Bisnis

Main Agenda: Said Iqbal siap bahas tantangan pekerja media di Musyawarah SPAntara

Said Iqbal Hadir di Musyawarah SP Antara untuk Diskusikan Tantangan Pekerja Media Main Agenda - Jakarta, Sabtu – Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara (SP

Desk Bisnis
Published June 22, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Said Iqbal Hadir di Musyawarah SP Antara untuk Diskusikan Tantangan Pekerja Media

Main Agenda – Jakarta, Sabtu – Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Antara (SP Antara) akan menjadi panggung penting bagi pembahasan isu-isu terkini yang mengancam kondisi pekerja media di era digital. Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Antara Heritage Center, Jakarta Pusat, pada Kamis (25/6), dan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal diharapkan hadir untuk memberikan masukan serta mendengarkan aspirasi dari para anggota organisasi. Kehadirannya, menurut Ketua SP Antara Abdul Gofur, menjadi tanda komitmen pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja di industri media yang tengah menghadapi tantangan berat.

Transformasi digital, yang sejak beberapa tahun terakhir mengubah cara orang memperoleh informasi, telah menimbulkan perubahan signifikan dalam bisnis media. Banyak perusahaan media, baik swasta maupun publik, mengalami tekanan pendapatan yang semakin luar biasa. Hal ini berdampak langsung pada kelangsungan usaha serta kesejahteraan pekerja di sektor tersebut. “Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah,” kata Gofur dalam keterangannya di Jakarta. “Perubahan pola konsumsi informasi dan disrupsi teknologi digital membuat banyak pekerja mengalami ketidakpastian dalam karier dan penghasilan.”

“Industri media sedang berada dalam masa yang tidak mudah. Transformasi digital telah mengubah lanskap bisnis media secara drastis. Banyak perusahaan media menghadapi tekanan pendapatan yang berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha dan kondisi pekerjanya,”

Kehadiran Said Iqbal di acara Musyawarah SP Antara dianggap sebagai momentum yang tepat untuk meninjau ulang kebijakan pemerintah terkait perlindungan tenaga kerja. Gofur menekankan bahwa dalam konteks industri media yang terus berubah, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah harus ditingkatkan. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya untuk evaluasi program kerja sebelumnya, tetapi juga untuk merancang strategi baru dalam menghadapi tantangan yang kompleks.

Tantangan Industri Media

Musyawarah SP Antara diharapkan menjadi wadah bagi pekerja media untuk menyampaikan masalah yang mereka hadapi. Transformasi digital tidak hanya mengubah cara produksi dan distribusi berita, tetapi juga mengganggu model bisnis tradisional. Dampaknya terasa jelas, terutama pada perusahaan-perusahaan media yang tidak mampu beradaptasi cepat dengan teknologi baru. Riset terkini menunjukkan bahwa penurunan pendapatan terjadi karena penurunan iklan dan pergeseran konsumen ke platform digital, seperti media sosial dan aplikasi berita online.

Dalam kondisi ini, banyak pekerja media mengalami risiko PHK yang meningkat. Gofur menyoroti bahwa gelombang pemutusan hubungan kerja yang terjadi belakangan ini menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan. “PHK di sejumlah perusahaan media telah menunjukkan ketidakstabilan yang semakin mengkhawatirkan,” ujarnya. Selain itu, tantangan lain seperti persaingan ketat, ketergantungan pada pendapatan iklan, dan pengurangan anggaran juga membebani pekerja di sektor ini.

“Di tengah tekanan industri media saat ini, dialog sosial antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah menjadi semakin penting. Transformasi bisnis harus berjalan beriringan dengan perlindungan terhadap pekerja agar tercipta keseimbangan antara keberlangsungan usaha dan kesejahteraan tenaga kerja,”

Kondisi ini memaksa pekerja media untuk beradaptasi dengan cepat. Mereka tidak hanya harus menguasai keterampilan teknis, seperti penggunaan software editing dan platform digital, tetapi juga harus mampu menciptakan konten yang menarik dalam waktu singkat. Tekanan ini terasa lebih berat pada pemain kecil, yang seringkali tidak memiliki sumber daya finansial dan teknis yang memadai. Menurut Gofur, serikat pekerja menjadi penting untuk melindungi hak-hak normatif pekerja, seperti upah yang layak dan jaminan sosial.

Peran Serikat Pekerja

Kehadiran serikat pekerja di sejumlah perusahaan media, menurut Gofur, masih belum mampu memberikan ruang yang optimal. Ia menilai bahwa pengorganisasian serikat pekerja perlu diperkuat agar bisa berperan aktif dalam menyelesaikan konflik dan memperjuangkan kepentingan para anggotanya. “Serikat pekerja merupakan bagian vital dari ekosistem hubungan industrial yang modern dan produktif,” tambahnya. Dalam konteks ini, SP Antara dianggap sebagai wadah yang mewakili suara pekerja media secara nasional.

Di samping isu PHK dan pendapatan, pekerja media juga menghadapi tantangan dalam membangun hubungan industrial yang sehat. Perusahaan-perusahaan seringkali cenderung memprioritaskan efisiensi dan keuntungan bisnis, sementara hak-hak pekerja kurang dijamin secara maksimal. Gofur menekankan bahwa serikat pekerja harus menjadi penengah antara perusahaan dan pekerja, serta memastikan bahwa kebijakan perusahaan selalu memperhatikan kesejahteraan karyawan.

Sebagai forum tertinggi, Musyawarah Anggota SP Antara akan membahas berbagai agenda, termasuk evaluasi program kerja tahunan, arah perjuangan organisasi ke depan, dan pemilihan Ketua untuk periode 2026-2029. Forum ini juga akan menjadi ruang diskusi untuk merancang langkah strategis dalam menghadapi tantangan yang mengancam eksistensi industri media. Gofur berharap, dengan adanya dialog dengan Said Iqbal, perusahaan media akan lebih memahami kebutuhan pekerja dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi kerja.

Transformasi digital memang tak bisa dihindari, tetapi keberlanjutan industri media harus diimbangi dengan perlindungan yang memadai bagi pekerja. Said Iqbal, dengan latar belakangnya sebagai penasihat khusus Presiden, diharapkan bisa memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih progresif. Misalnya, meninjau ulang peraturan tentang jam kerja, gaji minimum, dan kesejahteraan lainnya. Selain itu, ia juga akan meninjau kemungkinan adanya kebijakan stimulan bagi industri media yang bisa menjaga kualitas konten tanpa mengorbankan kesejahteraan pekerja.

Sebagai penutup, Musyawarah Anggota SP Antara dianggap sebagai langkah penting untuk memperkuat peran serikat pekerja dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan adanya forum ini, diharapkan tercipta kesadaran bersama antara semua pihak, sehingga keberlanjutan industri media dan kesejahteraan pekerja bisa terjaga. “SP Antara berupaya menjadi penggerak perubahan dalam memastikan bahwa setiap pekerja media diberikan ruang yang layak untuk berkarya,” pungkas Gofur. Kehadiran Said Iqbal, menurutnya, menjadi bukti bahwa pemerintah siap mendengarkan suara dari para pekerja media dan berpartisipasi aktif dalam mengatasi masalah yang mereka hadapi.

Leave a Comment