Konsep Industri Halal di Yogyakarta: Keselarasan Gaya Hidup dan Potensi Ekonomi
Important Visit – Kota Yogyakarta, Sabtu, menjadi panggung utama bagi diskusi tentang peran industri halal dalam mengubah pola kehidupan masyarakat. Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa konsep halal tidak hanya tentang kebersihan fisik atau kesehatan makanan, tetapi juga mencerminkan gaya hidup yang diadopsi secara luas oleh seluruh lapisan penduduk. “Halal bukan hanya tentang produk yang bersih, tetapi juga tentang cara hidup yang sehat dan bermakna,” ujarnya dalam acara Shafiyah Expo 2026. Menurut Wawan, industri halal memiliki kemampuan besar untuk memperkuat ekosistem ekonomi lokal, sekaligus menjadi sarana promosi budaya dan nilai-nilai keagamaan.
Ekosistem Halal yang Inklusif
Dalam wawancara khusus, Wawan menjelaskan bahwa industri halal semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik untuk masyarakat Muslim maupun non-Muslim. “Ini bukan lagi sekadar kebutuhan bagi umat Islam, tetapi juga menggambarkan standar kebersihan, kesehatan, dan kualitas hidup yang bisa diterapkan oleh semua kalangan,” katanya. Ia menambahkan bahwa pengembangan industri halal tidak hanya menguntungkan sektor ekonomi, tetapi juga memperkaya lingkungan sosial melalui inovasi dan pemberdayaan.
“Halal adalah kebersihan, halal adalah sehat, dan halal adalah lifestyle.”
Menurut Wawan, keberadaan Shafiyah Expo 2026 menjadi wujud kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas lokal. “Kami berharap acara ini bisa menjadi ruang terpadu untuk memperkuat jaringan industri halal di Yogyakarta, serta mendorong kerja sama lintas sektor,” ujarnya. Ia menekankan bahwa eksposisi ini bertujuan menciptakan satu tempat yang menyediakan akses ke berbagai produk, layanan, dan inisiatif terkait halal, sehingga memudahkan pengusaha dan masyarakat.
Membangun Citra Kota sebagai Pusat Industri Halal
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mengakui bahwa pengembangan industri halal memerlukan dukungan dari berbagai pihak. “Para pelaku usaha, pemerintah, dan institusi keagamaan harus bersinergi untuk menjamin konsistensi standar halal di semua aspek,” tuturnya. Wawan juga menyebutkan bahwa industri halal memiliki potensi menjadi daya tarik wisata baru bagi Yogyakarta, yang dikenal sebagai kota pendidikan, kreativitas, dan budaya. “Dengan konsep ini, kita bisa memperkuat citra kota sebagai pusat ekonomi syariah yang inovatif,” katanya.
“Bagi para pelaku industri, bersama BPJPH, kita harus terus berbagi pengetahuan dan inovasi untuk memperkuat ekosistem halal nasional,”
Manajer Shafiyah Expo, Imam Hidayat, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk meningkatkan peran UMKM dan sektor ekonomi syariah. “Kami ingin memperkenalkan beragam produk dan layanan halal sebagai bentuk keberagaman ekosistem yang inklusif,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 129 peserta berpartisipasi, mencakup sektor-sektor seperti kuliner, mode, filantropi, hobi, hingga keuangan syariah. “Ini menjadi kesempatan untuk menampilkan potensi lokal dan mendorong pengembangan usaha berbasis nilai kebersihan,” tambah Imam.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Masa Depan
Wawan menyatakan bahwa keberhasilan Shafiyah Expo 2026 akan menjadi fondasi untuk membangun acara yang lebih besar pada 2027. “Kami berharap dapat menghadirkan Expo Halal terbesar di Yogyakarta, yang menjadi pusat pengembangan industri berbasis halal,” katanya. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menyoroti pentingnya kerja sama antara dinas-dinas terkait, seperti Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata DIY, serta komunitas keagamaan. “Keberagaman peserta dan tema acara menunjukkan bahwa halal bukan hanya tentang agama, tetapi juga tentang kehidupan yang sehat dan bermakna,” ujarnya.
“Kami optimistis kegiatan tahun ini akan lebih ramai dari tahun lalu, terlebih dengan dukungan sektor perbankan dan mitra lainnya,”
Dalam konteks Yogyakarta sebagai kota kreatif, Imam Hidayat menilai Shafiyah Expo 2026 menjadi wadah untuk menggali potensi kecil usaha lokal. “Kebutuhan masyarakat akan produk halal terus meningkat, sehingga ekosistem ini bisa menjadi penggerak ekonomi,” katanya. Ia menambahkan bahwa acara ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan konsep syariah yang lebih luas, seperti layanan keuangan, kesehatan, dan pendidikan. “Semua aspek ini saling terkait dan memperkuat identitas halal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Perspektif Masyarakat: Dari Kebersihan hingga Pemberdayaan
Shafiyah Expo 2026 tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menghadirkan wacana tentang kualitas hidup yang lebih baik. Wawan menyatakan bahwa halal adalah bagian dari kebersihan dan kesehatan yang diinginkan masyarakat. “Dengan pengelolaan yang baik, industri halal bisa menjadi solusi untuk masalah lingkungan, kesehatan, dan ekonomi,” katanya. Menurutnya, halal bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan agama, tetapi juga sebagai komitmen terhadap standar hidup yang lebih tinggi.
“Dalam kegiatan ini, sebanyak 129 tenant turut berpartisipasi dalam pameran tahun ini yang berasal dari berbagai sektor,”
Konsep industri halal di Yogyakarta juga menggambarkan upaya pengembangan pemberdayaan masyarakat. Wawan menyebutkan bahwa selain menarik investasi, industri halal bisa menjadi alat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. “Kami berharap eksposisi ini menjadi ruang untuk melatih generasi muda dan menginspirasi pelaku usaha baru,” ujarnya. Imam menegaskan bahwa keterlibatan pelajar dan mahasiswa sangat penting dalam memperluas penerimaan terhadap konsep halal. “Kami yakin kegiatan seperti ini akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan dan gaya hidup sehat,” katanya.
Shafiyah Expo 2026 menjadi bukti bahwa industri halal tidak hanya berkembang di sektor makanan, tetapi juga memengaruhi industri lain seperti fashion, kesehatan, dan keuangan. Dengan partisipasi peserta dari berbagai latar belakang, acara ini membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Wawan juga mengungkapkan bahwa kota ini memiliki fondasi kuat untuk menjadikan halal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. “Dukungan dari sektor pendidikan dan kreativitas akan menjadi pelengkap dalam membangun ekosistem yang sehat dan inklusif,” katanya.
Manajer Shafiyah Expo berharap acara ini menjadi ajang pameran dan diskusi yang terus berkembang. “Kami ingin menghadirkan berbagai inovasi yang mendorong industri halal menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dengan bertambahnya minat masyarakat, diharapkan industri halal bisa menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi. “Kita harus terus berusaha mengembangkan konsep ini sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan modern,” katanya.
Konsep industri
