Strategi Penting: Bahlil Buka Suara Soal Nasib Harga BBM Subsidi

Bahlil Buka Suara Soal Nasib Harga BBM Subsidi

Dalam wawancara terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa harga minyak mentah global kini mencapai 115 dolar AS per barel. Meski nilai tersebut menunjukkan kenaikan signifikan, Bahlil menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri masih terjaga stabil.

Menteri Bahlil menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus berupaya menjaga kesejahteraan masyarakat kecil. “Saya yakin Presiden tetap berkomitmen untuk menjaga harga BBM subsidi, karena beliau peduli dengan kondisi rakyat,” ujarnya dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (31/3/2026).

“Insya Allah, kebijakan BBM subsidi akan terus dipertimbangkan dalam rangka kepentingan masyarakat. Masa depan harga BBM masih menunggu keputusan resmi dari Presiden,” tambah Bahlil.

Dalam menjelaskan kebijakan tersebut, Bahlil meminta masyarakat bersabar hingga keputusan akhir dikeluarkan. Ia menekankan bahwa setiap keputusan pemerintah selalu didasari kebijakan yang berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.

Presiden terus memantau kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah, terlepas dari fokus pembangunan nasional. Bahlil menggarisbawahi bahwa subsidi BBM adalah prioritas utama pemerintah saat ini.

Mengenai BBM nonsubsidi, Bahlil menjelaskan bahwa aturan penentuan harganya diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Regulasi ini membedakan formulasi harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi. Dengan demikian, Pertamax (RON 92), Pertamax Green (RON 95), serta Pertamax Turbo (RON 98) akan langsung bergerak sesuai perubahan harga pasar global tanpa perlu pengumuman resmi.

Bahlil menyoroti bahwa kelompok masyarakat yang mampu seharusnya tidak menggunakan BBM subsidi, seperti Pertalite (RON 90) atau solar. Menurutnya, negara hanya menyediakan stok untuk kelompok tersebut, sementara biaya pembelian sepenuhnya menjadi tanggungan konsumen.

“Orang-orang yang mampu, seperti Pak Rosan atau Pak Sekkab, seharusnya tidak memakai BBM subsidi. Negara tidak memberi subsidi untuk mereka, jadi biaya minyak itu harus ditanggung sendiri,” kata Bahlil.