Strategi Penting: Rumah sakit apung bersandar di Pelabuhan Jepara layani kesehatan

RS Apung Malahayati Tiba di Pelabuhan Jepara untuk Memberikan Layanan Kesehatan

Pelabuhan Kelas II Jepara, Jawa Tengah, menjadi tempat singgah Kapal Rumah Sakit Apung Malahayati dalam rangka menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan kepulauan. Kehadiran fasilitas medis ini bertujuan untuk memudahkan akses layanan kesehatan, terlebih bagi warga yang berada di daerah terpencil. Saat melakukan kunjungan, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran RS Apung Malahayati.

“Kehadiran RS Apung Malahayati di Jepara dan kegiatan pelayanan kesehatan selama empat hari terakhir memberikan manfaat signifikan bagi warga setempat,” ujar Witiarso Utomo.

Di samping Bupati, hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Jepara Hadi Sarwoko, Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso, serta berbagai elemen lainnya. Menurut Utomo, program ini berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperluas akses layanan kesehatan secara merata.

Posisi Jepara sebagai daerah maritim dengan garis pantai yang luas serta populasi nelayan menjadikan RS Apung Malahayati sebagai solusi relevan. Lokasi ini menjadi pintu masuk ke Karimunjawa, sehingga layanan kesehatan di laut sangat dibutuhkan.

Kehadiran kapal rumah sakit tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk mendekatkan fasilitas kesehatan bagi masyarakat. “Selain menyediakan layanan medis, RS Apung ini juga membawa harapan, kepedulian, dan ketenangan bagi warga,” tambah Witiarso Utomo.

Menyusul adanya pengurangan jumlah penerima KIS (Kartu Indonesia Sehat) oleh pemerintah pusat, Pemkab Jepara memperkuat program JKN-KIS untuk masyarakat kurang mampu. Dana sebesar Rp41,34 miliar dari APBD digunakan untuk memperluas cakupan layanan, yang hingga saat ini telah mencapai 112.232 peserta.

Keliling Indonesia untuk Melayani Kebutuhan Masyarakat

Dokter dari RS Apung Malahayati, Michelle M, menjelaskan bahwa kapal ini bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain untuk menyasar masyarakat 3T (Terdepan, Terpencil, Terluar) dan daerah pesisir. “Ini adalah layanan terakhir kami di Jepara. Kami membawa seluruh tim medis, termasuk dokter, perawat, bidan, dan staf lainnya,” katanya.

Fasilitas yang disediakan mencakup ruang pemeriksaan, kamar inap, hingga ruang operasi. Selain itu, terdapat mobil ambulans dan sepeda motor trail yang dipakai untuk mengakses daerah sulit.