Yang Dibahas: Komisi I jadwalkan rapat dengan Menhan bahas prajurit gugur dan kasus air keras
Komisi I DPR RI Jadwalkan Rapat dengan Menhan untuk Diskusikan Kasus Prajurit TNI dan Penyiraman Air Keras
Dari Jakarta, Komisi I DPR RI telah menetapkan jadwal rapat dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Rapat ini bertujuan untuk mengupas tuntas dua isu utama: tiga prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel ke Lebanon serta kasus penyiraman air keras terhadap anggota KontraS, Andrie Yunus. Ketua Komisi I, Utut Adianto, mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut disesuaikan dengan agenda Menhan yang sudah direncanakan sejak awal bulan.
“Kita sedang jadwalkan sebab beliau juga bukannya enggak mau, kadang beliau kan juga jadwalnya sudah sebulan di muka. Jadi, kita lihat, yang penting rapat itu benar-benar apa adanya dan bisa mengungkap fakta serta kita ambil kebijakan enggak keliru,” ujarnya.
Utut menyatakan rapat akan melibatkan analisis menyeluruh terkait kematian prajurit Indonesia dalam operasi perdamaian di Lebanon. Selain itu, isu penyiraman air keras juga akan dibahas secara mendalam. “Ya itu yang prajurit yang gugur. Kita semua kan berduka, mudah-mudahan enggak ada lagi yang gugur. Terus juga soal, mudah-mudahan, bagaimana sikap kita jangan sampai terulang lagi kasus penyiraman. Itu kira-kira agendanya,” tambah Utut.
Tiga prajurit TNI yang bertugas di pasukan perdamaian PBB, UNIFIL, meninggal akibat serangan Israel pada 29 dan 30 Maret. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, serta Sertu Muhammad Nur Ichwan. Jenazah ketiganya tiba di Tanah Air pada 4 April dan telah diserahkan kepada keluarga.
Di sisi lain, penyiraman air keras terjadi kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS. Polisi Militer telah menetapkan empat anggota BAIS TNI sebagai tersangka, yakni Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.
