Liga Champions

PSG juarai lagi Liga Champions setelah tekuk Arsenal via adu penalti

PSG Kembali Mengukir Sejarah dengan Gelar Liga Champions PSG juarai lagi Liga Champions setelah - Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih

Desk Liga Champions
Published May 31, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

PSG Kembali Mengukir Sejarah dengan Gelar Liga Champions

PSG juarai lagi Liga Champions setelah – Jakarta – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil meraih kemenangan di final Liga Champions musim ini setelah mengalahkan Arsenal melalui adu penalti dengan skor 4-3. Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Minggu lalu berakhir dengan hasil yang memperkuat dominasi Les Parisiens sebagai salah satu tim papan atas sepak bola Eropa. Ini menjadi gelar keempat mereka sepanjang sejarah, dengan dua kemenangan beruntun dalam dua musim terakhir.

Final yang Tegang dan Bersejarah

Pertandingan antara PSG dan Arsenal di final Liga Champions dibuka dengan keunggulan cepat oleh tim Inggris. Gol pertama datang pada menit ke-5 setelah umpan silang Bukayo Saka diarahkan ke Leandro Trossard. Bola tak sempat disergap kiper PSG, Matvey Safonov, karena sapuan Marquinhos yang membentur Trossard membuat bola jatuh ke kaki Kai Havertz. Penyerang Jerman itu melesatkan tendangan keras dari sudut sempit, mengubah skor menjadi 1-0.

PSG segera merespons, mencoba mengambil kendali setelah tertinggal. Fabian Ruiz diberi peluang di menit ke-13 setelah menerima umpan dari Desire Doue, tetapi sepakannya melesat melewati sasaran. Meski begitu, tim Prancis tetap aktif menciptakan peluang, namun gol tak kunjung datang hingga babak pertama berakhir.

Pada babak kedua, atmosfer pertandingan semakin panas. PSG terus menekan pertahanan Arsenal, dengan Ousmane Dembele mencoba membuka skor di menit ke-37. Tembakan kerasnya berhasil diblok oleh Gabriel Magalhaes. Hingga menit ke-60, skor tetap 1-0 untuk Arsenal. Namun, kebangkitan PSG terjadi di menit ke-62. Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di kotak penalti, wasit menunjuk titik putih setelah mengonfirmasi melalui VAR. Dembele, yang menjadi eksekutor, menjalankan tugasnya dengan sempurna. Bola yang disundulnya ke sudut kiri bawah gawang mengakibatkan skor imbang 1-1.

Momen Penting di Babak Tambahan

Babak tambahan berjalan sengit, dengan kedua tim saling menyerang. Meski Raya beberapa kali menepis serangan PSG, Arsenal hampir mencetak gol kemenangan lewat tembakan Jurrien Timber dari sudut sempit di menit ke-90. Namun, bola melebar dari gawang, memperpanjang skor 1-1 hingga waktu normal usai.

Karena hasil imbang, pertandingan harus berlanjut ke babak adu penalti. PSG menunjukkan performa yang lebih stabil dalam sesi tersebut, dengan empat penendang—Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo—mengubah skor 3-2. Namun, Nuno Mendes gagal mencetak gol. Sementara Arsenal, meski memiliki tiga penendang yang berhasil, mengalami kegagalan di tendangan Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes. Kegagalan Gabriel sebagai penendang terakhir menegaskan kemenangan PSG.

Detail Pertandingan yang Menginspirasi

Dalam laga ini, Arsenal tampil menyerang sejak awal, tetapi PSG menunjukkan ketangguhan dalam bertahan. Trossard menjadi ancaman utama bagi tim Inggris di babak pertama, dengan umpan silang yang hampir membuahkan gol di menit ke-26. Safonov sigap keluar dari sarangnya untuk memotong bola sebelum masuk ke gawang.

Kemenangan PSG melalui adu penalti juga memperkuat dominasi mereka dalam kompetisi elit Eropa. Setelah menang di final, mereka mempertahankan gelar Liga Champions, menegaskan reputasi sebagai tim yang kuat di level tertinggi sepak bola dunia. Penampilan Dembele di babak tambahan menjadi poin penting, karena assistnya membuka peluang untuk memperkecil ketertinggalan.

Para pemain PSG menunjukkan konsistensi dalam menjalani pertandingan. Kvaratskhelia, yang baru masuk di menit ke-83, menjadi salah satu penyerang kunci, sementara Vitinha mencoba mengubah keadaan dengan sepakan jarak jauh di menit ke-73. Namun, tembakan itu tak mampu merobek gawang Raya. Kemenangan ini juga menjadi bukti bahwa tim Prancis mampu mengatasi tekanan dari tim-tim besar lainnya.

Sebaliknya, Arsenal yang masuk sebagai debutan final, menunjukkan keinginan memperkuat posisi mereka. Dalam laga ini, mereka memasukkan tiga pemain: Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Meski perubahan ini memberi harapan baru, tim Inggris tetap gagal menambah gol hingga pertandingan berakhir.

Kemenangan PSG di final Liga Champions memperkuat reputasi mereka sebagai tim yang mampu beradaptasi dengan cepat. Sejarah pertandingan ini akan tetap diingat, terutama karena adu penalti yang menentukan nasib klub. Setelah memenangkan pertandingan, Les Parisiens menciptakan catatan prestasi yang mengesankan, mempertahankan gelar mereka selama dua musim berturut-turut.

Susunan Pemain dan Substitusi

Susunan pemain PSG pada final: Kiper Matvey Safonov; bek Achraf Hakimi, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; gelandang Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; dan penyerang Desire Doue, Ousmane Dembele, Goncalo Ramos (masuk di menit ke-90), Khvicha Kvaratskhelia (masuk di menit ke-83). Sementara Arsenal: Kiper David Raya; bek Cristhian Mosquera (masuk di menit ke-66), William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; gelandang Martin Odegaard (masuk di menit ke-66), Declan Rice, Myles Lewis-Skelly (masuk di menit ke-91); penyerang Bukayo Saka (masuk di menit ke-83), Kai Havertz (masuk di menit ke-91), dan Leandro Trossard (masuk di menit ke-83).

Kemenangan PSG dalam adu penalti menegaskan kembali dominasi mereka di kompetisi ini. Dengan gelar keempat, mereka kembali menjadi tim yang dinantikan dalam sejarah sepak bola Eropa. Sementara Arsenal, meski menghadapi tantangan berat, menunjukkan permainan yang solid, tetapi gagal meraih trofi setelah pertandingan berjalan hingga menit ke-120.

“Kemenangan ini menunjukkan bahwa kami mampu mengatasi tekanan dan tetap kompetitif hingga akhir,” kata pelatih PSG, Patrick Vieira, setelah pertandingan berakhir.

Setelah mencatatkan kemenangan, PSG kembali menjadi sorotan seluruh dunia. Kemenangan beruntun ini mengukir nama mereka dalam sejarah Liga Champions, sementara Arsenal berusaha membangun legenda baru. Namun, untuk sementara, Les Parisiens tetap menjadi juara yang mengukir catatan tak terlupakan.

Leave a Comment