HK Catat Lalin Tol Binjai-Langsa Libur H+1 Idul Adha Naik 25,27 Persen
HK catat lalin Tol Binjai Langsa – Medan – Perusahaan kontraktor PT Hutama Karya (HK) melaporkan bahwa volume lalu lintas di Jalan Tol Binjai-Langsa (Binjai-Pangkalan Brandan) mengalami peningkatan signifikan selama libur hari raya Idul Adha, tepatnya pada 28 Mei 2026. Angka tersebut mencapai 11.367 kendaraan, meningkat 25,27 persen dibandingkan kondisi normal. Data ini dibacakan oleh Pelaksana Tugas Executive Vice President (EVP) Hutama Karya, Hamdani, dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima di Medan, Jumat.
“Kenaikan volume lalin di Tol Binjai-Langsa mencerminkan kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan akses transportasi selama masa libur,” ungkap Hamdani.
Menurut Hamdani, peningkatan lalu lintas di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JJTS) tidak hanya terjadi di Binjai-Langsa, tetapi juga di beberapa segmen lain yang menjelang hari raya keagamaan. Ia menjelaskan bahwa pergerakan pengguna jalan tol mengalami dorongan yang signifikan, terutama pada hari pertama setelah libur Idul Adha. Hal ini, kata Hamdani, menunjukkan intensitas aktivitas masyarakat di wilayah Sumatera yang mencerminkan momentum libur nasional.
Peningkatan Lalin di Jalur JJTS
Dalam periode yang sama, data lalu lintas di seluruh ruas JJTS menunjukkan kenaikan mencapai 30,77 persen. Total kendaraan yang melintas mencapai 126.366 unit, dengan angka ini menjadi indikator penting untuk memahami dinamika penggunaan jalan tol selama masa libur. “Kenaikan ini menandakan adanya pergerakan masyarakat yang lebih aktif, terutama untuk kunjungan keluarga dan aktivitas sosial,” tambah Hamdani.
Di luar ruas Binjai-Langsa, beberapa segmen JJTS juga menunjukkan perubahan signifikan. Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, misalnya, dilalui sebanyak 14.210 kendaraan, naik 9,36 persen dari biasanya. Sementara Tol Palembang-Indralaya-Prabumulih mencatat 17.058 kendaraan, meningkat 24,42 persen. Perubahan serupa terjadi di Tol Betung-Tempino-Jambi, dengan jumlah kendaraan sebanyak 7.506 unit atau naik 2,65 persen.
Perbandingan Lalin di Tol-Tol Lain
Dalam keterangan tertulis, HK juga menyebutkan kenaikan lalu lintas di Tol Bengkulu-Taba Penanjung, yang mencapai 2.340 kendaraan atau naik 64,56 persen. Tol Pekanbaru-Dumai dilalui sebanyak 15.129 unit, meningkat 5,26 persen. Di sisi lain, Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar menunjukkan kenaikan terbesar, yaitu 66,88 persen, dengan total kendaraan sebanyak 7.443 unit.
Dari segmen lain, Tol Indrapura-Kisaran mencatat 10.467 kendaraan, naik 20,98 persen. Sementara Tol Sigli-Banda Aceh melalui 10.977 kendaraan, meningkat 58,42 persen. Yang paling menonjol adalah Tol Padang-Sicicin, yang mencatat 3.761 kendaraan atau kenaikan 105,1 persen. Hamdani menyebutkan bahwa setiap ruas tol mengalami perubahan berbeda, tetapi semuanya menunjukkan tren yang konsisten selama masa libur.
Respons Perusahaan untuk Kelancaran Lalin
Menyikapi kenaikan volume kendaraan, PT Hutama Karya terus memantau kondisi jalan tol secara berkala. Tujuannya adalah untuk memastikan keberlanjutan arus lalu lintas dan mencegah penumpukan di segmen yang paling sibuk. “Kami memperketat pengawasan pada jalur yang mengalami kenaikan signifikan, seperti Binjai-Langsa dan Tol Padang-Sicicin,” jelas Hamdani.
Perusahaan juga memberikan himbauan kepada pengguna jalan tol untuk selalu memperhatikan keadaan kendaraan sebelum melakukan perjalanan. “Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan bahan bakar tercukupi,” katanya. Selain itu, Hamdani mengimbau agar pengemudi menghindari kelelahan dan memeriksa sistem navigasi sebelum berangkat. “Kita setuju bahwa keselamatan adalah prioritas utama selama masa libur,” tegasnya.
Kartu Elektronik dan Persiapan Perjalanan
Hamdani menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum mengemudi. Ia menyarankan pengguna untuk memastikan kartu uang elektronik tetap dalam kondisi optimal. “Kartu pembayaran harus bekerja tanpa hambatan, karena bisa memicu gangguan arus lalu lintas jika ada kegagalan sistem,” ujarnya.
Dalam konteks ini, PT Hutama Karya menyebutkan bahwa peningkatan jumlah kendaraan selama libur Idul Adha mencerminkan kebutuhan warga Sumatera untuk menggunakan jalan tol sebagai sarana transportasi utama. “Perusahaan tetap fokus pada pelayanan prima, termasuk pemeliharaan infrastruktur dan pengaturan arus lalu lintas secara dinamis,” tutur Hamdani.
“Kami berupaya memastikan jalur lalu lintas tetap aman dan efisien, bahkan di masa puncak seperti ini. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mempercepat aksesibilitas wilayah di Sumatera,” kata Hamdani.
Kenaikan lalu lintas di Tol Binjai-Langsa juga terkait dengan peningkatan kunjungan ke wilayah pesisir utara Sumatera, termasuk ke Kota Medan. Sejumlah pengguna jalan tol memanfaatkan libur Idul Adha untuk berlibur atau menunaikan ibadah. “Peningkatan ini bukan hanya di akhir pekan, tetapi juga berdampak pada kegiatan harian selama masa libur,” jelasnya.
Menurut Hamdani, kenaikan 25,27 persen di Tol Binjai-Langsa menunjukkan adanya konsentrasi arus kendaraan yang lebih tinggi dibandingkan hari biasa. “Ruas ini menjadi jalur utama untuk memasuki Kota Medan, sehingga permintaan pengguna meningkat drastis,” tambahnya.
Untuk menghadapi lonjakan lalu lintas, HK melakukan pengawasan ketat terhadap titik-titik rawan kemacetan. Langkah ini diambil guna memastikan pengguna jalan tol tidak mengalami hambatan. “Kami melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk polisi lalu lintas, untuk menangani situasi yang mungkin terjadi,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan kesadaran pengguna jalan tol, perusahaan juga melakukan sosialisasi melalui berbagai saluran. Hamdani menyebutkan bahwa informasi tentang kondisi lalin dan rekomendasi perjalanan dihimpun secara berkala. “Ini adalah upaya kami untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan perjalanan tetap lancar,” katanya.
Keselamatan dan Infrastruktur
Peningkatan lalu lintas selama libur Idul Adha juga menguji kapasitas infrastruktur jalan tol. Hamdani menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan rutin. “Kami sudah memastikan seluruh fasilitas jalan tol dalam kondisi optimal, termasuk lampu lalu lintas dan area parkir,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan 25,27 persen di Binjai-Langsa adalah angka yang menarik karena mencerminkan kebutuhan transportasi yang meningkat secara signifikan. “Angka ini memberikan gambaran bahwa jalan tol memainkan peran penting dalam menghubungkan wilayah-wilayah di Sumatera,” kata Hamdani.
Di sisi lain, kenaikan lalu lintas di Tol Padang-Sicicin mencapai 105,1 persen. Hal ini, kata Hamdani, dipicu oleh kegiatan pendakian gunung dan kunjungan ke tempat wisata. “Jalan tol ini menjadi akses utama bagi pengunjung Gunung Talang dan kawasan sekitarnya,” imbuhnya.
Harapan Hamdani adalah bahwa angka kenaikan lalin di beberapa ruas tol menjadi indikator positif untuk pengembangan transportasi. “Kami berharap momentum libur ini mendorong kepercayaan masyarakat terhadap jalan tol sebagai pilihan utama,” katanya.
