Bisnis

Topics Covered: CJFACE 2026 target nilai transaksi Rp5 miliar

CJFACE 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melalui Transaksi Rp5 Miliar Topics Covered - Semarang - Central Java Furniture and Carving Expo (CJFACE) 2026

Desk Bisnis
Published June 13, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

CJFACE 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng Melalui Transaksi Rp5 Miliar

Topics Covered – Semarang – Central Java Furniture and Carving Expo (CJFACE) 2026, yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Jawa Tengah (Pemprov Jateng), dan Kadin Jepara, memiliki target utama untuk mendorong nilai transaksi mencapai Rp5 miliar. Dalam wawancara di Semarang, Sabtu, Kepala Perwakilan BI Jateng, Noor Nugroho, mengungkapkan bahwa estimasi ini diharapkan dapat tercapai, meskipun belum pasti. Menurutnya, ini merupakan inisiatif pertama yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk memperkuat sektor industri manufaktur di Jawa Tengah.

Strategi Pameran untuk Meningkatkan Daya Saing Produk

Dilaksanakan di Atrium DP Mal Semarang pada 13 hingga 16 Juni 2026, CJFACE menampung partisipasi setidaknya 18 pelaku usaha di bidang furnitur dan ukiran dari Kabupaten Jepara. “Furnitur dipilih sebagai objek pameran karena posisinya yang strategis sebagai bagian dari industri manufaktur, yang menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Jateng,” jelas Nunu, sapaan akrab dari Noor Nugroho. Ia menambahkan bahwa banyak produsen dalam acara ini berasal dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sehingga pameran ini memiliki dampak signifikan dalam menciptakan lapangan kerja.

“Harapan kami adalah CJFACE dapat menjadi jembatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif,” ujar Nunu.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar menampilkan produk, tetapi juga memfasilitasi pertemuan antara pengusaha dengan calon pembeli, sehingga membuka peluang penyerapan produk secara optimal. “Kami sengaja mengundang berbagai pihak seperti perhotelan, developer, serta pelaku bisnis lainnya yang membutuhkan furnitur,” katanya. Dengan interaksi langsung antara produsen dan konsumen, dia berharap transaksi akan meningkat, dan ekosistem bisnis di Jawa Tengah menjadi lebih dinamis.

Pelaku Usaha Harapkan Pameran Sebagai Pendorong Ekspansi

Menurut Nunu, acara ini juga dirancang untuk membuka akses pembiayaan bagi pengusaha. Pada 15 Juni 2026, pihak perbankan diundang untuk melakukan sosialisasi, edukasi, serta pertemuan bisnis. “Ini bertujuan untuk memberikan dukungan finansial bagi para produsen agar bisa memperluas usaha mereka atau mengembangkan kegiatan bisnis,” tambahnya. Dia menekankan bahwa kolaborasi antara sektor pemerintah dan swasta menjadi kunci dalam menciptakan keberlanjutan industri.

“Kami berharap ini bisa menjadi salah satu jalan pembuka untuk ekspansi usaha,” tutur Nunu.

Lebih lanjut, CJFACE ditempatkan sebagai bagian dari rangkaian acara yang memperkuat ekonomi syariah, terutama dalam pengembangan produk halal. “Acara ini merupakan langkah awal menuju Festival Jateng Syariah (Fajar) yang akan digelar bulan Agustus, serta Festival Ekonomi Syariah se-Jawa yang rencananya diadakan sekitar bulan September,” jelas Nunu. Ia menyoroti pentingnya integrasi antara ekonomi syariah dan sektor industri kreatif sebagai strategi pembangunan yang berkelanjutan.

Kadin Jepara: Pameran Menjadi Alat Pemasaran yang Efektif

Ketua Kadin Kabupaten Jepara, Andang Wahyu Trianto, menyambut baik keberhasilan acara CJFACE karena dapat mendekatkan pelaku usaha dengan pasar. “Jepara memiliki lokasi yang relatif terpencil, sehingga membutuhkan inisiatif seperti ini untuk menjangkau konsumen di luar daerah,” katanya. Ia menilai pameran menjadi platform yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada pasar impor dan memperluas akses ke pasar lokal yang tidak kalah potensinya.

“Kita lihat bahwa Jepara bukan hanya daerah perlintasan, tetapi juga destinasi utama bagi pengusaha,” ujar Andang.

Dalam kesempatan ini, Andang juga menyebutkan bahwa para pelaku usaha masih menghadapi tantangan dalam memasarkan produk, khususnya ke luar negeri. “Sertifikasi dan persyaratan yang dibutuhkan untuk ekspor menjadi hambatan, tetapi pameran ini membantu memperluas jaringan dalam negeri,” katanya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan CJFACE akan menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing produk Jepara di tingkat nasional dan internasional.

Kontribusi CJFACE pada Ekonomi Syariah dan Produk Halal

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi umum, CJFACE juga memiliki peran dalam membangun ekosistem ekonomi syariah. “Kami ingin menjadikan CJFACE sebagai langkah awal untuk mengembangkan produk-produk halal dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap standar syariah,” kata Nunu. Ia menekankan bahwa pameran ini tidak hanya menghasilkan transaksi langsung, tetapi juga menciptakan kesadaran masyarakat akan keunggulan produk berbasis syariah.

Pelaku usaha yang hadir juga diharapkan bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengoptimalkan strategi pemasaran. Dengan dukungan pemerintah dan institusi keuangan, mereka bisa mengakses dana pembiayaan yang lebih mudah, terutama bagi usaha kecil yang sering mengalami keterbatasan modal. Nunu menambahkan bahwa keberhasilan acara ini akan menjadi indikator kuatnya sektor industri kreatif dalam menjawab dinamika pasar modern.

Persiapan Menuju Festival Ekonomi Syariah yang Lebih Besar

CJFACE 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang akan menyusul Festival Jateng Syariah dan Festival Ekonomi Syariah se-Jawa. “Kami ingin menciptakan momentum keberlanjutan, mulai dari pameran hingga acara berskala lebih besar,” katanya. Nunu menegaskan bahwa pameran ini bertujuan membangun ekosistem yang lebih kuat, baik dari segi kualitas produk maupun akses pasar.

Dengan pelaksanaan acara pada Juni 2026, pihak-pihak terkait memperkirakan bahwa CJFACE akan menjadi fondasi untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. “Kami berharap acara ini mampu menarik perhatian investor dan pembeli dari berbagai latar belakang, sehingga meningkatkan daya tarik industri furnitur Jepara,” tutur Nunu. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan lembaga keuangan dalam mencapai tujuan ekonomi yang lebih inklusif.

Kadin Jepara menyatakan bahwa keberhasilan CJFACE akan bergantung pada partisipasi aktif dari semua pihak. “Kami berharap acara ini bisa menjadi wadah untuk mengubah persepsi pasar tentang Jepara sebagai pusat produksi furnitur, bukan hanya sekadar daerah tujuan wisata,” kata Andang. Ia menegaskan bahwa keberlanjutan industri kreatif memerlukan inisiatif yang konsisten, dan CJFACE adalah salah satu langkah strategis dalam mewujudkan itu.

Dengan target transaksi Rp5 miliar, CJFACE 2026 diperkirakan akan menjadi acara yang mampu menggerakkan sektor industri furnitur dan ukiran di Jawa Tengah. Selain itu, acara ini juga diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan lembaga keuangan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. “Jepara memiliki potensi besar, dan CJFACE adalah jembatan untuk memaksimalkan hal itu,” pungkas Nunu.

Leave a Comment