Jasamarga dan kepolisian hentikan “contraflow” di Tol Jakarta-Cikampek
Jasamarga dan Kepolisian Berhenti Terapkan “Contraflow” di Tol Jakarta-Cikampek
Karawang, Minggu malam – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) bekerja sama dengan pihak kepolisian mengakhiri penerapan sistem rekayasa lalu lintas “contraflow” di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, setelah volume kendaraan balik mengalami penurunan signifikan. Sistem tersebut sebelumnya aktif dari KM 55 hingga KM 47, arah Jakarta, sejak pukul 16.36 WIB. Pada waktu yang sama, JTT dan petugas lalu lintas memutuskan untuk berhenti mengoperasikan “contraflow” seiring kondisi jalan yang mulai stabil.
Sebagai bagian dari upaya normalisasi arus lalu lintas, JTT terus memantau intensif kepadatan di jalur tersebut. Berdasarkan data terkini, kepadatan arus balik telah berangsur membaik, sehingga langkah penerapan “contraflow” dianggap tidak lagi diperlukan. Saat ini, lalu lintas di Ruas Jakarta-Cikampek terpantau lancar di kedua arah.
Penyesuaian Berdasarkan Kondisi Jalan
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menjelaskan bahwa keputusan berhenti menerapkan “contraflow” diambil setelah volume kendaraan mereda. “Dengan kepadatan yang sudah berkurang, kami memutuskan untuk kembali ke kondisi normal agar pengguna jalan dapat beraktivitas lebih nyaman,” ujarnya.
“JTT bersama Kepolisian terus melakukan evaluasi berkala terhadap kondisi lalu lintas. Seiring volume kendaraan yang mulai mereda, ‘contraflow’ dihentikan dan lalu lintas kembali beroperasi normal untuk memastikan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
JTT juga mengimbau pengguna jalan tol agar tetap memperhatikan keselamatan selama berkendara. Mereka disarankan menjaga jarak aman, mengikuti arahan petugas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, pengguna diingatkan untuk mengecek saldo uang elektronik secara berkala agar tidak terjadi gangguan saat melewati gerbang tol.
