Agenda Utama: JK bantah tudingan dirinya danai pihak-pihak persoalkan ijazah Jokowi

JK bantah tudingan dirinya danai pihak-pihak persoalkan ijazah Jokowi

Jakarta, 5 April – Jusuf Kalla, mantan wakil presiden, membantah tudingan bahwa ia memberi dana kepada Roy Suryo dan pihak terkait untuk menyoroti keaslian ijazah Joko Widodo. Ia menyatakan informasi mengenai dana sebesar Rp5 miliar yang diklaim diberikan untuk kepentingan tersebut tidak benar.

“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya, Minggu.

Dalam rangka mengklarifikasi, JK mengungkapkan rencana melaporkan pihak yang menyebarkan tudingan tersebut ke Bareskrim Polri. Langkah ini diambil untuk menetapkan kebenaran informasi yang beredar. Menurutnya, pertemuan di bulan Ramadhan lalu dengan sejumlah akademisi dan profesional tidak terkait dengan isu ijazah Jokowi.

JK menjelaskan bahwa para peserta pertemuan tersebut datang secara sukarela, bukan atas undangan. Ia menegaskan bahwa diskusi yang berlangsung hanya berfokus pada saran kebijakan untuk kondisi bangsa saat ini. “Itu kan terbuka, pembicaraan itu terbuka sama sekali,” tambahnya.

“Itu hanya saran untuk kebijakan dan itu untuk Bapak Presiden (Prabowo),” kata Jusuf Kalla.

Pengacara JK, Abdul Haji Talaohu, menambahkan bahwa laporan yang akan disampaikan ke Bareskrim Polri berisi tuduhan pencemaran nama baik. Ia mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan untuk bertanggung jawab atas isu yang mendapat perhatian publik. “Pak JK tadi sudah sampaikan bahwa itu adalah fitnah, tuduhan fitnah sehingga ini harus disikapi secara serius,” ujarnya.

Talaohu juga menyebutkan bahwa JK tidak ingin terlibat dalam hal-hal remeh-temeh, namun karena isu tersebut mencoreng reputasi, maka pihaknya memutuskan untuk menindaklanjuti dengan laporan resmi.