Viral Polisi Sulut Mundur Usai Dimutasi saat Usut Kasus Korupsi

Viral Polisi Sulut Mundur Usai Dimutasi saat Usut Kasus Korupsi

Jakarta – Aipda Vicky Aristo Katiandagho, yang menjabat Kepala Unit Tindak Pidana Khusus di Sat Reskrim Polres Minahasa, menjadi sorotan media sosial setelah membagikan video pengunduran dirinya. Tindakan ini memicu perbincangan karena diduga terkait mutasi jabatan yang dialaminya saat menyelidiki kasus korupsi melibatkan pejabat setempat.

Vicky terlihat dalam video memperlihatkan dirinya bersama anaknya berjalan keluar dari Gedung Polda Sulut. Setelah itu, ia melakukan gerakan hormat dan bersujud di depan bangunan tersebut. Video tersebut semakin membangkitkan emosi saat menunjukkan adegan Vicky memeluk anak perempuannya, diiringi latar belakang lagu “Ada Titik-titik di Ujung Doa” oleh Sal Priadi.

“Terima kasih Polda Sulut, Polres Minahasa, Polres Kepulauan Talaud dan ZAZG. Kapanpun baju coklat ini bisa tanggal. Tetapi jiwa sekali Bhayangkara tetap Bhayangkara. I love Kepolisian Republik Indonesia. I quit,” tulis Vicky di akun Instagram @katiandaghov.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan, mengonfirmasi bahwa Vicky adalah anggota yang menangani beberapa kasus korupsi saat bertugas di Unit Tipikor Satreskrim Polres Minahasa. Menurutnya, sebagian kasus telah mencapai tahap P21, sementara yang lain masih dalam proses penyelidikan.

“Vicky di tahun 2024, masuk dalam SKEP mutasi tour of duty, tour of area, berdasarkan Kep 534/X/2024 tentang mutasi rutin 20 personel bintara. Yang bersangkutan mutasi dari Polres Minahasa ke Talaud,” ujar Alamsyah saat dihubungi pada Jumat (3/4/2026).

Setelah mutasi pada 2024, Vicky mengajukan pengunduran diri di 2025. Pengajuan ini akhirnya disetujui pada Januari 2026, yang memungkinkan ia pensiun dini berdasarkan Kep PDH Kep/52/I2026. Alamsyah mengatakan bahwa keputusan Vicky untuk mundur diduga berkaitan dengan tugasnya dalam kasus korupsi.

“Penanganan perkara bukan dia sendiri yang pegang, melainkan tim atau unit,” tegaskan Alamsyah, menegaskan bahwa penyelidikan korupsi melibatkan kerja sama beberapa personel lainnya.