Yang Terjadi Saat: Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir

Pemkot Bengkulu salurkan nasi bungkus pada korban terdampak banjir

Upaya Pemkot untuk Bantu Warga Pasca Banjir

Kota Bengkulu – Setelah musibah banjir yang terjadi sejak Senin (6/4), Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melakukan penyaluran bantuan berupa ribuan nasi bungkus kepada warga yang terkena dampak. Seluruh unit organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot secara bergiliran hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban.

“Semoga bantuan ini bisa memberi manfaat. Kondisi rumah mereka masih banyak tergenang, sehingga kesulitan membuat makanan. Itulah alasan kita turun langsung ke lapangan,” kata Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Kamis (8/4).

Pemkot Bengkulu menindaklanjuti instruksi Wali Kota Dedy Wahyudi dan Wakil Wali Kota Ronny. Kebutuhan pangan warga, terutama yang masih terdampak banjir, menjadi prioritas. Bantuan difokuskan pada keluarga yang rumahnya belum bisa digunakan sepenuhnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Data Korban Banjir di Berbagai Wilayah

Berdasarkan catatan BPBD Kota Bengkulu, banjir akibat hujan deras sejak Minggu malam (5/4) mengakibatkan 2.688 kepala keluarga terkena dampak. Wilayah terparah berada di Kecamatan Ratu Agung, dengan Kelurahan Tebeng tercatat 745 KK terkena banjir.

Dalam detail lain, Kecamatan Singaran Pati mencatat Kelurahan Jembatan Kecil terdampak 68 rumah, sedangkan Kelurahan Lingkar Timur mengalami dampak pada 6 KK. Di Kecamatan Muara Bangkahulu, Kelurahan Rawa Makmur dan Rawa Makmur Permai masing-masing terkena 41 serta 185 KK.

Bantuan juga mencakup Kecamatan Ratu Samban, seperti di Kelurahan Anggut Atas 29 KK, Belakang Pondok 95 KK, dan Penurunan 84 KK. Wilayah di Kecamatan Selebar, Kampung Melayu, serta Gading Cempaka juga dilaporkan terkena banjir, dengan jumlah KK yang terdampak bervariasi.

Pemkot Bengkulu berkomitmen terus memberikan dukungan hingga kondisi kembali stabil. Bantuan nasi bungkus dianggap sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana alam tersebut.