Berita Penting: 3 OTT KPK Jelang Lebaran
3 OTT KPK Jelang Lebaran
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di beberapa wilayah sebelum Lebaran 2026. Tindakan ini terjadi dalam tiga hari terakhir bulan Maret, menargetkan para pejabat daerah. Tiga bupati terlibat dalam kasus tersebut, yaitu Muhammad Fikri Thobari dari Rejang Lebong, Fadia Arafiq dari Pekalongan, dan Syamsul Auliya Rachman dari Cilacap.
Rejang Lebong: Bupati dan Wakil Bupati Ditahan
Dalam OTT di Rejang Lebong, Bupati Muhammad Fikri Thobari ditangkap terkait dugaan suap proyek di kabupaten tersebut. Tim KPK melakukan penyelidikan tertutup di Bengkulu, seperti diungkapkan juru bicara lembaga, Budi Prasetyo, Selasa (10/3). Penyidik juga mengamankan Wakil Bupati Rejang Lebong, Hendri, meski tidak langsung ditetapkan sebagai tersangka.
“Konfirm, tim melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Bengkulu,” kata Budi Prasetyo. “Salah satunya Bupati Rejang Lebong,” tambahnya.
Dalam penggeledahan, KPK menyita uang tunai ratusan juta rupiah serta dokumen dan barang bukti elektronik. Juru bicara KPK menjelaskan bahwa selain mengamankan pihak-pihak terlibat, tim juga menyita bukti-bukti yang mendukung kasus.
Pekalongan: Fadia Arafiq Ditetapkan Tersangka
Di Pekalongan, KPK mengamankan Bupati Fadia Arafiq atas dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan. Operasi tersebut dilakukan Selasa (3/3), dengan Fadia ditangkap bersama ajudan dan orang kepercayaannya.
“Konstruksi perkara dan pengenaan Pasal 12 huruf i dalam peristiwa tertangkap tangan di Pekalongan ini adalah yang pertama di KPK,” kata Budi Prasetyo. “Hal ini menunjukkan modus korupsi semakin kompleks dan rumit,” lanjutnya.
Dalam OTT ini, tim KPK mengamankan total sembilan orang. Dari jumlah tersebut, lima di antaranya ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Fadia Arafiq. Asep Guntur Rahayu, Deputi Penindakan KPK, menegaskan bahwa modus korupsi ini lebih ‘maju’ dibandingkan bentuk suap tradisional.
Cilacap: Bupati Ditahan dalam OTT
KPK juga melakukan operasi senyap di Cilacap, Jawa Tengah. Bupati Syamsul Auliya Rachman ditahan sebagai tersangka. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan hal ini, Jumat (13/3).
Asep menyebut modus yang digunakan Fadia Arafiq berpotensi menimbulkan kerugian negara lebih besar. Pasalnya, proyek yang menggunakan dana negara hanya dikendalikan perusahaan milik keluarga bupati, sehingga pengawasan menjadi lebih sulit.
