Kebijakan Baru: Kemhan Siapkan Skema Empat Hari Kerja untuk Efisiensi BBM
Kemhan Siapkan Skema Empat Hari Kerja untuk Efisiensi BBM
Jakarta, IDN Times – Kementerian Pertahanan mulai menerapkan instruksi dari Presiden Prabowo Subianto terkait penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebagai antisipasi efek konflik di Timur Tengah. Dalam keterangan resmi, Brigjen TNI Rico Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan, menyampaikan bahwa Kemhan sedang merancang skema penyesuaian jam kerja dari lima hari menjadi empat hari untuk fungsi tertentu.
“Kementerian Pertahanan dan TNI sedang mengambil langkah efisiensi penggunaan BBM secara terukur dan bertahap, sebagai upaya menjaga stabilitas energi di tengah dinamika geopolitik global,” jelas Rico.
Menurut Rico, kebijakan ini merupakan langkah mitigasi dini untuk memastikan ketahanan nasional dan ekonomi. Penyesuaian internal berupa kebijakan administratif dan manajerial sedang dilakukan, dengan fokus pada aspek pendukung. “Operasional strategis serta kesiapsiagaan pertahanan tetap menjadi prioritas utama, dipertahankan secara optimal,” tambahnya.
Skema empat hari kerja ini dirancang adaptif, terukur, dan bertahap sesuai kebutuhan masing-masing unit kerja. Selain itu, Kemhan juga mengatur penggunaan alutsista berdasarkan prioritas operasional dan indeks kebutuhan. “Kendaraan dinas serta angkutan jemput pegawai akan dibatasi, tetapi tetap memperhatikan efektivitas tugas,” ujar Rico.
Rico menegaskan bahwa kebijakan ini tidak diambil karena kondisi darurat energi di Indonesia. “Ini adalah bentuk kesiapsiagaan dan disiplin dalam mengelola sumber daya strategis,” tuturnya.
Kritik dari Ahli Ekonomi Energi
Menurut Fahmy Radhi, pengamat ekonomi energi dari UGM, kebijakan kerja dari rumah (WFH) selama satu hari per minggu belum tentu mampu mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. “Kebijakan WFH-1 tidak pasti bisa menghemat subsidi BBM, karena perubahan perilaku pegawai tidak mudah diimplementasikan,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu (21/3/2026).
Fahmy memperkirakan, banyak pegawai tidak akan menghemat penggunaan BBM jika bekerja dari rumah pada Jumat, tetapi justru memanfaatkan akhir pekan untuk berwisata. “Dampaknya, konsumsi BBM mungkin tidak berkurang drastis,” kata Fahmy.
Lebih lanjut, dia menyoroti risiko kebijakan ini terhadap sektor ekonomi lokal. “Sektor transportasi, ojek online, dan UMKM yang melayani karyawan kantoran bisa terganggu,” jelas Fahmy. Ia juga mengingatkan bahwa penerapan WFH di industri manufaktur berpotensi menurunkan produktivitas.
Fahmy mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi mendalam terkait biaya dan manfaat kebijakan tersebut. “Jangan sampai penghematan BBM justru menambah beban sektor lain,” tegasnya.
