Lifestyle

Dokter ungkap gejala kanker yang kerap disangka penyakit biasa

Kanker yang Sering Diabaikan sebagai Penyakit Umum Dokter ungkap gejala kanker yang kerap - Dari Jakarta, seorang dokter spesialis onkologi medis di Max Super

Desk Lifestyle
Published June 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Dokter Peringatkan Gejala Kanker yang Sering Diabaikan sebagai Penyakit Umum

Dokter ungkap gejala kanker yang kerap – Dari Jakarta, seorang dokter spesialis onkologi medis di Max Super Speciality Hospital Patparganj, India, Dr. Sameer Khatri, memberikan peringatan penting terkait gejala kanker yang sering kali disalahartikan sebagai keluhan kesehatan biasa. Menurut laporan dari Hindustan Times pada Jumat, Khatri menekankan bahwa banyak pasien mengabaikan tanda-tanda awal penyakit ganas ini, sehingga diagnosis bisa terlambat. Hal ini berpotensi mengurangi kesempatan untuk memulai pengobatan sebelum kanker berkembang lebih parah.

Gejala Awal yang Tak Selalu Nyata

Dokter Khatri menyampaikan bahwa kanker tidak selalu dimulai dengan rasa sakit yang intens atau benjolan yang jelas terlihat. Sebaliknya, kondisi ini sering memulai prosesnya secara perlahan, dengan gejala yang mirip dengan masalah kesehatan sehari-hari. Misalnya, keluhan seperti batuk, asam lambung, atau rasa lelah bisa menjadi tanda awal penyakit, meski pada awalnya dianggap sebagai masalah biasa.

“Sebagian besar gejala memang lebih sering disebabkan kondisi yang tidak berbahaya dibandingkan kanker. Namun, gejala yang menetap, semakin memburuk, atau terus berulang tidak boleh diabaikan,” kata Khatri.

Khatri menambahkan bahwa kelelahan yang tidak membaik meski pasien telah cukup beristirahat juga perlu diperhatikan. Bila gejala ini terjadi secara rutin dan mengganggu aktivitas harian, ia mengingatkan bahwa ini bisa menjadi tanda awal penyakit seperti limfoma, leukemia, atau kanker kolorektal.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Dari antara gejala kanker, salah satu yang paling sering diabaikan adalah batuk berkepanjangan. Menurut Khatri, batuk yang terus-menerus umumnya dikaitkan dengan infeksi virus, alergi, atau polusi udara. Namun, bila kondisi ini berlangsung lebih dari tiga minggu, disertai darah atau kesulitan bernapas, maka perlu dicurigai adanya kanker paru-paru atau kanker laring, terutama pada individu yang memiliki kebiasaan merokok.

Keluhan lain yang tidak boleh dianggap remeh adalah gangguan lambung yang berlangsung terus-menerus. Khatri mengatakan bahwa rasa asam lambung sesekali mungkin normal, tetapi bila kondisi ini memburuk, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai sensasi makanan tersangkut saat menelan, bisa menjadi pertanda awal kanker lambung atau kanker kerongkongan. Ia menekankan bahwa gejala ini sering kali dianggap sepele, terutama jika tidak disertai tanda-tanda lain yang jelas.

Penurunan Berat Badan yang Tak Terduga

Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas, seperti diet atau aktivitas fisik yang meningkat, juga perlu menjadi perhatian. Khatri menyebutkan bahwa kehilangan berat badan antara 5 hingga 10 persen dalam beberapa bulan bisa menjadi indikasi awal kanker darah, paru-paru, pankreas, atau lambung. Fenomena ini terkadang terlewat karena pasien tidak menyadari perubahan berat badan yang signifikan.

Selain itu, perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, seperti diare, sembelit, kembung perut, atau munculnya darah dalam tinja, juga bisa menjadi tanda kanker kolorektal. Gejala seperti sensasi buang air besar yang tidak tuntas atau anemia tanpa penyebab jelas perlu dicermati, karena bisa menunjukkan adanya penyakit ganas di sistem pencernaan.

Perubahan pada Mulut dan Kulit

Khatri juga menyoroti gejala yang muncul di rongga mulut. Bercak putih atau merah yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu, serta sariawan yang berulang, bisa menjadi tanda awal kanker mulut. “Kanker mulut cukup sering ditemukan di India, dan deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan secara signifikan,” ujarnya.

Dari sisi lain, luka pada kulit yang tidak sembuh dalam waktu lama juga memerlukan pengecekan medis lebih lanjut. Banyak orang menganggap luka kecil sebagai hal biasa, tetapi bila luka ini terus-menerus muncul atau tidak pulih meski sudah diberi perawatan, bisa menjadi tanda adanya kanker di daerah tersebut.

Deteksi Dini sebagai Kunci Penanganan

Menurut Khatri, deteksi dini tetap menjadi langkah paling efektif untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Ia mengingatkan bahwa semakin cepat gejala diidentifikasi dan diperiksa, semakin besar kemungkinan penyakit dapat diatasi sebelum berkembang menjadi stadium lanjut. “Semakin awal gejala dikenali, semakin besar kemungkinan pengobatan dilakukan tepat waktu,” jelasnya.

Khatri juga menekankan pentingnya masyarakat tidak terlalu percaya pada gejala yang terlihat sederhana. Banyak gejala kanker memang bisa diabaikan jika tidak disertai perubahan yang konstan, tetapi bila keluhan terus-menerus muncul, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya, endoskopi untuk menginvestigasi gangguan lambung atau pemeriksaan fisik menyeluruh untuk menemukan tanda-tanda lain.

Pentingnya Kesadaran dan Pemantauan

Menurut Khatri, kesadaran akan gejala-gejala kanker adalah langkah penting dalam mengurangi risiko keterlambatan diagnosis. Ia menyarankan masyarakat untuk memperhatikan perubahan tubuh yang terjadi secara bertahap, terutama jika ada riwayat keluarga penyakit kanker atau gaya hidup berisiko seperti merokok. “Jika gejala tidak membaik dalam waktu yang lama, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk penjelasan lebih lanjut,” tegasnya.

Dengan peningkatan kesadaran ini, Khatri berharap lebih banyak orang bisa mendeteksi kanker pada tahap awal, sehingga pengobatan bisa lebih efektif. Ia juga menyoroti bahwa pengetahuan tentang gejala-gejala kanker tidak hanya penting untuk diagnosis, tetapi juga bisa meningkatkan kualitas hidup pasien dengan memungkinkan intervensi lebih dini.

Dokter onkologi medis ini berharap masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di kawasan kota, dapat lebih waspada terhadap gejala kanker yang sering kali disalahartikan sebagai masalah kesehatan biasa. Ia menegaskan bahwa kebiasaan hidup sehat, seperti pola makan teratur dan rutin memeriksa tubuh, adalah cara efektif untuk mencegah penyakit ganas ini. “Dengan mendeteksi dini, kita bisa mengubah prospek pengobatan kanker menjadi lebih positif,” ujarnya.

Khatri menutup wawancara dengan harapan bahwa kesadaran akan gejala kanker dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan deteksi dini. Ia menambahkan bahwa meski banyak gejala kanker menyerupai penyakit umum, perhatian yang lebih intensif bisa membantu mengidentifikasi penyebab yang lebih serius. “Jangan biarkan gejala yang sepele mengabaikan potensi penyakit yang bisa mengancam kehidupan,” pungkasnya.

Leave a Comment