Fasilitas gas di Abu Dhabi rusak parah seusai diserang

Fasilitas gas di Abu Dhabi rusak parah seusai diserang

Abu Dhabi, Uni Emirat Arab – Sebuah fasilitas energi gas di ibu kota negara tersebut, yang terletak di wilayah utara, mengalami kerusakan berat setelah diserang, menurut laporan Kantor Media Abu Dhabi pada Jumat (3/4). Peristiwa ini menyebabkan satu korban tewas, sementara beberapa orang lainnya terluka. Dalam pernyataan resmi di platform X, layanan pers menyebutkan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari tindak lanjut terhadap serangan sebelumnya yang terjadi di fasilitas Habshan, di mana serpihan puing-puing berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara sebelum memicu dua kebakaran.

“Akibat insiden ini, seorang warga negara Mesir meninggal secara tragis selama proses evakuasi. Empat korban lainnya, yaitu dua warga Pakistan dan dua warga Mesir, mengalami luka ringan. Fasilitas tersebut mengalami kerusakan signifikan, dan evaluasi lebih lanjut sedang dilakukan,” ujar sumber tersebut.

Dalam rangkaian serangan yang terjadi hari pertama, Iran menargetkan wilayah Israel serta posisi militer AS di seluruh wilayah Timur Tengah sebagai bentuk balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas, sementara sekolah khusus perempuan di wilayah selatan Iran juga menjadi korban serangan.

Detil Kerusakan dan Korban

Menurut laporan, insiden di Abu Dhabi terjadi setelah serangan udara yang berhasil menyebarkan serpihan besar. Tim penanggulangan kebakaran langsung mengendalikan situasi, menghindari penyebaran lebih luas. Fasilitas yang rusak meliputi infrastruktur penting, dengan kerusakan yang memengaruhi operasional. Selain korban tewas dan luka, evaluasi kerusakan menyebutkan adanya risiko keamanan jangka panjang.

Korban tewas berasal dari Mesir, sementara korban luka terdiri dari warga Pakistan dan Mesir. Pernyataan resmi menekankan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari konflik lebih besar yang memicu respons militer dari berbagai pihak.