Politik

Official Announcement: Profil Sari Yuliati pengganti Mukhtarudin sebagai sekretaris F-Golkar di DPR

Profil Sari Yuliati, Pengganti Mukhtarudin sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR Official Announcement - Jakarta – Sari Yuliati, tokoh politik yang

Desk Politik
Published June 28, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Profil Sari Yuliati, Pengganti Mukhtarudin sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR

Official Announcement – Jakarta – Sari Yuliati, tokoh politik yang kini menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar (F-Golkar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, menjadi sorotan publik setelah menggantikan posisi Mukhtarudin yang sebelumnya memegang jabatan tersebut. Mukhtarudin telah dilantik sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) pada September tahun lalu, mengakhiri periode jabatannya sebagai anggota F-Golkar DPR. Sari Yuliati, yang sebelumnya duduk sebagai Bendahara Fraksi Partai Golkar dan Wakil Ketua Komisi III DPR, kini memperoleh tanggung jawab baru sebagai sekretaris fraksi, yang menangani urusan administrasi dan koordinasi kegiatan politik di lingkungan dewan.

Perjalanan Karier Politik Sari Yuliati

Sebelum mengemban tugas sebagai sekretaris fraksi, Sari Yuliati telah menunjukkan kompetensi dalam berbagai posisi strategis di Partai Golkar. Dalam struktur kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024–2029, ia diberikan kepercayaan untuk menjabat sebagai Bendahara Umum. Jabatan ini diumumkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, pada akhir tahun lalu. Pengalaman profesionalnya di bidang keuangan dan administrasi menjadikannya pilihan yang tepat untuk memimpin kegiatan keuangan partai.

Sari Yuliati, yang merupakan ibu dua anak, memulai perjalanan karier politiknya sejak 2004 ketika bergabung dengan Partai Golkar sebagai Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG). Sebelum terjun ke dunia politik, ia menempuh pendidikan tinggi di bidang teknik sipil dan hukum. Setelah lulus dari Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti pada 2000, ia melanjutkan studi magister di Jurusan Teknik Sipil, Universitas Indonesia, dan berhasil meraih gelar tersebut pada 2003. Di luar bidang teknik, Sari juga mengikuti pendidikan hukum di Universitas Kristen Indonesia (UKI), yang selesai pada 2025.

Sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024, Sari Yuliati telah memperlihatkan kemampuan dalam memegang jabatan penting di Komisi III. Ia kembali dipercaya untuk periode 2024–2029 sebagai Wakil Ketua Komisi III, menunjukkan konsistensinya dalam peran legislatif. Di antara empat anggota komisi yang memegang jabatan kepemimpinan, ia menjadi satu-satunya perempuan yang menduduki posisi strategis. Hal ini menegaskan perannya sebagai representasi perempuan dalam ranah politik.

“Kami percaya bahwa Sari Yuliati memiliki kapasitas untuk memimpin fraksi Golkar dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi,” ujar Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam pengumuman jabatan baru.

Karier politiknya tidak hanya terbatas pada jabatan di DPR. Sari Yuliati pernah menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) DPP Partai Golkar, serta memimpin Tim Pemenangan Pemilu Golkar untuk wilayah Bali, NTB, dan NTT. Pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang dinamika politik daerah dan nasional, yang kemudian digunakan dalam kegiatan legislatif.

Kelebihan dan Kemampuan Unggul

Sari Yuliati dikenal sebagai seorang profesional yang memiliki kemampuan di bidang keuangan, administrasi, dan hukum. Keahlian ini terlihat dari tugasnya sebagai Bendahara Fraksi sebelumnya, yang menangani anggaran dan kegiatan pemerintahan di DPR. Dalam jabatan baru sebagai sekretaris fraksi, ia diharapkan mampu menjembatani antara kebijakan partai dan implementasi di lembaga legislatif.

Berbeda dengan banyak tokoh politik lainnya, Sari Yuliati menggabungkan pendidikan teknik dengan studi hukum, membekalinya dengan latar belakang multidisiplin. Hal ini memungkinkan ia mengambil pendekatan holistik dalam menyelesaikan berbagai masalah yang muncul dalam kegiatan partai. Selain itu, kemampuannya dalam mengelola tim dan komunikasi membuatnya menjadi tokoh yang dihormati di lingkungan Partai Golkar.

Keluarga dan Latar Belakang

Sebagai seorang ibu dua anak, Sari Yuliati juga memiliki latar belakang keluarga yang kaya pengalaman politik. Ia menikah dengan Arie Wiryawan, anak keempat dari Harun Al Rasyid, mantan Gubernur NTB periode 1998–2003. Harun Al Rasyid juga pernah menjabat Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan pada 1989–1993 dan menjadi anggota DPR-RI pada 2009–2014. Keluarga ini mengukuhkan keterlibatan mereka dalam ranah politik, yang turut memengaruhi karier Sari Yuliati.

Dalam kehidupan pribadinya, Sari Yuliati menunjukkan keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Kehadirannya di lembaga legislatif juga didukung oleh jaringan sosial yang luas, yang berasal dari pengalaman aktif dalam organisasi partai sejak awal karier. Kepemimpinan di berbagai posisi di DPP Partai Golkar, mulai dari Bendahara AMPG hingga Wakil Bendahara Umum, menjadikannya sosok yang mapan dalam struktur partai.

Kini, dengan diangkatnya Sari Yuliati sebagai sekretaris fraksi, Partai Golkar berharap ia mampu memperkuat koordinasi antar-fraksi dan meningkatkan efektivitas kegiatan legislatif. Penunjukan ini juga mencerminkan keberagaman dan kesetaraan gender dalam struktur kepengurusan partai, yang menjadi kebijakan utama Partai Golkar dalam beberapa tahun terakhir. Dengan keahlian yang dimilikinya, Sari Yuliati diprediksi akan berkontribusi signifikan dalam upaya partai untuk mencapai target politik di masa depan.

Pendidikan tinggi yang ia tempuh, termasuk program doktor ilmu hukum di Universitas Padjajaran (Unpad), menunjukkan komitmen terhadap peningkatan kapasitas diri. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa ia siap menghadapi tantangan baru di DPR, terutama dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif dan berorientasi pada keadilan sosial. Dengan keberhasilan dalam jabatan sebelumnya, Sari Yuliati dianggap sebagai salah satu tokoh muda yang berpotensi mengisi posisi strategis di Partai Golkar.

Pengalaman pribadi dan profesionalnya memberinya wawasan luas tentang peran perempuan dalam politik. Meski masih dianggap sebagai bagian dari minoritas, Sari Yuliati membuktikan bahwa perempuan mampu memimpin dengan kuat di lingkungan yang biasanya didominasi oleh laki-laki. Jabatan barunya di DPR menjadi langkah penting dalam menegakkan peran aktif perempuan di ranah kebijakan nasional.

Leave a Comment