya bisa sangat mengerikan,” katanya.

Dalam rangka memperkuat keamanan, Iran juga berfokus pada pengembangan kemampuan teknologi militer. Pemerintah berencana meluncurkan program pendidikan militer baru yang akan melatih generasi muda dalam bidang pertahanan. “Kita harus memastikan bahwa generasi mendatang bisa mempertahankan kekuatan negara ini,” tegasnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Iran dalam menyiapkan diri untuk ancaman masa depan.

Sebagai penutup, Pezeshkian menegaskan bahwa kebijakan negara tidak akan berubah, bahkan dalam situasi yang mungkin menimbulkan tekanan global. “Kita akan terus berjuang untuk menjaga kedaulatan bangsa dan kesejahteraan rakyat,” katanya, yang menjadi penegasan atas pendirian pemerintahannya. Pernyataan ini diharapkan menjadi dasar bagi kebijakan luar negeri Iran di masa depan.

Dikutip dari ANADOLU/Rijalul Vikry/Denno Ramdha Asmara/Nabila Anisya Charisty

Leave a Comment